jurnalistik.co.id – Vincent Pastore, aktor yang dikenal lewat perannya dalam serial The Sopranos, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Menurut sejumlah media Amerika Serikat, Pastore ditemukan tewas di rumahnya di Bronx, New York. CBS News melaporkan tidak ada indikasi kriminalitas dalam temuan tersebut.
Dalam The Sopranos, Pastore memerankan Salvatore “Big Pussy” Bonpensiero. Karakter ini menjadi salah satu figur yang kuat di sepanjang cerita, termasuk perjalanan yang berakhir sebagai informan untuk FBI.
Peran “Big Pussy” juga membuat kehadirannya dikenang, karena ia pada mulanya dikenal sebagai sahabat dekat Tony Soprano. Namun, pada musim kedua, kematian tokohnya menjadi salah satu alur yang paling melekat di ingatan penonton.
Atas kabar berpulangnya Pastore, manajernya, Robert Attermann, menyampaikan pernyataan kepada CBS News.
“To the world, he will always be remembered as the unforgettable ‘Big Pussy,’ but to those of us who knew him, he was so much more.”
Attermann menambahkan, “He loved being an actor. He was passionate about his craft and was always encouraging, respectful, and generous with young actors, taking the time to offer guidance and support whenever he could,” sebelum menyatakan kehilangan itu sangat personal baginya.
“For me, losing Vinny is deeply personal. Over more than three decades, I had the honor of watching not only his remarkable career but also the incredible person he was. I will miss his friendship, his loyalty, his humor, and his heart.”
Melalui dua kutipan tersebut, gambaran yang muncul menekankan sisi karakter Pastore di luar layar: sebagai aktor yang mencintai profesinya, sekaligus figur yang memberi dukungan dan arahan kepada rekan yang lebih muda.
Berita Terkait
Pastore lahir di Bronx pada tahun 1946. Ia pernah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Vietnam sebelum kemudian membangun karier di dunia akting.
Langkah awal kariernya mencakup sejumlah peran dalam film seperti Goodfellas dan Carlito’s Way. Setelah itu, ia juga muncul dalam tayangan televisi, termasuk Law & Order, General Hospital, dan Hawaii Five-O.
Meski memiliki beragam pengalaman di layar, perhatian publik secara lebih luas datang dari perannya di The Sopranos. Pastore tampil di semua enam musim pertunjukan tersebut, sekalipun karakternya dipastikan meninggal dalam seri kedua.
Partisipasinya yang melintasi keenam musim inilah yang turut menguatkan posisinya sebagai aktor yang melekat pada identitas serial tersebut. Keberadaan “Big Pussy” disebut turut menjadi bagian dari narasi yang menonjol di sepanjang perjalanan cerita.
Pengakuan industri juga pernah ia terima bersama para pemeran The Sopranos. Pada tahun 2000, Pastore bersama kolega pemeran serial itu meraih Screen Actors Guild Award untuk kategori Outstanding Performance by an Ensemble in a Drama Series.
Dengan penghargaan itu, kontribusi para pemain The Sopranos dipandang sebagai penampilan ensemble yang menonjol dalam sebuah drama. Vincent Pastore kemudian dikenang sebagai bagian penting dari keberhasilan pertunjukan tersebut.
Di saat kabar kepergiannya beredar, perhatian kini kembali tertuju pada sosok yang dalam cerita berperan sebagai sahabat Tony Soprano sekaligus figur yang pada akhirnya menjadi informan FBI. Di luar itu, pernyataan Robert Attermann menggambarkan Pastore sebagai pribadi yang antusias terhadap dunia akting dan dikenal mendorong suasana kerja yang penuh rasa hormat.
Kehilangan Pastore juga menyisakan jejak yang kuat bagi penggemar The Sopranos, terutama karena kematian karakter “Big Pussy” di musim kedua disebut menjadi salah satu alur paling berkesan dalam serial tersebut.
Berita berpulangnya Vincent Pastore mempertegas bagaimana peran tunggal dalam sebuah karya dapat membentuk ingatan kolektif penonton—baik lewat dinamika cerita, maupun lewat warisan sikap profesional yang ia bawa selama kariernya.












