Teknologi

Harga Rp16 Juta, Google Luncurkan Laptop AI “Googlebook” dengan OS Mirip Android

×

Harga Rp16 Juta, Google Luncurkan Laptop AI “Googlebook” dengan OS Mirip Android

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Google Rilis Laptop AI ‘Googlebook’ Harga Rp16 Juta, Bisa Apa? - Teknologi

jurnalistik.co.id – Google resmi mengumumkan harga dan spesifikasi untuk laptop AI pertamanya yang diberi nama “Googlebook”. Langkah ini sekaligus menandai upaya perusahaan masuk ke pasar laptop kelas atas, tempat kecerdasan buatan menjadi fitur bawaan yang makin dianggap standar.

Perangkat tersebut dijual dengan harga mulai dari US$899, atau setara “Rp16 jutaan” sesuai informasi yang disampaikan dalam pengumuman. Dengan skema harga premium, Googlebook ditujukan untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Android, sekaligus untuk para pengembang perangkat lunak.

Di sisi pengalaman pengguna, fokus utama yang ditekankan adalah integrasi kecerdasan buatan ke dalam keseharian memakai laptop. Google menyebut upayanya menghadirkan Gemini AI agar menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan “Googlebook”.

Target pasar dan arah pengembangan

Google—yang memperoleh pendapatan sebagian besar dari iklan dan layanan—menempatkan laptop ini sebagai produk untuk menyatukan penggunaan perangkat berbasis Android dengan kemampuan AI. Sameer Samat, eksekutif yang bertanggung jawab atas ekosistem Android Google, mengatakan tujuan dorongan pengembangan laptop ini adalah memberi perangkat yang mampu berpadu dengan ponsel Android serta dibekali fitur AI “yang benar-benar berguna”.

Pernyataan Sameer Samat disampaikan dari New York pada pekan lalu, saat perusahaan merincikan rincian awal perangkat. Lewat penjelasan tersebut, perusahaan ingin memastikan AI tidak berhenti pada presentasi fitur, tetapi benar-benar dirasakan dalam pengalaman harian pengguna.

Untuk mendekatkan laptop dengan kebiasaan pengguna Android, Googlebook dirancang agar selaras dengan cara orang memanfaatkan perangkat di ekosistem yang sama. Dengan begitu, perangkat tidak hanya berdiri sebagai laptop konvensional, melainkan juga sebagai perpanjangan ekosistem Android yang lebih kaya kemampuan.

Kolaborasi pabrikan dan karakter desain

Google tidak merakit sistemnya sendiri. Perusahaan bekerja sama dengan lima produsen untuk membuat laptop Googlebook: Acer Inc., Asustek Computer Inc., Dell Technologies Inc., HP Inc., dan Lenovo Group Ltd.

Kerja sama lintas produsen tersebut turut menjelaskan mengapa detail perangkat bisa berbeda-beda, mulai dari desain hingga spesifikasi teknis seperti prosesor dan kapasitas penyimpanan. Walau demikian, pengumuman menyebut ada beberapa elemen yang dibuat serupa agar pengalaman pengguna tetap konsisten.

Salah satu kesamaannya berada pada layout keyboard yang serupa di jajaran perangkat. Google juga menampilkan komponen yang disebut “Glowbar”, yaitu bagian yang bisa menampilkan tingkat baterai sekaligus animasi khusus, sehingga pengguna memperoleh indikator visual yang seragam.

Selain dua ciri utama tersebut, Googlebook juga berjalan pada sistem operasi yang “mirip Android”. Dengan pendekatan ini, perusahaan tampaknya berupaya mempertahankan nuansa antarmuka yang dikenal pengguna Android ketika perangkat digunakan sebagai laptop.

Harga yang berbeda, desain yang bervariasi, serta perbedaan spesifikasi seperti prosesor dan penyimpanan membuat Googlebook tidak menjadi satu model tunggal. Namun, keberadaan layout keyboard serupa dan Glowbar dimaksudkan menjadi penanda identitas yang menyatukan lini produk tersebut.

Peran Gemini AI dalam pengalaman laptop

Dari seluruh penjelasan yang disampaikan, keterkaitan Googlebook dengan Gemini AI menjadi benang merah paling jelas. Google menegaskan bahwa perusahaan berupaya menjadikan Gemini AI sebagai elemen penting dalam pengalaman memakai laptop.

Dengan kata lain, fokusnya bukan sekadar menambahkan label “AI”, melainkan menyematkan kecerdasan buatan ke dalam alur penggunaan yang sehari-hari. Hal ini juga sejalan dengan tujuan yang disebut Sameer Samat, yakni menghadirkan fitur AI yang benar-benar berguna dalam keseharian pengguna.

Untuk ekosistem dan aplikasi, Googlebook diposisikan sebagai perangkat yang bisa menarik perhatian pengguna Android sekaligus memberi ruang bagi pengembang software. Kombinasi target ganda tersebut—pengguna dan pengembang—mendorong perusahaan agar laptop berfungsi sebagai platform, bukan hanya perangkat periferal.

Secara keseluruhan, Googlebook digambarkan sebagai langkah awal Google di segmen laptop kelas atas yang memadukan OS mirip Android, desain dengan kesamaan tertentu seperti layout keyboard dan Glowbar, serta integrasi Gemini AI sebagai bagian dari pengalaman. Dengan kolaborasi bersama lima produsen besar dan penetapan harga mulai US$899, Google mencoba memperluas jangkauan ekosistem Android ke bentuk laptop yang lebih premium.