Olahraga

Tangis Lionel Messi Mengiringi Kekalahan Argentina dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

×

Tangis Lionel Messi Mengiringi Kekalahan Argentina dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Air Mata Lionel Messi Mengalir Usai Final Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 di Stadion Metlife, East Rutherford, pada 19 Juli 2026 berakhir menyakitkan bagi Argentina. Setelah skor 0-0 bertahan selama 90 menit, Spanyol akhirnya memecah kebuntuan melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 di babak kedua extra time.

Peluang Argentina untuk mempertahankan status juara dunia harus berhenti di laga penentuan. Spanyol dinobatkan sebagai juara Piala Dunia untuk kali kedua sepanjang sejarah, sementara Lionel Messi dan rekan-rekannya berakhir sebagai runner-up.

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, kesedihan terlihat jelas di wajah Messi. Kapten Argentina itu tampak larut dalam tangis sebelum menerima medali runner-up.

Airmatanya kembali terlihat ketika prosesi penyerahan trofi berlangsung. Messi menyaksikan gelar diberikan kepada Spanyol, dengan ekspresi duka yang masih melekat saat ia menunggu momen tersebut usai pertandingan.

Rasa kehilangan itu juga terlihat ketika Messi berjalan meninggalkan lapangan menuju lorong ruang ganti. Ketika suasana mulai mereda, langkahnya menunjukkan satu hal yang sulit disembunyikan: kecewa karena gagal meraih kemenangan di partai puncak.

Bagi Messi, laga ini terasa seperti pengulangan duka di panggung final. Pertandingan Piala Dunia 2026 menjadi final ketiga yang ia lakoni sepanjang kariernya di turnamen tersebut.

Pada Piala Dunia 2014, Argentina juga kandas di final setelah kalah 0-1 dari Jerman. Saat itu, Mario Goetze menjadi pembeda melalui gol yang menentukan hasil pertandingan.

Delapan tahun kemudian, giliran momen berbeda datang dalam perjalanan Messi. Pada final Piala Dunia 2022 di Qatar, Argentina akhirnya meraih trofi juara dunia setelah mengalahkan Perancis lewat adu penalti.

Kemenangan 2022 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Messi. Namun, pada edisi 2026, misi untuk menambah koleksi gelar juara dunia kembali tak berujung manis.

Argentina sebenarnya kembali tampil kuat hingga mencapai partai puncak. Di dalam kampanye tersebut, Messi disebut menjadi salah satu sosok penting yang berkontribusi besar bagi keberhasilan tim melaju sampai final.

Sepanjang turnamen, Messi tidak hanya menjadi penggerak permainan, tetapi juga berperan dalam menjaga arah dan daya saing Argentina. Ia tercatat memecahkan sejumlah rekor dan menjadi figur sentral di balik keberhasilan tim menembus babak terakhir.

Tetapi, kali ini langkah pasukan Lionel Scaloni terhenti oleh Spanyol. Spanyol mampu menjalankan rencana mereka dengan sabar, dan pada momen yang tepat, Ferran Torres mencetak gol yang mengubah jalannya laga.

Setelah pertandingan, momen-momen emosional mewarnai akhir perjalanan Argentina. Di tengah suasana penuh kekecewaan, pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, terlihat menghampiri Messi untuk memberikan dukungan.

Yamal tampak berusaha menghibur sang megabintang sebelum prosesi penyerahan medali berlangsung. Kehadiran dukungan dari lawan menunjukkan bahwa setelah persaingan sengit di lapangan, perhatian pada sosok Messi tetap terasa.

Spanyol merayakan hasil yang mereka raih dengan upaya yang konsisten sepanjang laga, termasuk ketika skor masih sama kuat pada menit-menit akhir waktu normal. Kegigihan tersebut berbuah pada extra time, ketika gol Ferran Torres membuat La Furia Roja memastikan gelar juara.

Bagi Messi, hasil runner-up tidak mengurangi besarnya perjalanan Argentina menuju final. Akan tetapi, tangis yang ia tunjukkan setelah peluit akhir menjadi gambaran paling nyata tentang betapa sulit menerima kenyataan bahwa gelar kali ini tidak jatuh ke pihaknya.

Di akhir laga, ekspresi duka Messi bukan hanya tentang satu pertandingan, melainkan juga tentang rentetan emosi yang menyertai perjalanan finalnya. Ia pernah merasakan kekecewaan di 2014, pernah menjemput kejayaan di 2022, dan kali ini harus kembali menelan pil pahit karena Argentina tidak mampu menembus kemenangan di partai puncak 2026.

Walau demikian, final Piala Dunia 2026 tetap memperlihatkan peran Messi sebagai tokoh utama yang tak pernah lepas dari perhatian turnamen. Ketika Argentina berakhir sebagai runner-up, kisah Messi tetap menjadi bagian paling menonjol dari laga—mulai dari perjuangan hingga tangis yang mengiringi kekalahan dari Spanyol.