Internasional

Terungkap! Negara Paling Disukai dan Paling Dibenci Warga AS

0
×

Terungkap! Negara Paling Disukai dan Paling Dibenci Warga AS

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Ini Negara yang Paling Disukai dan Dibenci Warga AS Research 5 jam yang lalu
Ilustrasi: Terungkap! Ini Negara yang Paling Disukai dan Dibenci Warga AS

jurnalistik.co.id – Survei terbaru Gallup yang dilakukan pada Februari 2026 memberikan gambaran tentang negara-negara yang paling disukai sekaligus paling tidak disukai oleh warga Amerika Serikat (AS). Penelitian tersebut melibatkan 1.001 responden dewasa di AS, sehingga hasilnya mencerminkan cara pandang publik terhadap hubungan internasional.

Dalam survei itu, Jepang menempati posisi teratas dengan citra terbaik di mata masyarakat AS. Sebanyak 85% responden mengaku memiliki pandangan positif terhadap Jepang, sementara hanya 9% yang menyatakan pandangan negatif.

Jepang bahkan disebut berhasil melampaui sejumlah negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sekutu paling dekat Washington. Kanada dan Inggris yang selama ini sering berada dalam kelompok terdekat ikut berada di bawah Jepang dalam daftar persepsi positif.

Di posisi kedua, Italia mencatat tingkat kesukaan sebesar 84%. Setelah itu, Kanada dan Denmark menyusul dengan angka 80%, sedangkan Prancis, Inggris Raya, dan Jerman berada pada rentang 75%-76%.

Gallup juga menyoroti bahwa ketujuh negara tersebut merupakan mitra dekat AS dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, keamanan, dan kerja sama strategis yang telah terjalin selama beberapa dekade. Dengan demikian, persepsi publik positif tidak lepas dari kedekatan hubungan yang sudah lama berjalan.

Survei 2026 memperlihatkan adanya perubahan menarik dibanding periode sebelumnya. Kanada memperoleh tingkat kesukaan sebesar 80%, yang disebut sebagai level terendah sejak lembaga tersebut mulai melakukan pencatatan.

Inggris Raya mengalami kondisi serupa. Tingkat penerimaan publik terhadap Inggris Raya juga menyentuh rekor terendah di pengukuran tahun ini, menunjukkan adanya penurunan konsisten dalam simpati publik pada periode pengamatan.

Berbeda dengan Kanada dan Inggris Raya, Jepang justru terus memperkuat citranya di mata masyarakat AS. Disebutkan, jika pada 1995 tingkat kesukaan terhadap Jepang masih berada di kisaran 65%, kini angkanya melonjak menjadi 85%.

Dalam konteks ini, kedekatan ekonomi disebut sebagai salah satu faktor penting dalam pembentukan persepsi publik. Besarnya hubungan dagang, investasi, dan interaksi sosial antarwarga dinilai turut berkontribusi pada citra yang relatif kuat.

Meksiko menempati posisi kedelapan dengan tingkat kesukaan 66%. Meski hubungan kedua negara kerap diwarnai perdebatan terkait imigrasi dan keamanan perbatasan, citra Meksiko tetap berada pada tingkat yang cukup baik di mata warga AS.

Di sisi lain, survei Gallup menunjukkan adanya polarisasi yang menonjol pada Israel. Sebanyak 46% responden memiliki pandangan positif terhadap Israel, sedangkan 48% menyatakan pandangan negatif. Selisih yang sangat tipis tersebut menggambarkan bagaimana isu Timur Tengah semakin membelah opini publik di AS.

Melansir Gallup, 2026 menjadi tahun pertama dalam lebih dari dua dekade ketika simpati warga Amerika terhadap Palestina melampaui simpati terhadap Israel. Walaupun pengukuran simpati memiliki ukuran yang berbeda dengan tingkat kesukaan terhadap suatu negara, perubahan arah opini publik ini tetap memberi gambaran tentang dinamika pandangan masyarakat AS terkait konflik di kawasan tersebut.

Jika melihat daftar negara dengan penerimaan yang lebih rendah, negara-negara yang memiliki hubungan tegang dengan Washington mendominasi bagian bawah survei. China memperoleh tingkat kesukaan sebesar 34%, sementara 61% responden menyatakan pandangan negatif.

Rusia mencatat tingkat penerimaan hanya 17%. Sementara itu, Iran dan Korea Utara berada di posisi terbawah dengan angka positif masing-masing 13%.

Korea Utara menjadi negara yang paling tidak disukai warga Amerika. Sebanyak 82% responden mengaku memiliki pandangan negatif terhadap Korea Utara. Selanjutnya, Iran dan Rusia menyusul dengan tingkat ketidaksukaan yang mencapai 79%.

Angka-angka tersebut muncul di tengah berbagai isu geopolitik yang melibatkan ketiga negara, mulai dari program nuklir, konflik militer, hingga rivalitas strategis dengan AS. Pada akhirnya, survei Gallup memperlihatkan bahwa kedekatan hubungan dapat menguatkan citra di mata publik, sementara ketegangan geopolitik cenderung berkaitan dengan meningkatnya ketidaksukaan.