Peristiwa

Banjir Rob Pati Kembali Meluas, 36 Rumah RT 5 Tunggulsari Terendam 10–30 Cm, Puncak Pasang Masih Mengancam

×

Banjir Rob Pati Kembali Meluas, 36 Rumah RT 5 Tunggulsari Terendam 10–30 Cm, Puncak Pasang Masih Mengancam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Banjir Rob Pati Kembali Mengganas: 36 Rumah di Tunggulsari Terendam, Puncak Pasang Masih Mengancam

jurnalistik.co.id – Banjir rob kembali merangsek kawasan pesisir di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Selasa (14/7/2026). Genangan air dari gelombang pasang laut membuat puluhan rumah warga terendam lagi, sementara puncak pasang masih disebut berpotensi mengancam.

Pada musim pasang di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, ketinggian air kembali meningkat dan menggenangi permukiman. Rob yang sempat surut di awal Juli, kini kembali mengepung area permukiman di desa tersebut.

Menurut Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, kenaikan air mulai terjadi sejak Selasa pagi. Hingga siang hari, sedikitnya 36 rumah di RT 5 kembali terendam dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 30 sentimeter.

Setyo menyampaikan kabar tersebut saat dihubungi melalui telepon. Ia mengatakan, “Nggeh , pagi tadi rob pasang naik lagi. Siang ini 36 rumah kena lagi,”

Ketinggian air dan peringatan puncak pasang

Setyo menilai kondisi saat ini masih lebih rendah dibanding puncak banjir rob yang terjadi pada akhir Juni lalu. Meski demikian, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena BMKG memprediksi gelombang pasang akan mencapai puncaknya pada Kamis hingga Jumat pekan ini.

“Lebih rendah. Tapi Kamis-Jumat prediksi BMKG ada kenaikan air pasang,” katanya. Pernyataan itu menegaskan bahwa walaupun genangan yang melanda pada siang hari relatif tidak setinggi puncak sebelumnya, ancaman dapat meningkat kembali dalam beberapa hari ke depan.

Penanganan tanggul dan kondisi pekerjaan lapangan

Upaya penanganan banjir rob melalui pembangunan tanggul dinilai belum sepenuhnya memberi perlindungan menyeluruh bagi permukiman warga. Setyo menjelaskan, tanggul yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Pati baru rampung sepanjang 75 meter.

Adapun pembangunan tanggul kedua sepanjang 90 meter masih berada pada tahap pemasangan pancang. Sementara itu, penanganan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah baru masuk tahap persiapan material.

Setyo menyebut rencana tahapan lanjutan pembangunan. “Tanggul pertama dari pemkab sudah selesai 75 meter. Tanggul kedua sepanjang 90 meter masih proses pancang. Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis rencana pemasangan pancang sepanjang 450 meter,” jelasnya.

Ia juga mengaku khawatir bila tinggi muka air kembali meningkat seperti yang sempat terjadi beberapa pekan lalu. Kekhawatiran tersebut muncul karena keterbatasan perlindungan infrastruktur tanggul yang belum mencapai keseluruhan rencana panjang.

Dampak ke aktivitas ekonomi warga tambak

Selain mengganggu permukiman, banjir rob turut berdampak langsung pada kegiatan ekonomi warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari usaha perikanan tambak. Genangan air laut membuat aktivitas budidaya tidak bisa berjalan normal selama kawasan tambak terendam.

Setyo mencontohkan, petani tambak budi daya ikan nila salin menjadi kelompok yang paling terdampak. Ia menjelaskan bahwa saat area tambak tergenang, budidaya tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

Ia menutup keterangannya dengan kekhawatiran terkait kemungkinan kenaikan air berikutnya. “Khawatir kalau naik lagi. Warga tidak bisa bekerja sebagai petani tambak budi daya ikan nila salin,” pungkasnya.

Rob yang kembali datang ini membuat warga harus menata ulang aktivitas di tengah jam-jam tertentu ketika genangan mulai meningkat. Meski tinggi air disebut tidak setinggi puncak banjir rob pada akhir Juni, situasi siang hari tetap membuat area permukiman kembali tergenang dan menjadi perhatian warga.

Di Desa Tunggulsari, kenaikan air mulai terpantau sejak Selasa pagi. Hingga siang hari, air rob merendam kembali permukiman di RT 5 dengan ketinggian sekitar 10 sampai 30 sentimeter, sehingga sejumlah rumah harus kembali beradaptasi dengan kondisi genangan yang datang lebih cepat dari sebelumnya.

Dari sisi penanganan, Setyo menilai perlindungan tanggul belum sepenuhnya mencakup rencana keseluruhan. Tanggul yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Pati baru selesai 75 meter, sementara tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam proses pemasangan pancang. Adapun langkah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih berada pada tahap persiapan material, dengan rencana pemasangan pancang pada Kamis sepanjang 450 meter.

Selain memengaruhi permukiman, genangan air laut juga mengganggu kegiatan ekonomi warga tambak. Setyo menyebut petani tambak budi daya ikan nila salin menjadi kelompok yang paling terdampak, karena saat kawasan tambak terendam, budidaya tidak dapat berjalan seperti yang seharusnya. Kekhawatiran warga terutama muncul bila air pasang kembali meningkat pada hari-hari berikutnya.