Bisnis & Ekonomi

Sekitar Sebulan Setelah Tercatat di BEI, RANS Mulai Realisasikan Dana IPO Rp 429,25 Miliar

×

Sekitar Sebulan Setelah Tercatat di BEI, RANS Mulai Realisasikan Dana IPO Rp 429,25 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sebulan Melantai di Bursa, RANS Ungkap Penggunaan Dana IPO

jurnalistik.co.id – Sekitar satu bulan setelah resmi masuk ke perdagangan di Bursa Efek Indonesia, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mulai menggarap realisasi dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Perseroan tercatat di BEI pada 10 Juli 2026.

Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp 429,25 miliar. Berdasarkan prospektus, porsi tertentu dari dana IPO sudah ditetapkan untuk tujuan spesifik, sementara sisanya masih berjalan mengikuti tahapan internal yang direncanakan.

Realisasi dana IPO untuk pelunasan utang

Prospektus RANS menyebutkan sekitar Rp 29,95 miliar atau 6,98 persen dari dana IPO dialokasikan untuk pelunasan kredit investasi. Pada tahap awal setelah listing, manajemen menyampaikan bahwa realisasi yang sudah dilakukan berkaitan dengan kewajiban tersebut.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menjelaskan bahwa penggunaan dana IPO yang baru terealisasi saat ini adalah untuk menyelesaikan utang. Ia menegaskan langkah tersebut masih berada dalam proses dan selaras dengan prospektus perusahaan.

“Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang. Ini sekarang, semuanya masih on going, sesuai dengan prospektus,” kata Nagita dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Selain menyoroti realisasi yang berjalan, Nagita juga menyampaikan bahwa penggunaan dana pada tahap berikutnya akan dilakukan sesuai rencana dalam prospektus. Dengan demikian, alur pemanfaatan dana IPO masih mengikuti jadwal yang telah disusun oleh perseroan.

Perusahaan juga menyebutkan bahwa penggunaan dana IPO lainnya masih dalam proses di internal perseroan. Artinya, selain komponen pelunasan kredit investasi, rencana penggunaan dana belum seluruhnya berpindah ke eksekusi di fase awal pasca-listing.

Penguatan kerja sama dengan Mayora Group

Di saat yang sama, RANS terus memperkuat kerja sama strategis dengan Mayora Group. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk pengembangan berbagai intellectual property (IP) sekaligus pengalaman hiburan.

Ruang lingkup kerja sama dinyatakan mencakup beberapa lini kegiatan, mulai dari live entertainment, musik, festival, hingga family experience. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menempatkan kegiatan hiburan sebagai wadah untuk mengembangkan IP dan sekaligus memperluas interaksi dengan audiens.

Salah satu program yang disebut menjadi bagian dari kerja sama ialah RANS Carnival dan Cipungland yang digelar di Lombok. Manajemen menilai program-program semacam ini dapat menjadi titik temu antara pengembangan konten, penyajian pengalaman, dan keterlibatan publik.

“Nagita mengatakan kerja sama dengan Mayora tidak hanya untuk mengembangkan IP dan kegiatan hiburan, tetapi juga dapat memperluas pemasaran produk-produk Mayora melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan RANS,” kata pengantar pemberitaan dalam konferensi pers tersebut.

Lebih lanjut, Nagita menuturkan bahwa RANS Carnival juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Menurutnya, dampak kegiatan tidak berhenti pada brand tertentu atau konten semata, melainkan merembet ke masyarakat di sekitarnya.

“Jadi, kita membawa keseruan buat masyarakat, terus kita bawa UMKM-UMKM juga untuk berjualan. Jadi, kayaknya dampaknya tidak hanya langsung ke brand tersebut, tidak langsung ke konten, tapi ke seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya,” kata Nagita.

Nagita juga menyampaikan harapannya agar kegiatan yang digelar dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi perusahaan kecil dan UMKM yang terlibat dalam berbagai aktivitas RANS. Ia menekankan bahwa manfaat yang muncul dinilai akan bertambah seiring keberlanjutan kegiatan tersebut.

“Jadi, dampaknya pasti akan lebih besar lagi, impact juga lebih besar lagi, terhadap perusahaan-perusahaan kecil,” ucap Nagita.

Sekilas, kombinasi antara penggunaan dana IPO pada tahap awal dan penguatan kolaborasi bisnis menjadi dua arah yang saling melengkapi bagi RANS. Pada fase awal pasca-listing, perseroan memfokuskan realisasi dana pada pelunasan utang, sementara strategi pengembangan IP dan pengalaman hiburan terus dijalankan lewat kemitraan yang sudah disepakati.