jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan ini berlangsung di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar nobar Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya memeriahkan perhelatan tersebut sekaligus menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Melalui skema kegiatan yang terintegrasi, pengunjung tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga dapat memanfaatkan layanan yang disediakan.
Di lokasi nobar, masyarakat yang datang dapat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Selain itu, pengunjung juga memperoleh ruang untuk mendapatkan layanan konsultasi perpajakan, sehingga kebutuhan informasi terkait pembayaran pajak dapat dijawab langsung di tempat.
Kegiatan di kantor Bapenda juga dibuka dengan dukungan pengembangan ekonomi lokal. Bapenda membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di halaman kantor, agar keramaian nobar turut memberi dampak pada aktivitas ekonomi sekitar.
Gagasan ini, menurut keterangan resmi kegiatan, sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antarinstansi. Dukungan Dinas Kominfo dan Statisrik serta kerja sama dengan TVRI Gorontalo disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan tontonan yang berkualitas.
Danial Ibrahim menjelaskan tujuan kegiatan tersebut melalui pernyataan yang disampaikan pada Selasa (16/6/2026). Ia menyatakan, “Melalui kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang. Dukungan Dinas Kominfo dan Statisrik dan kerja sama dengan TVRI Gorontalo menjadi bagian dari upaya menghadirkan tontonan yang berkualitas sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Danial Ibrahim, Selasa (16/6/2026).
Lebih lanjut, disebutkan bahwa Bapenda Provinsi Gorontalo menjadi salah satu pemegang lisensi nobar Piala Dunia dari TVRI yang difasilitasi oleh Dinas Komonfo dan Statistik. Dengan status tersebut, penyelenggaraan nobar dapat dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan fasilitasi dari pihak terkait.
Dalam rencana pengembangan, nobar semacam ini tidak berhenti di satu lokasi. Kegiatan tersebut direncanakan diperluas ke OPD lain, termasuk di Rumah Jabatan Gubernur, sebagai bentuk tindak lanjut arahan yang diacu dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Pada kesempatan yang sama, Danial juga menyampaikan harapannya agar nobar Piala Dunia di Bapenda semakin dibanjiri warga sekitar. Ia menekankan bahwa selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi UMKM dan sekaligus mendorong warga agar makin sadar akan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Dari keseluruhan rangkaian yang dijalankan, pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026 di kantor Bapenda diarahkan untuk mempertemukan dua tujuan utama: memperkuat layanan perpajakan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat, serta memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal agar turut merasakan dampak positif dari kegiatan yang dihadiri warga.
Dengan penggabungan elemen tontonan pertandingan, layanan PKB, konsultasi perpajakan, serta aktivitas UMKM, Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya menghadirkan penyelenggaraan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Tindak lanjut arahan Mendagri Tito Karnavian ini diharapkan dapat terus memperluas kolaborasi antarlembaga dan memperkuat kesadaran pembayaran pajak sebagai bagian dari dukungan terhadap perekonomian daerah.
Melalui penyelenggaraan yang memadukan hiburan dan layanan publik, Bapenda menempatkan nobar sebagai momentum untuk mendekatkan proses administrasi perpajakan kepada warga. Pengunjung diarahkan memanfaatkan kesempatan di lokasi, termasuk saat memerlukan penjelasan mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Di sisi lain, aktivitas nobar juga diarahkan agar tidak berhenti pada penonton di dalam ruangan. Keramaian yang tercipta didorong agar memberi ruang transaksi dan promosi bagi pelaku UMKM yang ikut berjualan di area kantor, sehingga keterlibatan masyarakat dapat turut mendorong perputaran ekonomi setempat.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diharapkan tetap berjalan sesuai ketentuan fasilitasi yang melekat pada status lisensi nobar dari TVRI. Karena itu, selain aspek hiburan, penyelenggaraan di Bapenda menekankan pengelolaan acara agar tetap tertib dan memberi manfaat yang jelas bagi layanan perpajakan serta kerja sama antarlembaga.












