jurnalistik.co.id – Pengadilan Tinggi di Glasgow menjatuhkan vonis kepada tiga remaja karena pembunuhan terhadap Kayden Moy (16) dalam sebuah konfrontasi di Irvine Beach, North Ayrshire, tahun lalu. Majelis hakim menyatakan Moy tewas setelah diserang dengan pisau saat situasi berubah menjadi serangan brutal di lokasi.
Moy, yang bekerja sebagai pelajar magang pelukis dan dekorator, menjadi korban penusukan pada 17 Mei 2025. Keputusan itu menegaskan keterlibatan ketiganya dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap kelompok yang mereka anggap lawan.
Vonis seumur hidup dengan masa minimum
Cole Turley, 18 tahun, divonis hukuman penjara seumur hidup dan diberitahu bahwa ia harus menjalani masa minimal 16 tahun. Turley sebelumnya mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan.
Jay Stewart, 19 tahun, juga menerima hukuman penjara seumur hidup dengan masa minimum yang sama, yaitu 16 tahun. Sementara itu, seorang remaja berusia 15 tahun tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum, dan dijatuhi masa penahanan minimal 14 tahun.
Di luar pengadilan, ayah Moy, Paul Moy, menyampaikan bahwa keputusan tersebut memang memberi rasa keadilan, tetapi tidak dapat membawa kembali anaknya atau mengakhiri duka keluarga. Paul menegaskan bahwa tragedi ini menjadi beban yang harus mereka jalani selama masa hukuman.
Ia berkata, “Sementara hasil hari ini membawa ukuran keadilan, itu tidak membawa kedamaian, tidak mengembalikan anak kami. Kayden lebih dari sekadar nama di ruang sidang atau judul dalam pemberitaan, dia adalah putra kami, dia dicintai tanpa kata-kata, dan dia masih punya seluruh hidup di depannya. Kami berharap vonis hari ini menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan memiliki konsekuensi yang menghancurkan dan tidak dapat dipulihkan. Satu momen kekerasan telah menghancurkan begitu banyak nyawa, dan tidak ada keluarga yang seharusnya harus menanggung rasa sakit yang kami alami setiap hari.”
Hakim menilai serangan “tidak perlu dan sia-sia”
Dalam pertimbangannya, hakim Lord Scott menyebut kematian Moy “tidak perlu dan tidak ada gunanya”. Ia mengatakan para pelaku “pergi ke Irvine dengan membawa senjata, berniat melakukan pembalasan atas suatu persoalan kecil”.
Hakim juga menekankan bahwa seharusnya siapa pun bisa menjadi korban, namun Moy yang akhirnya jatuh terluka. Lord Scott menilai peluang tragedi itu muncul karena keadaan, dengan kalimat bahwa “bisa saja terjadi pada siapa pun, tetapi Kayden terpeleset dan jatuh.”
Perjalanan, pengejaran, dan penusukan berulang
Persidangan mendengar bahwa Stewart dan remaja 15 tahun—dengan keterlibatan Turley—mengejar Moy, lalu menitikberatkan serangan saat Moy sudah terjatuh. Setelah Moy jatuh ke tanah, mereka melakukan penusukan berulang menggunakan lock knife.
Stewart terlihat membawa tongkat pemanjang (extendable baton) dan terdengar menjerit “Murray Boys”. Menurut keterangan, ia juga mengatakan kepada seorang saksi bahwa korbannya “pantas mendapatkannya”.
Setelah berlari menjauh dari lokasi, Turley menancapkan pisau ke dalam rumput. Ia kemudian terdengar membanggakan perbuatannya dengan mengatakan ia “baru saja melakukannya” dan mengulang sorakan “One-nil.”
Rekaman CCTV menunjukkan ketiganya berlari di sebuah jalan dekat pantai. Mereka sempat berhenti sesaat untuk saling berpelukan sebelum melanjutkan pelarian.
Pembuktian perilaku setelah serangan
Pengadilan juga mendengar adanya rangkaian tindakan yang dilakukan setelah penusukan. Ketiganya membuat lagu rap yang mengejek Moy, pada saat Moy sedang berjuang melawan kondisi kritis di rumah sakit.
Turley juga menirukan adegan pembunuhan di rumah seorang teman. Flat milik teman tersebut disebut digunakan sebagai tempat bersembunyi.
