Teknologi

Bitcoin Merosot ke Bawah US$80.000, Investor Ikuti Kebangkitan Saham Berbasis AI

×

Bitcoin Merosot ke Bawah US$80.000, Investor Ikuti Kebangkitan Saham Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Investor Cermati Tren AI - Teknologi

jurnalistik.co.id – Bitcoin kembali melemah dan bahkan jatuh ke bawah US$80.000, saat pelaku pasar menaruh perhatian pada kebangkitan kembali transaksi saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Pergerakan ini juga membuat beberapa kripto utama ikut turun.

Pada perdagangan Senin, harga Bitcoin merosot hingga 1,4% dan berada di bawah level US$79.280. Sejumlah token yang lebih kecil seperti Ether, XRP, dan Solana turut melemah pada waktu yang sama.

Tekanan jual pada aset digital itu muncul di tengah perubahan arus dana di produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang tercatat di AS. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan, terjadi penarikan dana sebesar US$772,4 juta pada Kamis dan Jumat.

Arus keluar tersebut berbalik tajam dari pola awal pekan yang mencatat masuk dana bersih lebih dari US$1 miliar. Dengan demikian, sentimen pasar yang sebelumnya terbantu aliran masuk justru berubah menjadi dorongan penjualan.

Thomas Probst, analis riset di Kaiko, menilai pergerakan ini tidak sepenuhnya bergerak seirama, melainkan dipengaruhi kombinasi faktor yang berbeda. “Bitcoin dan saham AI kemungkinan bereaksi terhadap faktor pendorong yang berbeda,” kata Thomas Probst, analis riset di Kaiko.

Ia menambahkan, penurunan juga diperbesar oleh likuidasi paksa atas posisi beli (long) yang menggunakan leverage. Kondisi tersebut membuat penurunan menjadi lebih cepat dibanding ketika pembeli hanya melemah secara bertahap.

Di sisi lain, Pratik Kala, manajer portofolio di Apollo Crypto, menggambarkan bahwa Bitcoin masih tergolong aset berisiko yang dihindari oleh banyak dana sistematis dan pedagang algoritmik. Menurutnya, karakter ini membuat Bitcoin rentan apabila sentimen pasar memburuk.

Kala menyebut posisi Bitcoin di kelompok aset berisiko tersebut berpotensi membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap perubahan persepsi pelaku pasar. Ketika risiko mulai dijauhi, minat terhadap aset bergejolak seperti kripto cenderung ikut menurun.

Pergerakan pasar terjadi menjelang rilis kinerja pekan ini dari raksasa teknologi, serta menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Dalam periode seperti ini, pelaku pasar biasanya lebih selektif menata ulang eksposur, terutama pada aset yang volatilitasnya tinggi.

Dengan investor yang kembali memantau sinyal dari ekosistem saham berbasis AI, Bitcoin justru menunjukkan dinamika tersendiri di luar narasi tersebut. Namun, kombinasi arus dana ETF, efek likuidasi leverage, serta kehati-hatian dana sistematis dan algoritmik ikut memberi tekanan pada harga.

Hasilnya, ketika Bitcoin turun di bawah US$80.000, efek rambat ke token besar lain juga terasa. Ether, XRP, dan Solana sama-sama melemah, menandakan suasana pasar yang cenderung defensif.

Dalam lanskap yang dipenuhi pemantauan terhadap katalis dari teknologi dan kebijakan moneter, pasar tampak berada pada fase transisi. Fokus investor tidak hanya diarahkan pada satu kelas aset, tetapi juga pada cara faktor-faktor pendorong yang berbeda menular ke pergerakan harga kripto.

Perubahan arus pada ETF spot Bitcoin juga mempertegas bahwa sentimen pasar tidak hanya dipengaruhi arah harga, tetapi oleh preferensi alokasi yang ikut berubah cepat. Setelah awal pekan mencatat masuk dana bersih lebih dari US$1 miliar, laporan kemudian menunjukkan pembalikan arah menjadi penarikan sebesar US$772,4 juta pada Kamis dan Jumat. Pergeseran ini membuat pelaku pasar cenderung membaca pergerakan sebagai sinyal untuk mengurangi eksposur.

Selain itu, penurunan yang terjadi relatif lebih “tajam” dijelaskan oleh gabungan faktor teknis dan psikologis. Likuidasi paksa atas posisi long berbasis leverage mempercepat dorongan jual, sementara karakter Bitcoin sebagai aset berisiko membuatnya lebih mudah merasakan efek jika persepsi pelaku pasar memburuk. Di tengah momen menjelang rilis kinerja perusahaan teknologi dan keputusan suku bunga The Fed, kehati-hatian investor biasanya mendorong penataan ulang posisi secara selektif—dan kondisi seperti ini ikut tercermin pada pelemahan Ether, XRP, serta Solana.