Daerah

Idah Syahidah Dorong PWRI Gorontalo Tetap Berkarya di HUT ke-64

×

Idah Syahidah Dorong PWRI Gorontalo Tetap Berkarya di HUT ke-64

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Idah Dorong PWRI Tetap Produktif Berkarya

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya semangat berorganisasi tetap hidup di kalangan PWRI Provinsi Gorontalo. Ia mendorong para purnabakti agar terus produktif berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Penegasan itu disampaikan saat pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI di Rumah Jabatan Wakil Gubernur pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan arah gerak organisasi dalam menjalani usia yang semakin matang.

Idah menyebut PWRI yang memasuki usia ke-64 tahun sebagai organisasi yang telah berkembang dengan pengalaman berharga. Menurutnya, kematangan tersebut seharusnya semakin memperkuat tekad untuk memberi manfaat luas, bukan sekadar merayakan usia.

Pada kesempatan tersebut, Idah menyoroti bahwa semangat pengabdian para purnabakti perlu terus dijaga melalui berbagai kegiatan yang relevan bagi masyarakat. Ia berharap kontribusi yang selama ini diberikan tetap berlanjut dengan cara yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan daerah.

“Saya yakin PWRI adalah bapak ibu semua yang dulu pernah mempunyai jabatan yang tinggi, bahkan tidak hanya sebagai pengabdi masyarakat. Dan tentunya ini kecerdasan, kemandirian, dan kemampuan bapak-ibu semua dalam sebuah lingkup PWRI ini tentunya sangat diharapkan untuk tetap memberikan kontribusi bagi pembangunan Provinsi Gorontalo,” ujar Idah.

Idah memandang pengalaman, kecerdasan, serta kemampuan anggota PWRI sebagai modal berharga yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Karena itu, organisasi diharapkan terus memberi ruang bagi ide, masukan, serta pendampingan pemikiran sesuai bidang keahlian masing-masing anggota.

Dalam pandangannya, keterlibatan aktif para purnabakti akan membawa manfaat nyata bagi kemajuan Provinsi Gorontalo. Ketika para anggota tetap hadir dengan gagasan dan dukungan, perputaran pengalaman dan pengetahuan dapat menjadi nilai tambah bagi pembangunan di berbagai sektor.

Selain aspek kontribusi, Idah juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh dan kebahagiaan selama menjalani aktivitas organisasi. Ia menilai kesehatan yang terpelihara akan membuat anggota lebih siap mengikuti agenda yang sudah dirancang bersama.

Idah menyampaikan bahwa silaturahmi dan kebersamaan punya peran besar dalam memperkuat semangat hidup. Dengan ikatan yang terjaga, hubungan antaranggota keluarga organisasi dapat semakin solid, sekaligus memperkuat posisi PWRI di tengah masyarakat.

“Tentunya ini saya ucapkan selamat kepada PWRI dalam rangkaian hari ulang tahun yang ke-64. Tetap jaga persatuan, tetap memberikan feedback untuk Provinsi Gorontalo, tetap smart, cantik, sehat, dan mandiri, amin” ucap Idah.

Berangkat dari arahan tersebut, rangkaian peringatan HUT PWRI ke-64 dijadwalkan berlangsung dengan beberapa agenda kegiatan yang melibatkan anggota di berbagai lapisan. Kegiatan diawali dengan agenda yang bersifat kebersamaan sekaligus pembinaan kesehatan.

Pada awal rangkaian, PWRI akan mengadakan jalan sehat serta dana-dana masal. Melalui kegiatan itu, para anggota diharapkan menjaga kekompakan sekaligus membangun suasana perayaan yang tetap bermakna.

Di bagian awal program, terdapat pula cek kesehatan gratis. Langkah ini menjadi bagian dari perhatian organisasi terhadap kondisi fisik anggota agar dapat tetap aktif mengikuti kegiatan-kegiatan berikutnya.

Selanjutnya, pada agenda berikutnya akan diadakan lomba paduan suara. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anggota untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan dalam ekosistem organisasi.

Pada 8 Agustus, PWRI juga menyiapkan kegiatan tarian dana-dana antar anggota kabupaten/kota. Penjadwalan itu menunjukkan keterlibatan yang tidak hanya terpusat, melainkan juga melibatkan berbagai wilayah yang menjadi bagian dari struktur kepengurusan PWRI.

Selain perayaan melalui seni dan aktivitas bersama, PWRI juga merencanakan kegiatan yang sarat nilai historis. Pada 6 Agustus, rangkaian kegiatan mencakup jiarah ke makam pembina PWRI sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap jejak perjuangan yang telah ditinggalkan.

Dengan demikian, rangkaian peringatan HUT dirancang agar tidak berhenti pada agenda seremonial semata. Ada penyeimbangan antara program kebugaran, kegiatan seni dan kompetisi, serta agenda refleksi yang meneguhkan komitmen organisasi.

Puncak upacara HUT PWRI ke-64 dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus di Rumah Jabatan Wakil Gubernur. Penetapan lokasi dan tanggal tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian kegiatan akan berujung pada pertemuan besar yang mempertemukan unsur-unsur terkait dalam suasana perayaan yang tertib dan terarah.

Dari pencanangan yang digelar di Rujab Wakil Gubernur, Idah berharap seluruh anggota PWRI tetap memegang prinsip persatuan dan terus memberikan umpan balik bagi pembangunan Provinsi Gorontalo. Arah yang ditekankan menggabungkan semangat berkarya, komitmen menjaga kesehatan, serta penguatan kebersamaan sebagai fondasi gerak organisasi.