jurnalistik.co.id – Seorang istri penumpang maskapai Ryanair menceritakan detik-detik ketika suaminya nyaris tersedot keluar dari kabin pesawat saat penerbangan berlangsung, menggambarkan luka serius dan keadaan psikologis yang masih menghantuinya.
Svetlana Grković mengungkapkan kepada BBC Serbia bahwa suaminya, Ljubisa Karović, mengalami kondisi di mana “right shoulder and head were outside the plane” ketika insiden terjadi pada Jumat. Ia juga menyampaikan bahwa dua penumpang lain membantu menarik Karović kembali ke dalam kabin setelah hampir dua menit.
Grković menyebut dirinya memegang bagian kaki suaminya saat kejadian berlangsung. Menurutnya, situasi itu terasa tidak terbayangkan, karena tubuh suami berada di luar jendela pesawat dalam waktu yang singkat namun menegangkan.
Ketika menjelaskan apa yang ia lihat, Grković mengatakan: “We pulled him back together”. Ia menambahkan, “His entire face was deformed and blood was pouring from his nose and mouth.”
Dalam wawancara yang disampaikan ke media Serbia Nova, Grković menuturkan bahwa responsnya muncul secara spontan. “immediately reacted and grabbed his legs”, katanya, sembari memunculkan pikiran untuk menghadapi kemungkinan terburuk: “I thought: ‘If we die, we die together.’”
Ia juga menceritakan kepada penyiar publik Yunani, ERT, bahwa ada indikasi bagian dari mesin pesawat terlepas. Menurut Grković, bagian itu menghantam jendela di dekat suaminya, membuat kaca pecah, lalu menyebabkan terjadinya decompression di dalam kabin.
Sejumlah penumpang lain turut melaporkan bahwa mereka mendengar suara seperti ledakan. Meski demikian, penjelasan rinci mengenai pemicu insiden tersebut masih mengikuti proses penanganan dan pemeriksaan resmi.
Seorang penasihat teknis yang ditunjuk pihak keluarga menilai kejadian berawal dari kegagalan pada mesin sebelah kanan. Penilaian itu menyebut debris menabrak dan menghancurkan jendela kabin sebelum terjadi penurunan tekanan kabin secara cepat, namun kesimpulan tersebut belum dikonfirmasi oleh penyelidik.
Di luar keterangan keluarga, para penumpang sempat menyampaikan bahwa Karović menjaga sabuk pengamannya tetap terpasang. Hal itu, menurut laporan lokal, membantu orang-orang di dalam kabin untuk tetap memegang Karović saat kepala dan bahunya berada di luar pesawat.
Grković juga menyinggung kondisi terakhir suaminya. Ia menyebut Karović berusia 61 tahun “seriously injured and in shock”, serta menjelaskan, “It’s important to me that he’s alive… his hand is particularly badly injured, and he’s got burns. He’s not able to communicate, he doesn’t remember the whole event.”
Berita Terkait
Dalam pernyataan lain, ia mengatakan bahwa ketika suaminya mendengar tentang pesawat, ia langsung mulai gemetar. Grković menambahkan: “I am also in a very bad psychological state… I feared for our lives. I was afraid the plane was going to crash.”
Ia mengaku sulit memusatkan pikiran setelah insiden itu. Grković mengatakan kenangan visualnya tak kunjung hilang, bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Ia menggambarkan perasaannya dengan narasi langsung: “I am constantly doing something to take me mind of what happened, but those images just won’t leave. Yesterday I got into an elevator, and I suddenly felt a terrible sense of suffocation.” Ia lalu menyampaikan pertanyaan yang masih menggantung: “Now the question is whether we will ever get on a plane again.”
Menurut data pelacakan, pesawat berada di udara sekitar 10 menit sebelum secara tiba-tiba turun sejauh 9,000ft (2,700m). Pernyataan Ryanair menyebut penerbangan dari Thessaloniki menuju Memmingen kembali “shortly after take-off when a passenger window dislodged in flight”.
Ryanair menyatakan pesawat mendarat normal dan penumpang kembali ke terminal. Maskapai itu juga menyebut satu penumpang meminta dan menerima bantuan medis di darat di Thessaloniki.
Christina, sesama penumpang, mengatakan kepada Radio Thessaloniki bahwa mereka segera menyadari adanya decompression. Ia menggambarkan momen panik itu dengan kalimat: “There were screams… for a moment I thought someone had accidentally opened the emergency door”.
Sementara itu, Sofia menyampaikan pengalamannya bahwa mereka mengira pesawat akan jatuh. Ia mengatakan “The decompression was extreme. It felt like we couldn’t breathe. The man who was injured was bleeding and then lost consciousness several times, most likely because of the lack of oxygen and the shock.”
Pesawat yang terlibat, yang diduga berusia 18 tahun, dioperasikan oleh anak usaha Ryanair, Malta Air. Operator bandara Thessaloniki, Fraport Greece, menyatakan insiden sedang diselidiki oleh Hellenic Air and Rail Safety Investigation Authority.
Menurut laporan media lokal, Karović masih dirawat di rumah sakit. Penyelidikan terus berjalan untuk menentukan apa yang menyebabkan insiden serta bagaimana rangkaian kejadian berlangsung hingga terjadinya decompression.
Karena pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-800 buatan Amerika Serikat dan insiden terjadi di wilayah udara Makedonia Utara, penyelidik dari berbagai otoritas penerbangan internasional ikut membantu. Di antaranya termasuk Boeing, US Federal Aviation Administration, dan European Union Aviation Safety Agency.










