Pendidikan

Soyjoy Nutrition Award 2026 Memilih Tiga Program Gizi Terbaik

×

Soyjoy Nutrition Award 2026 Memilih Tiga Program Gizi Terbaik

Sebarkan artikel ini
Soyjoy Nutrition Award 2026 Pilih Tiga Program Gizi Terbaik Lifestyle 20 Juni 2026
Ilustrasi: Soyjoy Nutrition Award 2026 Pilih Tiga Program Gizi Terbaik

jurnalistik.co.id – Di tengah tantangan gizi Indonesia yang masih kompleks, peran ahli gizi semakin dibutuhkan untuk membantu memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. UNICEF dan WHO mencatat Indonesia menghadapi triple burden of malnutrition, yakni kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan defisiensi mikronutrien yang terjadi secara bersamaan.

Dalam konteks tersebut, ahli gizi berperan tidak hanya pada edukasi, tetapi juga pada penyusunan program yang relevan dengan kebutuhan. Melalui program di tingkat komunitas, fasilitas kesehatan, hingga institusi pendidikan, kontribusi para ahli gizi diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting serta memperbaiki status gizi masyarakat.

Untuk mengapresiasi kontribusi tersebut, PT Amerta Indah Otsuka melalui Soyjoy menyelenggarakan The 4th SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026. Acara berlangsung di Le Méridien Hotel Jakarta pada Sabtu (20/6) dan dihadiri oleh hampir 500 partisipan.

Penyelenggaraan SNA 2026 mengusung semangat Nutrition for Healthier Future. Tahun ini, ajang tersebut menghimpun 213 program gizi dari berbagai wilayah di Indonesia, sekaligus memberikan apresiasi kepada tiga program terbaik berdasarkan aspek dampak, inovasi, dan nilai inspiratif.

Ketiga kategori penghargaan yang disiapkan adalah Best Impact Program, Best Innovation Program, dan Most Inspiring Program. Melalui proses penjurian, SNA 2026 memilih program-program yang dinilai paling menonjol dalam masing-masing kriteria tersebut.

Finsa Giovani, Head of Brand Communication SOYJOY, menyampaikan bahwa program seperti ini penting karena ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku dan perbaikan kesehatan masyarakat. Ia menambahkan bahwa SNA menjadi wadah apresiasi sekaligus dukungan agar program yang terbukti bermanfaat dapat dikenal lebih luas, dikembangkan lebih jauh, dan menginspirasi untuk Indonesia yang lebih sehat.

Ia juga menekankan bahwa melalui SNA, inisiatif-inisiatif baik diharapkan tidak berhenti sebagai program lokal. Inisiatif tersebut diharapkan dapat terdokumentasi, dibagikan, dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

Mayoritas fokus pada penanganan stunting Dari 213 program yang diterima, hampir separuh program berfokus pada penanganan stunting. Program-program tersebut menggambarkan perhatian besar pada upaya pencegahan dan perbaikan kondisi gizi terkait stunting.

Selain stunting, berbagai program lain juga mengangkat isu wasting, wellness, serta edukasi gizi keluarga. Sejumlah inisiatif turut menampilkan intervensi berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Temuan ini menunjukkan peran ahli gizi tidak sebatas edukasi, melainkan juga sebagai penggerak berbagai solusi kesehatan yang relevan dengan tantangan masyarakat saat ini. Program-program tersebut hadir dalam bentuk yang beragam, dari pendekatan pembelajaran hingga strategi intervensi yang menyesuaikan konteks daerah.

Tiga program terpilih pada SOYJOY Nutrition Award 2026 SNA 2026 memberikan penghargaan kepada tiga program terpilih yang dinilai paling menonjol. Para pemenang yang diumumkan antara lain Wiranto, S.Gz., seorang dietisien, dengan program NUTRITOOLS: Transformasi Digital Pembelajaran dan Praktik Gizi di Indonesia.

Dalam program NUTRITOOLS, fokusnya diarahkan pada transformasi digital untuk pembelajaran dan praktik gizi di Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, program dinilai menghadirkan aspek inovasi sekaligus upaya yang relevan untuk memperkuat pelaksanaan pembelajaran dan praktik gizi.

Pemenang lainnya adalah Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, SGz, RD, melalui program FEEDCYCLE: Inovasi Reuse Feeding Buret Berkelanjutan: Meningkatkan Efisiensi Biaya Rumah Sakit dan Mengurangi Limbah Medis. Program ini menekankan penggunaan ulang dengan pendekatan yang berkelanjutan untuk mendukung efisiensi biaya rumah sakit serta mengurangi limbah medis.

Penghargaan ketiga diberikan kepada Ihsan Abdul Aziz, S.Gz, dengan program PANGAN LESTARI: Pendekatan Circular Economy dalam Pengelolaan Food Waste Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Inovasi Pangan Lestari untuk Mendukung Penurunan Stunting. Program ini mengaitkan pengelolaan limbah pangan dengan pendekatan circular economy dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung penurunan stunting.

Secara keseluruhan, SNA 2026 memperlihatkan bagaimana program gizi dapat berkembang dari berbagai pendekatan, mulai dari inovasi pembelajaran hingga strategi keberlanjutan dan pengelolaan limbah pangan. Melalui dokumentasi dan pembagian inisiatif yang terpilih, ajang ini diharapkan mendorong penyebaran program baik agar dapat menginspirasi wilayah lain dalam upaya kesehatan yang lebih baik.