Daerah

Wakapolda Gorontalo Resmi Buka Bimtek Penyusunan Profil Manajemen Risiko TA 2026

×

Wakapolda Gorontalo Resmi Buka Bimtek Penyusunan Profil Manajemen Risiko TA 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perkuat Tata Kelola Organisasi, Wakapolda Gorontalo Buka Bimtek Manajemen Risiko 2026

jurnalistik.co.id – Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si. secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Profil Manajemen Risiko Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Gorontalo.

Kegiatan yang digelar pada Senin (13/7/2026) ini berlangsung di Aula BPKP Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Di forum tersebut, Wakapolda didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Gorontalo beserta personel yang terlibat dalam penyusunan manajemen risiko di masing-masing satuan kerja.

Penguatan pemahaman dan kemampuan penyusunan profil

Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kemampuan personel dalam menyusun profil manajemen risiko yang efektif, terukur, dan selaras dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui penyusunan profil yang baik, setiap satuan kerja diharapkan mampu mengenali potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun langkah mitigasi secara tepat, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah.

Manajemen risiko sebagai bagian tata kelola organisasi

Dalam sambutannya, Wakapolda Gorontalo menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan bahwa setiap program dan kegiatan di lingkungan Polri perlu direncanakan dengan matang melalui identifikasi risiko sejak awal.

Menurut Wakapolda, pendekatan tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal, sesuai tujuan yang ditetapkan.

“Manajemen risiko bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian. Saya berharap seluruh peserta mengikuti bimbingan teknis ini dengan sungguh-sungguh, sehingga mampu menyusun profil manajemen risiko yang berkualitas, tepat sasaran, serta dapat diterapkan di masing-masing satuan kerja,” ujar Wakapolda Gorontalo.

Lebih lanjut, Wakapolda menambahkan bahwa output dari kegiatan ini diharapkan memperkuat sistem pengendalian internal di lingkungan Polda Gorontalo.

Selain itu, pembinaan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan program kerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Materi hingga strategi pengendalian dan mitigasi

Selama berlangsungnya kegiatan, para peserta mendapatkan materi yang mencakup konsep dasar manajemen risiko.

Materi juga membahas teknik identifikasi dan analisis risiko, termasuk bagaimana menyusun profil risiko yang sesuai kebutuhan satuan kerja.

Peserta kemudian mempelajari strategi pengendalian serta mitigasi risiko yang disesuaikan dengan karakteristik tugas di lingkungan Polda Gorontalo.

Pada tahap pelatihan ini, peserta diarahkan agar memahami keterkaitan antara identifikasi risiko, strategi pengendalian, dan tujuan organisasi.

Dengan demikian, penyusunan profil manajemen risiko tidak berhenti pada dokumen semata, tetapi dapat diterapkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan tugas di masing-masing satuan.

Kesiapan menghadapi tantangan organisasi

Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Penyusunan Profil Manajemen Risiko Tahun Anggaran 2026, Polda Gorontalo berharap seluruh satuan kerja semakin siap menghadapi berbagai tantangan organisasi.

Dari sisi operasional, kesiapan tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang lebih efektif dan efisien.

Pada akhirnya, kegiatan ini juga ditujukan agar pelaksanaan tugas tetap berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya penguatan pemahaman dan pembinaan teknis, para peserta diharapkan mampu membawa perubahan dalam cara menyusun, menganalisis, serta mengendalikan risiko di lingkungan kerja masing-masing.

Sejalan dengan itu, profil manajemen risiko yang disusun diharapkan mampu menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan, termasuk ketika menghadapi potensi hambatan yang dapat memengaruhi capaian program organisasi.

Dalam pelatihan, peserta diarahkan untuk tidak hanya memahami konsep manajemen risiko, tetapi juga membiasakan cara berpikir berbasis identifikasi risiko sejak perencanaan kegiatan. Proses pendampingan membantu peserta menyelaraskan cara penyusunan profil dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja.

Melalui pemahaman yang sama, profil manajemen risiko diharapkan menjadi acuan yang memudahkan satuan kerja ketika menyusun program kerja, termasuk menyesuaikan langkah pengendalian dan mitigasi agar pelaksanaan tugas tetap terukur dan sesuai tujuan organisasi. Dengan begitu, arah pelaksanaan kegiatan dapat dijaga konsistensinya.

Ke depan, hasil penyusunan profil diharapkan memperkuat penerapan pengendalian internal di lingkungan Polda Gorontalo, sehingga potensi hambatan dapat diantisipasi lebih awal. Kegiatan ini sekaligus diharapkan mendorong peserta untuk menerapkan praktik manajemen risiko secara berkelanjutan dalam proses pengambilan keputusan di satuan kerja masing-masing.