Teknologi

Schneider Akuisisi Shelly, Produsen Smart Device, Senilai Rp25 Triliun

×

Schneider Akuisisi Shelly, Produsen Smart Device, Senilai Rp25 Triliun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Schneider Akuisisi Produsen Smart Device Shelly Rp25 Triliun - Teknologi

jurnalistik.co.id – Schneider Electric SE menyetujui akuisisi perusahaan perangkat cerdas untuk rumah tangga, Shelly Group SE. Kesepakatan ini ditaksir sekitar €1,2 miliar atau US$1,4 miliar, setara Rp25,07 triliun, tanpa memperhitungkan utang.

Dalam pengumumannya, perusahaan asal Prancis itu menyebut akan memulai penawaran tender sebesar €70 per saham. Langkah ini sekaligus mengonfirmasi pemberitaan sebelumnya yang menyatakan kedua perusahaan tengah membahas kemungkinan transaksi.

Reaksi pasar terlihat pada pergerakan saham Shelly. Pada pukul 09.25 waktu setempat di Frankfurt, harga saham Shelly naik 4,9% menjadi €67,60.

Kenaikan tersebut tercatat sekitar 20% di atas level yang berada di akhir Juli. Kinerja itu muncul tepat setelah laporan yang menyebut pembicaraan Schneider dan Shelly mulai berkembang.

Schneider mengungkap bahwa investor terbesar Shelly adalah para pendiri perusahaan. Dimitar Stoyanov Dimitrov dan Svetlin Iliev Todorov secara gabungan memiliki 57% saham.

Kedua pendiri itu, menurut keterangan Schneider Electric, mendukung akuisisi tersebut. Dukungan pemegang saham mayoritas menjadi salah satu faktor yang memperjelas arah transaksi bagi pemegang saham lain.

Secara bisnis, Shelly beroperasi di ekosistem Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menghadirkan otomatisasi di kehidupan rumah tangga. Produk-produk Shelly ditujukan agar perangkat di rumah dapat saling terhubung dan mendukung pengelolaan berbagai kebutuhan harian secara lebih praktis.

Portofolio Shelly mencakup sensor pintar, sistem pencahayaan, serta stopkontak pintar. Dengan kombinasi komponen tersebut, layanan yang ditawarkan perusahaan memungkinkan rumah tangga memanfaatkan perangkat cerdas untuk berbagai skenario, mulai dari pemantauan hingga kontrol perangkat.

Dalam konteks kesepakatan ini, tujuan penguatan bisnis Schneider berfokus pada area perangkat rumah pintar. Akuisisi Shelly diposisikan sebagai langkah untuk memperkuat pendapatan Schneider dari segmen perangkat cerdas untuk kebutuhan rumah tangga.

Nilai transaksi yang disepakati juga mencerminkan bobot bisnis Shelly di pasar perangkat IoT. Schneider menempatkan penawaran tender pada angka €70 per saham sebagai bentuk proses pengambilalihan yang terukur, sekaligus memberi sinyal tingkat valuasi atas perusahaan asal Bulgaria tersebut.

Bagi Shelly, rencana tender menjadi tahapan penting setelah gelombang pembicaraan pasar mulai terungkap. Pergerakan saham yang menguat sejak laporan publik sebelumnya menunjukkan bahwa eksekusi kesepakatan dipantau ketat oleh investor.

Sementara itu, keterlibatan pendiri yang memegang 57% saham memberikan gambaran mengenai posisi pemegang kendali perusahaan. Dukungan kedua pendiri tersebut menjadi bagian dari narasi persetujuan yang disampaikan Schneider Electric dalam konteks transaksi.

Dengan karakter bisnis Shelly yang bertumpu pada perangkat IoT untuk rumah tangga, akuisisi ini juga memperluas jejak Schneider pada ekosistem smart home. Variasi produk seperti sensor pintar, sistem pencahayaan, hingga stopkontak pintar menjadi fondasi yang dapat terintegrasi ke rangkaian solusi perusahaan, sesuai arah strategi yang dibawa Schneider.

Kesepakatan akuisisi Schneider dan Shelly dengan nilai setara Rp25,07 triliun menandai dorongan baru di persaingan perangkat rumah pintar. Setelah tender dimulai pada skema €70 per saham, perhatian pasar akan mengarah pada respons pemegang saham Shelly dan kelanjutan proses transaksi hingga penetapan hasil akhirnya.

Harga yang dipatok untuk penawaran tender, yakni €70 per saham, sekaligus menjadi rujukan utama yang kini dipakai pelaku pasar untuk menilai tingkat valuasi transaksi. Dengan kerangka penetapan tersebut, proses akuisisi tidak berhenti pada wacana, melainkan masuk ke tahap yang lebih terukur, sehingga perhatian investor bergeser pada langkah-langkah berikutnya dalam mekanisme pengambilalihan dan respons dari pemegang saham yang tersisa.

Di sisi lain, struktur kepemilikan yang ditopang porsi 57% dari para pendiri ikut memberi bobot pada dinamika persetujuan. Ketika investor terbesar berasal dari pihak internal yang mendukung rencana akuisisi, tekanan ketidakpastian bagi pemegang saham lain cenderung menurun. Hal ini turut menjelaskan mengapa pembicaraan yang berkembang kemudian direspons dengan antusiasme pasar, tercermin dari penguatan harga saham Shelly.

Secara operasional, Shelly berakar pada ekosistem IoT untuk kebutuhan rumah tangga, dengan perangkat seperti sensor pintar, sistem pencahayaan, serta stopkontak pintar yang saling terhubung. Relevansi bisnis tersebut menjadi alasan akuisisi diposisikan sebagai penguatan segmen smart home Schneider, yakni memperluas portofolio perangkat cerdas yang dapat digunakan untuk berbagai skenario harian. Dengan integrasi ekosistem seperti ini, Schneider diharapkan memperoleh tambahan dorongan pendapatan dari aktivitas perangkat cerdas untuk rumah tangga, sejalan dengan arah strategi yang ingin diperjelas melalui transaksi.