Berita Terkait
Fraser Wallace, teman yang memberi tempat persembunyian, menyampaikan kepada pengadilan bahwa para remaja tampak “sangat senang” setelah serangan itu. Ia berkata, “Saya belum pernah melihat orang-orang sebahagia itu dalam hidup saya.”
Wallace juga menyatakan seorang remaja berusia 15 tahun mengatakan kepadanya bahwa ia menyerahkan senjata yang digunakan untuk membunuh kepada Turley sebelum penusukan terjadi.
Hubungan dengan geng dan pemicu konflik
Jaksa Liam Ewing KC menilai tindakan merayakan satu sama lain setelah penusukan merupakan perilaku orang-orang yang telah mencapai apa yang mereka datang untuk lakukan. Ia menafsirkan bahwa ucapan selamat dan euforia yang muncul memperlihatkan sikap yang tidak hanya spontan, melainkan terkait dengan keberhasilan misi.
Pengadilan juga menyebutkan bahwa para penyerang adalah anggota geng Murray Boys dari East Kilbride. Sementara itu, Moy merupakan bagian dari kelompok lawan bernama Himshie.
Ketiganya dilaporkan pergi ke Irvine Beach setelah terjadi pertarungan antara kelompok mereka pada hari yang sama. Stewart, yang juga membawa tongkat, sebelumnya membuat ancaman terhadap Moy melalui media sosial.
Persidangan mendengar bahwa para remaja melempar batu ke arah Moy dan teman-temannya. Penuntut mengatakan tindakan itu dimaksudkan untuk menarik Moy agar masuk ke dalam situasi pertikaian.
Setelah penusukan yang memicu kekacauan di pantai, mereka kemudian naik taksi kembali ke East Kilbride.
Argumen meringankan dan respons penasihat
Dalam bagian mitigasi, Donald Findlay KC berbicara untuk Stewart. Ia mengatakan Stewart dan Kayden Moy pernah menjadi teman dekat di masa lalu, tetapi kedua kelompok akhirnya terbentuk dan menunjukkan perilaku yang berujung pada kekerasan.
Findlay menambahkan bahwa kekerasan disebut sudah menjadi bagian dari keseharian di lingkungan mereka. Ia juga menyampaikan Stewart menyesali apa yang terjadi dan sangat terdampak sejak ia dinyatakan bersalah.
Stewart, menurut keterangan pengadilan, saat itu berada di bawah community payback order terkait kepemilikan machete. Perintah itu dijatuhkan empat hari sebelum pembunuhan. Ia juga memiliki catatan putusan sebelumnya karena pelanggaran ketertiban umum menggunakan pisau.
Mark Stewart KC mewakili Turley menyatakan bahwa Turley “tidak berniat membunuh atau ingin membunuh Kayden Moy”, namun ia menerima bahwa ia melakukan tindakan tersebut.
Iain Duguid KC yang mewakili remaja 15 tahun menjelaskan bahwa pada saat pembunuhan terjadi, kliennya berusia 14 tahun. Penasihat menuturkan bahwa laporan kerja sosial dalam proses peradilan pidana menyoroti tingkat kematangan yang belum sesuai usianya.
Duguid menambahkan bahwa remaja itu memiliki latar belakang yang traumatis. Ia juga menyatakan remaja tersebut telah terlibat dalam program pendidikan selama masa penahanan di akomodasi yang aman. Vonisnya menyebut ia akan ditahan sampai usia 19 tahun, sebelum dipindahkan ke penjara.
Penegasan dari penuntut atas dampak keputusan
Moira Orr, yang memimpin bagian pembunuhan di Crown Office and Procurator Fiscal service, menyatakan para terdakwa—semuanya masih remaja—menjadikan diri mereka sebagai calon pembunuh sejak mereka membawa setidaknya satu pisau. Ia menegaskan bahwa mereka kemudian benar-benar menjadi pelaku pembunuhan.
Orr menyampaikan bahwa Cole Turley merupakan orang yang melakukan pukulan fatal, tetapi penuntut telah membuktikan bahwa ketiganya terlibat dalam perencanaan dan eksekusi kejahatan. Ia juga menilai sulit untuk menggambarkan besarnya kehancuran yang ditimbulkan dari keputusan membawa senjata tajam.












