jurnalistik.co.id – Tabel KUR BRI Juni 2026 masih menjadi rujukan banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang ingin menambah modal usaha tahun ini. Melalui simulasi angsuran, calon debitur bisa memperkirakan cicilan bulanan sesuai plafon pinjaman dan tenor yang dipilih, sehingga pengelolaan keuangan usaha tetap terjaga setelah dana cair.
Informasi seperti ini penting karena besaran cicilan akan sangat menentukan kesehatan arus kas usaha. Dengan memahami rincian angsuran sejak awal, pelaku UMKM bisa menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan bayar, sekaligus mengurangi risiko cicilan yang terlalu membebani operasional harian.
Simulasi cicilan KUR BRI Juni 2026
Untuk pinjaman Rp 1 juta, cicilan per bulan tercatat Rp 86.527 untuk tenor 12 bulan, Rp 58.685 untuk 18 bulan, Rp 44.773 untuk 24 bulan, Rp 30.877 untuk 36 bulan, Rp 23.946 untuk 48 bulan, dan Rp 19.801 untuk 60 bulan.
Untuk pinjaman Rp 5 juta, angsuran per bulan adalah Rp 432.634 pada tenor 12 bulan, Rp 293.425 pada 18 bulan, Rp 223.863 pada 24 bulan, Rp 154.385 pada 36 bulan, Rp 119.731 pada 48 bulan, dan Rp 99.006 pada 60 bulan.
Jika plafon pinjaman naik menjadi Rp 10 juta, cicilan bulanan yang harus disiapkan adalah Rp 865.267 untuk 12 bulan, Rp 586.850 untuk 18 bulan, Rp 447.726 untuk 24 bulan, Rp 308.771 untuk 36 bulan, Rp 239.462 untuk 48 bulan, dan Rp 198.012 untuk 60 bulan.
Untuk pinjaman Rp 20 juta, angsuran per bulan tercatat Rp 1.730.535 pada tenor 12 bulan, Rp 1.173.700 pada 18 bulan, Rp 895.452 pada 24 bulan, Rp 617.542 pada 36 bulan, Rp 478.925 pada 48 bulan, dan Rp 396.024 pada 60 bulan.
Pada plafon Rp 30 juta, simulasi cicilan menunjukkan angka Rp 2.595.802 untuk tenor 12 bulan, Rp 1.760.550 untuk 18 bulan, Rp 1.343.177 untuk 24 bulan, Rp 926.313 untuk 36 bulan, Rp 718.387 untuk 48 bulan, dan Rp 594.036 untuk 60 bulan.
Untuk pinjaman Rp 40 juta, cicilan per bulan berada di angka Rp 3.461.070 pada tenor 12 bulan, Rp 2.347.399 pada 18 bulan, Rp 1.790.903 pada 24 bulan, Rp 1.235.084 pada 36 bulan, Rp 957.850 pada 48 bulan, dan Rp 792.048 pada 60 bulan.
Jika mengambil pinjaman Rp 50 juta, angsuran yang tercantum adalah Rp 4.326.337 untuk tenor 12 bulan, Rp 2.934.249 untuk 18 bulan, Rp 2.238.629 untuk 24 bulan, Rp 1.543.855 untuk 36 bulan, Rp 1.197.312 untuk 48 bulan, dan Rp 990.060 untuk 60 bulan.
Untuk plafon Rp 60 juta, cicilan per bulan berada pada kisaran Rp 5.191.605 untuk 12 bulan, Rp 3.521.099 untuk 18 bulan, Rp 2.686.355 untuk 24 bulan, Rp 1.852.626 untuk 36 bulan, Rp 1.436.775 untuk 48 bulan, dan Rp 1.188.072 untuk 60 bulan.
Pada pinjaman Rp 70 juta, angsuran bulanannya tercatat Rp 6.056.872 untuk tenor 12 bulan, Rp 4.107.949 untuk 18 bulan, Rp 3.134.081 untuk 24 bulan, Rp 2.161.397 untuk 36 bulan, Rp 1.676.237 untuk 48 bulan, dan Rp 1.386.084 untuk 60 bulan.
Untuk pinjaman Rp 80 juta, simulasi cicilan menunjukkan angka Rp 6.922.140 pada tenor 12 bulan, Rp 4.694.799 pada 18 bulan, Rp 3.581.806 pada 24 bulan, Rp 2.470.168 pada 36 bulan, Rp 1.915.700 pada 48 bulan, dan Rp 1.584.096 pada 60 bulan.
Rincian ini menunjukkan bahwa semakin besar plafon pinjaman, semakin tinggi pula cicilan yang harus disiapkan setiap bulan. Karena itu, pelaku UMKM disarankan memilih tenor dan nominal pinjaman yang benar-benar sesuai dengan kemampuan usaha, agar tambahan modal justru membantu pertumbuhan bisnis, bukan menambah beban keuangan.











