Teknologi

MacBook Pro Layar Sentuh Resmi Meluncur, Harga Tertinggi Rp263 Juta

×

MacBook Pro Layar Sentuh Resmi Meluncur, Harga Tertinggi Rp263 Juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: MacBook Pro Layar Sentuh Resmi Rilis, Versi Termahal Rp263 Juta - Teknologi

jurnalistik.co.id – Apple resmi merilis MacBook Pro layar sentuh, menandai lompatan lain dalam portofolio laptop perusahaan setelah perangkat itu didesain ulang secara menyeluruh. Peluncuran ini terjadi pada 29 Oktober 2026, dan membawa perubahan yang langsung terasa dari cara perangkat berinteraksi dengan pengguna.

Dalam laporan yang menyertai rilis tersebut, Apple disebut menghadirkan laptop yang sepenuhnya didesain ulang. Pada saat yang sama, perangkat ini juga dilengkapi fitur Dynamic Island, sebuah elemen yang sebelumnya lebih identik dengan produk lain di ekosistem Apple.

Yang menarik, hadirnya layar sentuh pada MacBook Pro ternyata berseberangan dengan sikap Steve Jobs di masa akhir kepemimpinannya. Konteks historis ini membuat rilis terbaru Apple terlihat bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan juga perubahan posisi perusahaan terhadap fitur yang dulu justru dikritik.

Perubahan arah dari penolakan Steve Jobs

Steve Jobs pernah mengecam keras keberadaan layar sentuh pada Mac yang diperkenalkan pada periode akhir kepemimpinannya. Dalam teks yang sama, Jobs disebut bahkan pernah menyebut layar sentuh sebagai “sangat buruk secara ergonomis.”

Kritik Jobs itu muncul dalam narasi yang merujuk pada gelaran “Pro and tell.” Setelah itu, sikap Apple tampak konsisten menolak gagasan layar sentuh untuk Mac dalam beberapa waktu, sehingga adopsi pada MacBook Pro terbaru terasa sebagai kebalikan langsung dari yang pernah disuarakan.

Setelah Jobs, Tim Cook kemudian menyoroti pendekatan itu dengan analogi yang menekankan perbedaan fungsi antara perangkat. Menurut catatan dalam sumber, Cook menyebut menggabungkan laptop dan tablet akan “seperti menggabungkan kulkas dan pemanggang roti.”

Di luar pernyataan Cook, teks juga menyebut bahwa eksekutif perusahaan lainnya sempat menertawakan gagasan tersebut dalam wawancara. Dengan latar itu, rilis MacBook Pro layar sentuh kini menjadi bukti bahwa perusahaan pada akhirnya mengubah orientasi terhadap cara pengguna berinteraksi dengan perangkat.

Apple juga disebut merilis MacBook Pro layar sentuh perdana mereka dengan pembaruan yang signifikan. Untuk pasar, hadirnya versi dengan harga tertinggi—sebesar Rp263 juta—menjadi salah satu sorotan dari pengumuman tersebut.

Desain lebih tipis dan mengadopsi OLED

Dari sisi fisik, MacBook Pro dengan layar sentuh ini disebut memiliki wujud yang lebih ringan dan lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. Apple juga menyiapkan dua ukuran perangkat, yakni 14 inci dan 16 inci.

Perubahan lain yang disebut dalam sumber adalah penggunaan teknologi layar organic light-emitting diode (OLED). Ini menjadikannya perangkat Mac pertama yang mengadopsi OLED, setelah teknologi tersebut sebelumnya sudah lama hadir pada perangkat iPad dan iPhone.

Adopsi OLED pada MacBook Pro membuat perangkat ini tampil dengan karakter layar yang berbeda dari opsi yang selama ini umum pada lini laptop Apple. Namun, poin utama yang ditegaskan dalam teks tetap pada fakta bahwa fitur layar sentuh dan pilihan OLED hadir bersamaan dalam produk baru tersebut.

Selain pembaruan layar, rilis ini juga disebut membawa bentuk “laptop yang sepenuhnya didesain ulang.” Dengan kata lain, sumber tidak hanya menyoroti hadirnya sentuhan sebagai fitur tambahan, melainkan menekankan bahwa perubahan yang dibawa Apple mencakup desain dasar perangkat.

Dalam narasi yang sama, perangkat MacBook Pro layar sentuh disebut resmi rilis dan tampil sebagai bagian dari langkah transformasi produk. Elemen seperti Dynamic Island ikut dimasukkan ke dalam paket fitur yang melekat pada laptop baru tersebut, sehingga pembaruan Apple tidak berhenti pada aspek layar saja.

Untuk mereka yang mengikuti perkembangan produk Apple, kombinasi berbagai perubahan ini—dari desain yang lebih ringan dan tipis, pilihan ukuran 14 dan 16 inci, hingga layar OLED—membentuk gambaran bahwa Apple menggeser arah desain laptopnya secara menyeluruh.

Di sisi lain, perubahan arah sikap juga tampak nyata jika ditarik kembali ke catatan kritik Steve Jobs yang pernah menyebut layar sentuh “sangat buruk secara ergonomis.” Dengan rilis saat ini, Apple terlihat akhirnya mengadopsi fitur yang dulu ditolak tegas, sementara Tim Cook dan para eksekutif lain yang sebelumnya menertawakan gagasan tersebut kini tidak lagi menjadi penghalang bagi hadirnya MacBook Pro layar sentuh.

Dengan demikian, MacBook Pro layar sentuh bukan hanya soal spesifikasi teknis seperti OLED, ukuran 14 dan 16 inci, atau desain yang lebih ramping. Produk ini juga membawa jejak perubahan keputusan Apple dari sikap historis yang pernah sangat menentang, hingga akhirnya menghadirkan versi tertinggi yang disebut mencapai Rp263 juta.