jurnalistik.co.id – Spider-Man: Brand New Day mencetak akhir pekan pembuka global dengan total penjualan tiket mencapai $927 juta (ÂŁ687 juta), menjadikannya akhir pekan pembuka terbesar kedua sepanjang masa.
Film pahlawan super tersebut melampaui estimasi biaya produksi sebesar $225 juta, sekaligus menguatkan posisi Disney dengan momentum yang dibutuhkan sebelum rilis Avengers: Doomsday pada bulan Desember.
Di antara pencapaian itu, Brand New Day juga tertinggal dari Avengers: Endgame, yang pada pembukaannya di 2019 menghasilkan lebih dari $1,2 miliar.
Selain rekor global, film ini juga menorehkan rekor terbaik kedua untuk pasar Amerika Utara. Total pemasukan box office di wilayah tersebut mencapai $335 juta.
Kinerja yang kuat ini menjadi dorongan bagi Marvel Studios setelah beberapa film Marvel sebelumnya dinilai kurang mampu menarik audiens seluas masa puncaknya.
Brand New Day mulai tayang di bioskop pekan lalu dan mengangkat kelanjutan cerita beberapa tahun setelah Spider-Man: No Way Home (2021). Peter Parker kembali berjuang melawan kejahatan di sebuah dunia yang telah melupakan bahwa ia adalah pahlawan bertopeng.
Rangkaian ulasan untuk instalmen terbaru waralaba yang sangat populer ini cenderung positif. Sebagian penilaian bahkan menyebut penampilan Tom Holland sebagai yang terbaik di antara semua versi Spider-Man yang pernah ia bawakan.
Dari sisi pasar internasional, film ini menghasilkan $572 juta dari lebih dari 73.000 layar di luar Amerika Serikat. Perolehan dari China disebut mencapai $121 juta.
Di Inggris, Brand New Day mengumpulkan $49 juta dari penjualan tiket selama akhir pekan, memperlihatkan daya tarik film di beberapa wilayah utama di Eropa.
Berita Terkait
Marvel Studios menunjuk respons audiens sebagai salah satu alasan di balik capaian tersebut. Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, menyatakan pembukaan Brand New Day adalah “truly phenomenal”, seraya menambahkan rasa terima kasihnya kepada penonton karena “coming out and experiencing our film the way it was meant to be seen.”
Menurut laporan, Brand New Day merupakan film layar lebar besar terakhir dari Marvel sebelum Doomsday. Film ini diposisikan sebagai puncak yang lama dinantikan dari beberapa rangkaian cerita pahlawan super setelah Avengers: Endgame.
Sejak Endgame, film-film Marvel disebut menghadapi kesulitan untuk menarik audiens seluas yang dahulu mereka capai di masa puncak. Meski film beranggaran besar seperti The Marvels dan The Thunderbolts mampu kembali menutup biaya produksi, keduanya tetap berada di kelompok dengan perolehan box office terendah di tingkat studio.
Di tengah tantangan itu, Spider-Man masih dikenal sebagai salah satu waralaba Marvel yang paling menguntungkan. Spider-Man: No Way Home sebelumnya mencatat hampir $2 miliar dari penjualan tiket.
Perubahan kebiasaan menonton juga disebut berpengaruh. Sejak pandemi Covid-19, kehadiran penonton di bioskop melambat dan semakin mempercepat pergeseran ke opsi tontonan di rumah seperti Netflix.
Namun, layar lebar kembali menunjukkan kebangkitan pada tahun ini. Di Amerika Utara, perolehan box office disebut berada di jalur untuk melampaui $10 miliar untuk pertama kalinya sejak 2019.
Religensi pasar tersebut didukung oleh beberapa judul besar, termasuk Toy Story 5, Michael, dan The Super Mario Galaxy Movie. Ketiganya disebut telah menghasilkan lebih dari $1 miliar.
Pada bulan Juli, Brand New Day dan The Odyssey juga dinilai berada pada jalur yang sama untuk menembus tanda $1 miliar. The Odyssey merupakan karya sutradara Christopher Nolan yang menafsirkan kisah epik puisi Yunani.
Di luar film-film utama, film horor indie juga tampil sebagai kejutan. Obsession dan Backrooms disebut meraih lebih dari $390 juta masing-masing, meski diproduksi dengan anggaran yang relatif modest.
Dengan pencapaian akhir pekan pembuka global dan rekor pasar Amerika Utara, Brand New Day tidak hanya menegaskan kekuatan daya tarik Spider-Man, tetapi juga memberi sinyal bahwa Marvel masih memiliki ruang untuk merebut kembali perhatian audiens sebelum Avengers: Doomsday hadir pada Desember.












