jurnalistik.co.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat guna membahas upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Usulan pertemuan itu, menurut Zelensky, telah disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam percakapan telepon. Zelensky menilai format pertemuan di AS akan membuat Putin jauh lebih sulit untuk menolak ajakan tersebut.
Dalam pidato video yang diunggah ke media sosial, Zelensky mengatakan, “Pada Minggu kemarin, kami membahas dengan Presiden Trump bahwa pertemuan semacam itu dapat diadakan di AS, dalam format yang akan membuat Putin jauh lebih sulit untuk menolak,” kata Zelensky dalam pidato video yang diunggah ke media sosial, seperti dikutip Reuters. “Kita akan melihat apa yang terjadi dari hal ini. Jika Rusia kembali menolak kesempatan ini, tekanan tambahan akan diperlukan,” lanjutnya.
Zelensky juga mengaitkan langkah tersebut dengan penawaran sebelumnya. Dia menyebut Rusia disebut mengabaikan tawaran pertemuan langsung dengannya di sela-sela KTT G7 di Prancis yang dimulai pada Senin.
“Kemarin kami menyampaikan pesan bahwa kami siap bertemu dengan Putin selama G7, karena Trump ada di sana dan Macron juga ada di sana, jadi Eropa ditambah Amerika. Ini adalah kesempatan yang baik, menurut saya sangat baik, untuk bertemu bersama,” ujar Zelensky kepada wartawan.
Selanjutnya, Zelensky menegaskan bahwa negara-negara Eropa dan Amerika Serikat telah menyepakati kemungkinan pertemuan tersebut. Namun, dia mengatakan Rusia tetap menunjukkan sikap enggan untuk berdialog. “Eropa dan Amerika Serikat sudah sepakat dan Rusia sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak siap untuk berbicara,” katanya.
Seorang pejabat Ukraina menyampaikan bahwa proposal pertemuan itu sudah disampaikan kepada pihak Amerika Serikat dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Pejabat tersebut juga menyebut Ukraina telah menyampaikan undangan secara langsung kepada pihak Rusia, tetapi hingga kini belum menerima jawaban yang jelas.
Zelensky sebelumnya juga telah mengirim surat terbuka kepada Putin yang berisi tawaran pertemuan tatap muka. Menurut laporan yang disebut dalam artikel ini, Putin mengatakan dirinya tidak melihat alasan untuk bertemu sebelum ada kesepakatan damai yang siap dibahas.
Perang masih terus berlangsung. AFP melaporkan sebuah foto yang diambil dan dirilis oleh Dinas Darurat Negara Ukraina pada Rabu (9/7/2025) memperlihatkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api setelah serangan Rusia di wilayah Kyiv di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam konteks yang sama, Zelensky menyampaikan pernyataannya setelah serangan Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv pada Senin (15/6/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang.
Menurut penjelasan Zelensky, gagasan pertemuan itu bukan sekadar wacana, tetapi merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sudah terjadi dengan pihak Amerika Serikat. Ia menilai ada pertimbangan politik yang membuat skenario pertemuan di Washington menjadi lebih sulit untuk dihindari, sehingga sekaligus membuka ruang untuk menilai respons Rusia terhadap tawaran dialog tersebut.
Di saat yang sama, Zelensky menempatkan tawaran tersebut dalam kerangka yang lebih luas mengenai upaya mengakhiri perang. Ia menyatakan bahwa apabila Rusia kembali tidak menerima kesempatan pertemuan, maka pihak Ukraina siap mendorong adanya langkah lanjutan berupa tekanan tambahan, sebagai bentuk konsekuensi dari penolakan yang berulang.
Terkait undangan yang pernah disampaikan, Zelensky mengungkap bahwa Rusia sebelumnya juga disebut mengabaikan tawaran pertemuan tatap muka di sela-sela KTT G7 di Prancis. Ia juga mengaitkan konteks itu dengan adanya pernyataan dari Putin bahwa pertemuan tidak dianggap perlu sebelum ada kesepakatan damai yang dapat dibahas, sehingga perbedaan pandangan mengenai prasyarat menjadi salah satu hambatan utama.
Namun, terlepas dari dinamika diplomasi, situasi di medan perang tetap berlangsung. AFP melaporkan foto dari Dinas Darurat Negara Ukraina pada Rabu (9/7/2025) yang memperlihatkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api setelah serangan Rusia di wilayah Kyiv. Pada Senin (15/6/2026), serangan Rusia juga menghantam Kyiv dan Kharkiv dan menewaskan sedikitnya 10 orang, menggambarkan bahwa upaya negosiasi terjadi di tengah intensitas konflik yang belum mereda.












