Teknologi

Unit Pendingin Swalayan di Eropa Diduga Diserang Siber, Suhu Lemari Es Berubah Mendadak

×

Unit Pendingin Swalayan di Eropa Diduga Diserang Siber, Suhu Lemari Es Berubah Mendadak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Swalayan di Seluruh Eropa Jadi Korban Serangan Siber - Teknologi

jurnalistik.co.id – Pada Senin, sejumlah supermarket di Eropa melaporkan adanya dugaan serangan siber yang memengaruhi unit pendingin di dalam toko, termasuk lemari es dan freezer, sehingga suhu berubah secara mendadak.

Laporan yang dimuat pada 03 November 2026 pukul 16.25 itu menyebut bahwa kasus serupa terjadi pada ruang pendingin di beberapa negara. Insiden dilaporkan muncul di Belgia, Irlandia, Swedia, Finlandia, dan Estonia.

Menurut laporan Bloomberg News yang ditulis Charlotte Hughes-Morgan, Christopher Jungstedt, dan Jordan Robertson, dampak insiden yang terjadi di berbagai negara tersebut tampak lebih terbatas dibanding gangguan yang lebih luas di Prancis pada bulan lalu.

Di Prancis, masalah yang dikaitkan dengan serangan siber disebut berpotensi memengaruhi puluhan lokasi. Sementara itu, untuk rangkaian kasus terbaru di Eropa, keseluruhan dampak yang dilaporkan dinilai tidak sebesar skenario di Prancis.

Gangguan dilaporkan di sejumlah jaringan ritel

Di Belgia, pengelola swalayan mulai dari Ahold Delhaize NV, Carrefour SA, hingga Spar melaporkan adanya masalah pada lemari es dan freezer di toko-toko mereka. Perubahan suhu yang mendadak tersebut menjadi bagian dari rangkaian gangguan yang dilaporkan pada unit pendingin.

Jaringan swalayan di Swedia, Irlandia, dan Finlandia juga mengalami dampak yang serupa. Dalam laporan yang mengutip pernyataan juru bicara serta laporan media lokal, para penjual bahan makanan terpaksa membuang makanan akibat kondisi penyimpanan yang tidak sesuai.

Selain jaringan swalayan utama, Ikea juga menyatakan bahwa salah satu tokonya di Mons, Belgia, terkena dampak. Pernyataan tersebut muncul dalam konteks bahwa gangguan yang dilaporkan tidak hanya menyasar satu jenis toko, tetapi melibatkan unit pendingin pada beberapa operator ritel.

Perusahaan pendingin menyebut produknya terdampak

Juru bicara produsen sistem pendingin asal Denmark, Danfoss, menyampaikan bahwa insiden di seluruh Eropa melibatkan produk-produk buatan perusahaannya. Pernyataan itu disebut sejalan dengan pola yang terjadi pada kasus di Prancis pada bulan Oktober sebelumnya.

Dalam laporan tersebut, keterkaitan antara gangguan pada unit pendingin dengan produk Danfoss menjadi salah satu poin yang menonjol. Artinya, pemasok sistem pendingin menyatakan bahwa produk yang digunakan pada unit di beberapa lokasi yang dilaporkan masuk dalam cakupan insiden.

Kasus yang dipantau pada Senin memperlihatkan bahwa masalah pada suhu penyimpanan di area ritel dapat muncul secara mendadak, sehingga operasional toko terpengaruh. Dampak langsung yang dilaporkan mencakup kebutuhan untuk menyingkirkan stok makanan yang terdampak perubahan suhu.

Rangkaian laporan dari berbagai negara ini juga menunjukkan bahwa dugaan serangan siber yang menargetkan perangkat pendingin tidak berhenti pada satu wilayah. Sebagai perbandingan, Prancis disebut mengalami gangguan yang lebih luas pada bulan lalu, sedangkan kasus terbaru di Belgia, Irlandia, Swedia, Finlandia, dan Estonia dinilai memiliki cakupan yang lebih terbatas.

Hingga saat laporan itu dipublikasikan, rincian mengenai skala teknis dan penyebab yang mendasari dugaan serangan siber tersebut belum diuraikan secara lebih panjang. Namun, komunikasi dari pihak-pihak terkait—mulai dari operator swalayan hingga Danfoss—mempertegas bahwa unit lemari es dan freezer menjadi pusat perhatian akibat perubahan suhu yang terjadi pada hari Senin.

Sejumlah operator ritel di kawasan tersebut melaporkan pola yang sama: sistem pendingin di dalam toko mengalami perubahan suhu yang terjadi cepat, memicu gangguan operasional harian. Kondisi itu kemudian berujung pada langkah pembuangan produk yang dinilai tidak lagi memenuhi standar penyimpanan.

Dalam keterangan yang beredar, perusahaan produsen sistem pendingin juga menegaskan bahwa kejadian di Eropa berkaitan dengan produknya. Pernyataan tersebut menempatkan perangkat dan komponen yang digunakan pada unit lemari es serta freezer di berbagai lokasi sebagai elemen yang masuk dalam cakupan dugaan insiden.

Meski belum ada penjelasan rinci mengenai aspek teknis maupun akar masalah, rangkaian kabar dari beberapa negara menunjukkan bahwa perhatian utama terpusat pada dampak perubahan suhu. Perbandingan dengan Prancis disebut memperlihatkan perbedaan tingkat gangguan, di mana kasus terbaru dinilai tidak seluas gangguan yang lebih besar pada bulan sebelumnya.