Teknologi

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia, Mengungguli Facebook – Teknologi

×

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia, Mengungguli Facebook – Teknologi

Sebarkan artikel ini
TikTok Paling Sering Diakses Warganet Indonesia, Ungguli Facebook
Ilustrasi: TikTok Paling Sering Diakses Warganet Indonesia, Ungguli Facebook - Teknologi

jurnalistik.co.id – Platform berbasis video pendek, TikTok, menempati posisi teratas sebagai media sosial yang paling sering diakses masyarakat Indonesia. Temuan ini muncul dari Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna 2026 yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), seperti dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Menurut laporan APJII, TikTok tetap menjadi pilihan utama pengguna internet nasional. Dalam temuan tersebut, platform ini disebut mengungguli Facebook maupun Instagram sebagai media sosial yang paling sering dipilih untuk konsumsi konten.

Hal yang menarik dari hasil survei itu adalah pola penggunaan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok usia muda. Dominasi TikTok juga terlihat pada kelompok usia yang lebih tua, sehingga minat terhadap konten video pendek tidak berhenti pada segmen tertentu.

APJII juga merinci jenis konten yang paling sering dikonsumsi oleh responden. Dari survei tersebut, sebanyak 29,5% responden memilih konten video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts sebagai konten yang paling sering dikonsumsi.

Dengan besaran tersebut, konten video pendek disebut menjadi kategori hiburan digital terbesar dalam perilaku konsumsi pengguna internet. Komposisi pilihan responden itu menggambarkan bahwa format video pendek memegang peran yang kuat dalam kebiasaan konsumsi daring.

Survei yang sama menempatkan TikTok sebagai bagian penting dari lanskap hiburan digital berbasis video. Dalam laporan APJII, video pendek tidak hanya dipandang sebagai salah satu pilihan, melainkan menjadi preferensi yang paling menonjol di antara kategori konten lainnya.

Jika dilihat dari dinamika konsumsi, temuan APJII juga menunjukkan bahwa daya tarik video pendek bersifat lintas kelompok. Ketika minat tersebut turut terlihat pada kelompok usia yang lebih tua, maka dapat dibaca bahwa platform semacam TikTok berhasil menjangkau preferensi pengguna di luar demografi yang biasanya dianggap paling dominan.

Dalam konteks perbandingan platform, hasil survei APJII menegaskan bahwa TikTok berada di posisi teratas dibandingkan Facebook dan Instagram. Artinya, untuk ukuran “paling sering diakses”, TikTok memimpin dalam kebiasaan pengguna internet nasional.

Lebih lanjut, angka 29,5% responden yang memilih video pendek memberi gambaran yang lebih konkret tentang skala preferensi tersebut. Walaupun laporan menyajikan pilihan dalam bentuk kategori konten yang mencakup beberapa platform, di dalamnya TikTok disebut sebagai salah satu yang paling menonjol.

Video pendek sebagai preferensi utama

Dominasi video pendek dalam survei APJII tidak hanya tercermin dari posisi TikTok, tetapi juga dari bagaimana responden mengelompokkan jenis konten yang paling sering dikonsumsi. TikTok disebut berasosiasi langsung dengan kebiasaan konsumsi konten video pendek, bersama Instagram Reels dan YouTube Shorts.

Bagi pengguna internet, preferensi terhadap video pendek berarti pengalaman konsumsi yang cenderung cepat dan berulang. Dalam laporan APJII, kecenderungan ini tercermin dari tingginya proporsi responden yang memilih kategori tersebut sebagai hiburan digital utama.

Secara lebih spesifik, temuan “29,5% responden memilih video pendek” menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet yang menjadi responden survei mengarahkan konsumsi hiburan mereka pada format video pendek. Ini menjadi petunjuk bahwa format konten semacam itu memiliki daya tarik yang kuat dalam pola penggunaan harian.

Dengan menempatkan TikTok sebagai platform teratas, APJII juga memberi gambaran bahwa persaingan antarmedia sosial tidak hanya ditentukan oleh popularitas umum. Keberhasilan TikTok ditunjukkan melalui ukuran yang digunakan dalam survei, yaitu frekuensi akses pengguna terhadap platform tersebut.

Temuan lain dalam laporan menyiratkan bahwa “paling sering diakses” tidak otomatis berarti segmentasi usia yang sempit. Dominasi TikTok dilaporkan juga terlihat pada kelompok usia yang lebih tua, menandakan adopsi konten video pendek mampu menembus spektrum usia yang lebih luas.

Jika menempatkan angka 29,5% dalam konteks hasil keseluruhan, video pendek tampak menjadi kategori yang paling dominan dalam perilaku konsumsi responden. Karena kategori ini mencakup TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, maka preferensi terhadap video pendek sekaligus menjadi indikasi kuat atas peran platform-platform tersebut dalam ekosistem hiburan digital.

Survei APJII juga menegaskan posisi TikTok dalam perbandingan dengan platform lain seperti Facebook dan Instagram. Dengan hasil tersebut, TikTok dipaparkan sebagai media sosial yang memimpin dari sisi intensitas akses pengguna internet nasional.

Secara keseluruhan, rangkaian temuan APJII pada Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna 2026 memperlihatkan bahwa TikTok menduduki peringkat teratas sebagai platform yang paling sering diakses. Bersamaan dengan itu, konten video pendek mencatat proporsi terbesar di antara jenis konten yang paling sering dikonsumsi, yakni 29,5% responden.

Dalam kerangka laporan yang dikutip pada Selasa (16/6/2026), hasil tersebut merangkum dua poin utama: pertama, TikTok mengungguli Facebook dan Instagram; kedua, dominasi video pendek, termasuk TikTok, tidak hanya terjadi pada kelompok muda tetapi juga terlihat pada kelompok usia yang lebih tua.