jurnalistik.co.id – Tim netball Inggris harus mengubur mimpi berlaga di laga perebutan medali emas Commonwealth Games 2026 setelah takluk 61-54 dari Selandia Baru pada semifinal di Glasgow.
Hasil ini membuat “The Roses” gagal meniru pencapaian empat tahun lalu ketika mereka mampu merebut gelar emas. Meski begitu, mereka masih punya kesempatan menambah koleksi medali melalui pertandingan perebutan perunggu yang dijadwalkan pada Minggu pukul 09:00 BST.
Di sisi lain, Selandia Baru memastikan tiket ke partai final. Mereka akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Australia dan Jamaika, dengan final digelar Minggu pukul 13:00 BST di Hydro.
Sejak awal laga, Selandia Baru tampil cepat dalam mengalirkan bola dengan akurasi yang membuat ritme permainan Inggris sulit terbaca. Namun, Inggris perlahan menemukan kembali kendali dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat ketepatan Liv Tchine selaku goal shooter.
Meski sempat teratasi di awal, dominasi “Silver Ferns” mulai terlihat ketika mereka memaksimalkan keunggulan tinggi melalui Grace Nweke. Menjelang menit-menit berikutnya, Nweke membawa dampak besar di area serang dan memastikan Selandia Baru menumpuk keunggulan, hingga akhirnya memimpin 16-11 pada akhir kuarter pertama.
Menjelang akhir kuarter tersebut, Inggris melakukan perubahan dengan memasukkan Eleanor Cardwell menggantikan Tchine. Pergantian ini memberi dorongan tambahan, karena pada periode kedua permainan Inggris meningkat intensitasnya. The Roses kemudian mampu mempersempit jarak menjadi 25-21, sebuah perkembangan yang menjaga harapan mereka untuk bangkit sebelum jeda.
Selandia Baru tetap menjadi ancaman utama. Nweke membuktikan efektivitasnya dengan mencetak 23 gol dari 23 tembakan. Menjelang turun minum, ia sebenarnya masih menentukan arah permainan, meski sempat melewatkan peluang tepat menjelang setengah waktu sehingga Inggris bisa menjaga jarak tidak melebar terlalu jauh.
Berita Terkait
Jelang akhir paruh pertama, papan skor menunjukkan Selandia Baru memimpin 29-24. Setelah itu, Inggris menciptakan beberapa momen tekanan pertahanan yang menekan lawan. Akan tetapi, mereka belum cukup konsisten saat mengubah penguasaan bola menjadi gol, sehingga Selandia Baru tetap mampu merespons dan memperlebar kendali pertandingan.
Dengan sekitar 15 menit tersisa, Selandia Baru kembali menjauh dan menambah keunggulan menjadi sembilan poin. Pada fase penentu, Inggris berupaya keras mengejar ketertinggalan; mereka sempat memangkas jarak hingga tujuh gol pada akhir laga.
Meski demikian, Selandia Baru tetap keluar sebagai pemenang akhir 61-54 dan berhak melaju ke final untuk pertama kalinya meraih medali emas dalam Commonwealth Games sejak 2014. Bagi Inggris, kekalahan ini menjadi sinyal bahwa mereka harus lebih solid dalam mengonversi peluang menjadi angka jika ingin tampil maksimal saat menghadapi laga perunggu pada Minggu pukul 09:00 BST.
Ketika laga memasuki fase awal, Inggris sebenarnya sempat berusaha mengubah taktik untuk memutus arus serangan lawan, tetapi Selandia Baru tetap mampu menjaga ritme lewat distribusi bola yang rapi. Dari situ, setiap upaya Inggris untuk menahan laju “Silver Ferns” selalu berujung pada ruang tembak yang masih bisa dimanfaatkan pada kesempatan berikutnya.
Masuk ke pertengahan permainan, Selandia Baru makin terlihat nyaman memaksimalkan skema bola-bola tinggi, yang kemudian membuat pemain seperti Grace Nweke terasa sulit dihentikan di momen-momen kunci. Inggris berulang kali mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas, termasuk saat mereka menemukan momentum lewat rentetan gol yang memperpendek jarak sebelum jeda.
Namun, meski tekanannya sempat menghasilkan beberapa momen berbahaya di area pertahanan lawan, Inggris belum mampu mengunci keunggulan sesaat menjadi gol yang konsisten. Selandia Baru terus menjawab dengan menjaga jarak secara bertahap, sehingga skenario pertandingan tetap mengarah pada keunggulan yang makin sulit dikejar.
Menjelang penutup laga, penampilan “Silver Ferns” menunjukkan stabilitas ketika ritme laga berubah menjadi duel kejar-mengejar. Selandia Baru memperlebar keunggulan lagi setelah jeda, sementara Inggris tetap berupaya memanfaatkan peluang untuk memangkas selisih hingga akhir. Hasil ini menempatkan Inggris pada kesempatan berikutnya di pertandingan perebutan perunggu pada Minggu pukul 09:00 BST.












