jurnalistik.co.id – Senin, 20 Juli 2026, Lapangan Tri Brata SPN Polda Gorontalo menjadi lokasi pelaksanaan Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri (Kemampuan SPKT) Tahun Anggaran 2026. Upacara ini dipimpin langsung Wakapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh Pejabat Utama Polda Gorontalo hadir untuk menyaksikan rangkaian pembukaan pendidikan. Pelaksanaan upacara menandai dimulainya tahapan awal pembentukan calon anggota Polri yang akan mengikuti proses pendidikan pada tahun anggaran berjalan.
Sebanyak 57 siswa resmi mengikuti pendidikan pembentukan yang diikuti peserta dari berbagai fungsi. Komposisi tersebut terdiri dari Bintara PTU SPKT sebanyak 51 orang, Bintara Polair 1 orang, Bintara Penyidik 2 orang, Bintara Peternakan 1 orang, serta Bintara Pertanian 2 orang.
Dengan pengelompokan sesuai fungsi, para peserta diarahkan untuk menempuh pembinaan yang menyentuh aspek kemampuan teknis sekaligus pembentukan karakter. Pendidikan pembentukan diposisikan sebagai proses yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, melainkan juga pembiasaan sikap dan tata nilai dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dalam amanatnya, Wakapolda menegaskan bahwa pendidikan yang berlangsung merupakan fase awal untuk membentuk karakter, mental, dan profesionalisme para calon anggota. Ia menggarisbawahi bahwa setiap tahapan pendidikan harus diikuti secara sungguh-sungguh agar tujuan pembentukan benar-benar tercapai.
Menurut Wakapolda, kedisiplinan menjadi dasar penting dalam perjalanan pendidikan. Setiap siswa diharapkan mampu menempatkan integritas sebagai pegangan utama, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Teknis dan kepribadian sebagai satu kesatuan
Berita Terkait
Wakapolda juga menekankan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan. “Pendidikan ini bukan hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepribadian sebagai insan Bhayangkara yang siap melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” tegasnya.
Penegasan tersebut memperlihatkan orientasi pendidikan pada pembentukan pribadi yang siap menghadapi tuntutan pelayanan di lapangan. Calon Bintara diarahkan untuk memahami bahwa profesionalisme lahir dari konsistensi sikap, bukan semata-mata dari kemampuan yang dipelajari dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, para peserta diminta untuk mengikuti setiap materi dengan keseriusan, menjaga fokus, dan tidak menganggap pendidikan sebagai rutinitas semata. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan seluruh proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang siap mengabdi sesuai kebutuhan organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolda mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani pendidikan. Ia juga menyoroti agar siswa tetap kompak dan menjaga kebersamaan, sebab suasana yang solid akan mendukung kelancaran proses pembentukan.
Komitmen untuk merawat kebugaran dinilai krusial agar para peserta dapat menjalani rangkaian kegiatan dengan kondisi yang prima. Di sisi lain, kekompakan juga menjadi faktor pendukung agar seluruh siswa mampu bekerja sama dalam dinamika pendidikan yang terus berjalan.
Wakapolda berharap setiap peserta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan keluar sebagai anggota Polri yang profesional sekaligus berintegritas. Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan agar para siswa menjadikan pendidikan ini sebagai momentum pembuktian karakter dan kemampuan yang akan dibawa saat bertugas.
Upacara pembukaan ini pun dipahami sebagai langkah awal dalam menempuh rangkaian pendidikan dan pelatihan. Dari titik awal tersebut, para siswa disiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepolisian, khususnya dalam fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Alan Post.
Dengan dimulainya kegiatan pendidikan pembentukan, para peserta memulai perjalanan pembinaan yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap nilai-nilai kepolisian. Proses ini diharapkan melahirkan Bintara yang siap melayani masyarakat secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.












