jurnalistik.co.id – Babak pertama laga Timnas Belanda vs Jepang di Grup F Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor sementara 0-0. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Dallas, Arlington, dan dimainkan pada 14 Juni 2026, dengan informasi waktu penyelenggaraan di penyajian pertandingan Senin (15/6/2026) dini hari WIB.
Di awal pertandingan, Belanda langsung tampil dengan tempo tinggi. Mereka bahkan sempat menyentuh penguasaan bola 87 persen, meski tetap kesulitan menembus pertahanan Jepang yang rapat.
Jepang menghadapi serangan Belanda dengan kompak, dipagari trio Ito, Taniguchi, dan Watanabe. Pertahanan yang lebih bertahan membuat upaya Belanda sering berhenti di area tengah sebelum benar-benar menjadi peluang berbahaya.
Sementara itu, peran penjaga gawang Jepang, Zion Suzuki, terasa menonjol sejak menit-menit awal. Pada momen-momen awal pertandingan, Suzuki beberapa kali menjadi penentu agar gawang Jepang tidak kebobolan.
Dalam catatan jalannya pertandingan, Belanda tercatat memiliki kendali permainan setelah wasit Ismail Elfath meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Belanda mengambil inisiatif serangan sejak kickoff dan mencoba memaksa tempo pertandingan tetap berada di pihak mereka.
Di sisi lain, Jepang memilih pola yang lebih terukur. Mereka sesekali melakukan serangan balik dengan mengandalkan pergerakan Keito Nakamura dan Daizen Maeda, memanfaatkan ruang ketika Belanda terlalu maju.
Belanda sendiri datang ke laga ini dengan catatan positif, meski sebelumnya sempat kalah sekali atas Aljazair dalam laga pemanasan beberapa waktu lalu. Keinginan untuk segera menekan tampak menjadi alasan utama Belanda menguasai bola sejak awal.
Kurang dari lima menit laga berjalan, Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang. Ia menepis tendangan dari Donyell Malen, sebuah momen yang mempertegas bahwa Jepang siap menghadapi tekanan sejak awal.
Memasuki fase sepuluh menit pertama, Belanda masih memimpin penguasaan bola hingga 73,3 persen. Namun, angka penguasaan tersebut belum berubah menjadi peluang yang benar-benar mengancam secara konsisten, karena Jepang tetap mampu meredam dan mengatur jarak.
Upaya Belanda untuk menciptakan peluang kemudian terus bertabrakan dengan disiplin pertahanan Jepang. Jepang, di saat yang sama, menjaga ruang agar serangan-serangan balik yang mereka lancarkan tetap memiliki kualitas.
Pada seperempat laga, skema permainan masih tidak menghasilkan gol bagi kedua tim. Belanda terus mencari celah, sedangkan Jepang sesekali memotong ritme serangan dengan transisi cepat.
Jepang juga terlihat menjalankan serangan yang didominasi dari sektor sayap kiri. Dukungan dari Shogo Taniguchi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mereka untuk mengalihkan bola dan memancing Belanda keluar dari posisi semula.
Seiring waktu berjalan, duel-duel di area tengah dan sisi lapangan semakin intens. Salah satu momen yang menggambarkan dinamika di lapangan hadir melalui perebutan bola antara Daizen Maeda dan bek Belanda Denzel Dumfries.
Di fase lain, Keito Nakamura juga terlibat dalam perebutan bola dengan bek Belanda Micky Van de Ven. Pertarungan seperti ini menunjukkan kedua tim sama-sama menjaga intensitas, terutama ketika bola masuk ke area rawan.
Memasuki jeda istirahat minum pertama, arah permainan masih cenderung menguntungkan Belanda. Mereka berusaha kembali menembus pertahanan Jepang yang tampak solid, tetapi tetap belum mampu mengubah tekanan menjadi gol.
Setelah restart, Belanda kembali menekan. Donyell Malen beberapa kali berada di posisi ideal untuk menerima bola, namun peluang emas pada awal laga tetap menjadi satu-satunya momen yang benar-benar menonjol dalam rentang awal pertandingan.
Jepang, meski lebih sering menunggu, tidak benar-benar kehilangan ancaman. Mereka memanfaatkan pergerakan pemain-pemain depan untuk mengimbangi penguasaan bola Belanda.
Peluang pertama Jepang pada babak pertama hadir pada menit ke-28. Hiroki Ito melepaskan tendangan, tetapi bola masih melambung di atas mistar, sehingga skor tetap bertahan 0-0.
Setelah peluang tersebut, pertandingan berjalan dengan intensitas yang tidak banyak berubah. Belanda tetap mengandalkan penguasaan bola untuk mencari celah, sementara Jepang bertahan rapat dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik.
Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Dengan demikian, hingga turun minum, skor sementara Belanda vs Jepang di Grup F Piala Dunia 2026 tetap 0-0, sementara penguasaan bola dan tekanan Belanda belum cukup untuk membongkar pertahanan Jepang.












