jurnalistik.co.id – John Healey resmi menjadi bendahara negara Inggris beberapa minggu setelah pengunduran diri yang mengejutkan dari pos menteri pertahanan. Penunjukan ini menempatkannya memimpin pengelolaan keuangan pemerintah, menggantikan Rachel Reeves.
Healey dinilai sebagai sosok yang dapat diandalkan, sehingga keputusan mundurnya pada awal periode itu dianggap tidak biasa. Ia sebelumnya adalah menteri pertahanan di bawah pemerintahan Sir Keir Starmer.
Pengunduran Healey tercatat terjadi justru setelah ia menilai rencana investasi pertahanan pemerintah yang “much-delayed” tidak memenuhi kebutuhan. Dalam penilaiannya, rencana tersebut “fell “well short of what is required for defence and the country at this dangerous time””, sebuah kritik yang dianggap berdampak besar terhadap arah kebijakan.
Kritik itu memicu penegasan ulang dinamika internal di pemerintahan. BBC menyebut penilaian Healey terhadap rencana investasi pertahanan yang dinilai jauh dari target ikut mempercepat perubahan di Downing Street.
Kini, tanggung jawab Healey tidak lagi hanya berada pada ranah pertahanan. Sebagai Chancellor of the Exchequer, ia memegang peran penting dalam pendanaan semua bidang pemerintahan, dari strategi pertahanan hingga kebijakan lintas kementerian.
Ia menggantikan Rachel Reeves, yang menjabat bendahara negara sejak kemenangan pemilu besar Partai Buruh pada 2024. Peralihan ini sekaligus menjadi bagian dari reshuffle yang menyusul rentetan keputusan menjelang dan sesudah pergantian kepemimpinan pemerintahan.
Pengunduran diri Healey disebut datang pada momen yang berdekatan dengan kontestasi politik penting. Ia mundur beberapa hari sebelum Andy Burnham menghadapi by-election di Makerfield, yang ikut mempertegas kesan bahwa premiership Sir Keir sedang berada di fase yang rapuh.
Dalam narasi BBC, Healey memperoleh pujian dari beragam spektrum politik karena memilih mundur “on a matter of principle”. Ia dikatakan membentur Reeves, sosok yang kini ia gantikan sebagai bendahara negara, dalam konteks perbedaan sikap mengenai arah kebijakan fiskal dan komitmen pertahanan.
Dalam surat pengunduran dirinya, Healey secara tegas menyinggung posisi Treasury. Ia menuliskan bahwa Treasury “unwilling” untuk “commit the resources that the nation needs to defend the country at this time of rising threats”. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa keberatan Healey tidak hanya bersifat teknis, tetapi terkait prioritas sumber daya di tengah meningkatnya ancaman.
Menariknya, kembalinya Healey ke lingkar kabinet pada jabatan paling vital setelah perdana menteri dipandang sebagai kejutan yang lebih besar dibanding pengundurannya sendiri. Namanya bahkan tidak disebut dalam daftar dugaan awal siapa yang akan dipilih Burnham sebagai calon bendahara negara.
BBC melaporkan bahwa Burnham dan Healey memiliki kesamaan cara pandang terhadap banyak prioritas. Di antaranya adalah reindustrialisasi, isu biaya hidup, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Sebagai politisi Partai Buruh, Healey dikenal memiliki rekam jejak yang panjang di jajaran frontbench. Ia disebut hampir terus berada di barisan utama sejak 2001, dan mulai masuk parlemen pada era Tony Blair.
Berita Terkait
Healey memasuki parlemen pada pemilihan umum yang menghasilkan kemenangan besar Tony Blair pada 1997. Ia menjadi anggota parlemen untuk Wentworth, sebuah wilayah yang kemudian, akibat perubahan batas pemilihan, kini dikenal sebagai Rawmarsh dan Conisbrough.
Dalam pemilu 2024, ia mempertahankan kursi dengan mayoritas 6.908 suara, dengan kandidat Reform UK berada di peringkat kedua. Catatan ini memperlihatkan bahwa basis dukungannya tetap kuat meski terjadi dinamika politik yang cepat pada periode terakhir.
Pada awal 2000-an, Healey menjalani sejumlah jabatan menteri, termasuk di bidang perumahan, pemerintahan lokal, serta posisi di Treasury selama pemerintahan Blair dan Gordon Brown. Ia juga membantu Brown sebagai parliamentary private secretary.
Namun, minat utamanya disebut berada pada kebijakan perumahan. Saat Jeremy Corbyn menjadi pemimpin Partai Buruh, Healey menjabat sebagai shadow housing secretary. Meski demikian, ia dikatakan tetap mendukung upaya yang gagal untuk mengganti Corbyn pada 2016.
Ketika Sir Keir Starmer terpilih menjadi pemimpin Partai Buruh pada 2020, Healey kemudian ditunjuk menjadi shadow defence secretary. Ia lalu menjadi defence secretary ketika Partai Buruh berkuasa empat tahun kemudian.
Selama periode tersebut, Healey menonjol sebagai pendukung kuat Ukraina dalam perang melawan Rusia. Ia melakukan beberapa perjalanan ke Ukraina untuk bertemu Presiden Zelensky, memperlihatkan keterlibatan langsung dalam isu keamanan Eropa.
Di pertemuan pertamanya dengan sekutu NATO pada September 2024, Healey menyatakan keyakinan bahwa Partai Buruh dapat memenuhi komitmen peningkatan belanja pertahanan. Ia mengatakan ia “confident” Labour bisa “honour a commitment to increase defence spending” serta “make the decisions that allow us to set out a long-term plan to make our forces better equipped to fight and to deter the threats we face”.
Selain itu, Healey disebut mendorong investasi perumahan bagi keluarga anggota angkatan bersenjata. Ia menyiapkan rencana belanja sebesar ÂŁ9bn, yang menjadi salah satu jejak kebijakan saat ia memegang peran di bidang pertahanan.
Walau bergaya rendah hati dan tidak menonjol dalam gaya komunikasinya, Healey tetap menunjukkan kemampuan menyampaikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang dianggap menjadi lawan. Pada April tahun ini, ia memberikan pesan kepada Presiden Vladimir Putin dalam sebuah pengarahan terkait operasi “covert” oleh kapal selam Rusia.
Dalam pengarahan itu, Healey menyampaikan: “We see you. ”We see your activity over our cables and our pipelines, and you should know that any attempt to damage them will not be tolerated and will have serious consequences.” Kalimat tersebut menggambarkan pendekatan kebijakan yang menggabungkan pengawasan dengan konsekuensi yang tegas.
Berdasarkan latar belakangnya, Healey lahir di Wakefield pada tahun 1960 dan menempuh pendidikan di Lady Lumley’s Comprehensive School di Pickering, serta Peter’s School di York. Ia belajar social and political science di Christ’s College, Cambridge.
Sebelum terjun ke politik, ia bekerja sebagai jurnalis. Ia juga sempat mengedit The House, majalah internal Parlemen, sebelum akhirnya menjadi penyokong kampanye hak-hak disabilitas dan pejabat serikat pekerja. Ia dikenal telah merintis kiprah publik sebelum sepenuhnya masuk ke arena politik parlementer.
Healey menikah dan memiliki satu putra. Kini, setelah kembali ke level kabinet yang paling menentukan, fokusnya bergeser ke pengelolaan pendanaan negara—di saat berbagai kebijakan pemerintahan menuntut koordinasi yang rapat antara arah strategis dan kemampuan fiskal.












