Otomotif

Omoda O4 EV Incar Anak Muda: Akankah Dijual Lebih Terjangkau?

×

Omoda O4 EV Incar Anak Muda: Akankah Dijual Lebih Terjangkau?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Omoda O4 EV Bidik Anak Muda, Bakal Dijual Murah?

jurnalistik.co.id – Omoda O4 EV diposisikan sebagai mobil listrik untuk konsumen muda yang melek teknologi dan ingin tampil berbeda. Namun, target tersebut langsung memunculkan pertanyaan: apakah mobil baru ini akan dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding produk EV lain di kelasnya?

Di Indonesia, daya beli kelompok usia muda memang umumnya lebih terbatas dibanding konsumen yang sudah mapan. Di saat yang sama, Chery Group selama ini dikenal menawarkan produk dengan banderol yang kompetitif, seperti Chery Q mulai Rp 200 jutaan dan Chery E5 Rp 369 jutaan.

Pada peluncuran dan sesi diskusi di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Senin (27/7/2026), CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu menegaskan bahwa penentuan target pasar O4 EV tidak semata-mata berdasarkan usia. Menurutnya, kata “muda” merujuk pada cara pandang dan kesiapan menerima teknologi baru.

Shawn Xu menjelaskan, “Yang kami maksud dengan ‘muda’ bukan semata-mata soal usia, tetapi memiliki pola pikir muda,” kata Shawn di lokasi yang sama. Ia menambahkan bahwa Omoda berupaya menyasar konsumen yang terbuka terhadap teknologi, sekaligus memiliki dorongan untuk tampil beda melalui karakter desain dan pengalaman berkendara.

Ia juga menyatakan, “Bagi konsumen muda yang baru memulai karir, harga tetap menjadi faktor yang harus kami pertimbangkan. Namun, kami juga melihat su addaha banyak konsumen muda yang memiliki kemampuan finansial yang baik, baik karena dukungan keluarga maupun karena kesuksesan mereka sendiri,” kata dia. Di sisi lain, ia menilai ada pula konsumen yang lebih matang usianya, tetapi tetap memegang pola pikir muda.

“Selain itu, ada pula konsumen yang usianya lebih matang tetapi tetap memiliki pola pikir muda. Saya percaya kelompok konsumen seperti itulah yang menjadi target utama kami,” ucap Shawn. Dengan argumen tersebut, Omoda menilai Indonesia punya ekosistem yang mendukung adopsi teknologi, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk memulai debut global O4 EV.

“Indonesia memiliki populasi anak muda yang sangat besar. Adopsi dan pemanfaatan teknologi di sini juga berkembang pesat. Kami melihat Indonesia memiliki energi tersebut. Itulah alasan kami memilih Indonesia sebagai tempat debut global Omoda O4 EV,” ujarnya lagi.

Meski menekankan pendekatan pasar, Shawn Xu belum memastikan kisaran harga Omoda O4 EV di Indonesia. Ia menyebut penetapan banderol masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk spesifikasi kendaraan dan kondisi pasar yang akan dihadapi perusahaan.

“Mobil ini memiliki fitur lebih banyak, jarak tempuh lebih jauh, dan baterai yang lebih besar. Itu berarti biaya produksinya juga lebih tinggi. Karena itu kami masih berdiskusi dengan diler dan calon konsumen sebelum mengambil keputusan final,” kata Shawn. Menurutnya, harga nantinya tidak hanya ditentukan dari sisi perusahaan, melainkan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

“Kami selalu mengatakan bahwa harga ditentukan oleh masukkan dari pasar, bukan oleh saya,” ujarnya.

Untuk mendukung penawaran tersebut, Omoda O4 EV disebut menjadi model pertama yang membawa teknologi Super AI Cockpit sekaligus menjalani debut global di Indonesia. Dari sisi tenaga dan kemampuan, mobil ini dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 65,05 kWh.

Dari klaim jarak tempuh, O4 EV disebut dapat menempuh hingga 553 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Selain itu, mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 119 kW, yang diklaim dapat mengisi dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 22 menit.

Performa juga menjadi bagian dari positioning O4 EV untuk konsumen yang mencari pengalaman berkendara lebih “responsif”. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 160 kW dan torsi 275 Nm, sehingga mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam 7,1 detik.

Perusahaan juga menyiapkan tahap uji coba sebelum konsumen membuat keputusan pembelian. Shawn Xu mengatakan kegiatan test drive akan menjadi agenda penting di periode awal kehadiran produk.

“Dalam beberapa bulan ke depan kami akan mengadakan berbagai kegiatan test drive. Kami juga akan mengundang calon pelanggan yang benar-benar berminat membeli Omoda O4 agar mereka bisa merasakan langsung pengalaman berkendaranya,” kata Shawn.

Dengan kombinasi klaim jarak tempuh, kemampuan pengisian cepat, serta performa motor listrik, Omoda tampaknya ingin memastikan O4 EV tidak hanya menjawab minat pasar pada mobil listrik, tetapi juga memenuhi ekspektasi konsumen yang menginginkan teknologi dan karakter. Pada akhirnya, soal “lebih murah” tetap akan sangat bergantung pada hasil diskusi dengan diler dan masukan pasar yang akan dipertimbangkan perusahaan.