Hukum & Kriminal

Ambon: Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II, Ternyata Selongsong Berisi Semen

×

Ambon: Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II, Ternyata Selongsong Berisi Semen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Benda Diduga Bom di Ambon Ternyata Selongsong Bom Berisi Semen

jurnalistik.co.id – Sebuah benda yang sempat diduga sebagai bom peninggalan Perang Dunia II ditemukan di halaman Kantor Percetakan Negara Ambon, Maluku. Setelah diperiksa, kepolisian memastikan temuan itu bukan bahan peledak aktif.

Temuan tersebut berupa selongsong bom yang bagian dalamnya sudah diisi semen sehingga difungsikan sebagai tiang bendera. Benda itu kemudian dievakuasi oleh tim Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku pada Senin (27/7/2026).

Proses penggalian di lokasi berlangsung lebih dari tiga jam sebelum objek diangkat dari tanah. Setelah itu, selongsong bom beserta bagian terkaitnya dibawa ke Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho menyampaikan bahwa identifikasi dilakukan berdasarkan laporan yang masuk pada Minggu malam. Menurutnya, pengecekan menunjukkan benda tersebut tidak berbahaya dalam konteks sebagai bom aktif.

“Setelah ada laporan pada Minggu malam kami sudah turun lakukan pengecekan. Ternyata sisa bom yang diduga bom itu hanya selongsong bom yang sudah diisi cor-coran semen dan dijadikan tiang bendera,” kata Andrias kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Andrias menegaskan bahwa yang ditemukan adalah bom tidak aktif. Selongsongnya, kata dia, masih menyerupai bom yang tertanam di dalam tanah, tetapi isi di bagian dalamnya telah diganti semen.

“Temuan ini adalah bom tidak aktif yang isinya sudah diganti semen. Jadi selongsong saja yang seolah-olah bom yang menancap di tanah,” ujarnya.

Selongsong bom tersebut kemudian dipindahkan menggunakan mobil pikap milik Unit Laka Lantas Polda Maluku. Pengangkutan dilakukan menuju markas polresta agar prosedur pengamanan dan pemeriksaan bisa dilakukan secara terpusat.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease juga mengimbau warga agar tetap tenang. Ia menyatakan benda yang ditemukan tidak membahayakan, serta dari pemeriksaan tidak ditemukan bom lain di sekitar lokasi temuan pertama.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak perlu khawatir karena ini bom tidak aktif. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan bom lain di sekitar lokasi temuan pertama,” katanya.

Peristiwa bermula saat warga melaporkan temuan mereka saat melakukan penggalian untuk pembangunan area parkir. Kegiatan dilakukan di halaman depan Kantor Percetakan Negara Ambon.

Ketika proses penggalian berjalan, warga melihat bagian bawah tiang bendera yang tampak menyerupai bom peninggalan masa perang. Karena bentuknya mirip, mereka langsung melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian.

Setelah rangkaian evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan Setia Budi, atau kawasan Turun Turun RRI Ambon, kembali normal. Penanganan di lokasi membantu mencegah kepanikan sekaligus memastikan keselamatan area sekitar.

Dengan temuan yang dipastikan bukan bom aktif, polisi menutup perhatian pada objek yang sebelumnya membuat warga khawatir. Selongsong bom yang telah diisi semen tersebut kini sudah diamankan untuk memastikan tidak ada risiko lain dari temuan yang sempat diduga berbahaya.

Langkah pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari respons cepat terhadap laporan warga, mulai dari penelusuran awal hingga memastikan kondisi benda yang ditemukan. Tim melakukan pengecekan dengan prosedur pengamanan agar area tetap terkendali, mengingat bentuknya sempat memicu kekhawatiran.

Dalam proses penanganan, objek yang sudah dipastikan tidak berbahaya tetap diperlakukan sebagai temuan serius sampai dibawa ke pusat pemeriksaan. Pengangkutan menggunakan mobil pikap turut menegaskan bahwa prosedur pemindahan dilakukan terukur, dengan tujuan memudahkan analisis lanjutan di markas.

Setelah penanganan selesai dan informasi yang diterima warga telah sesuai hasil pemeriksaan, fokus beralih pada pemulihan situasi di lokasi. Arus lalu lintas kembali berjalan normal, sementara imbauan untuk tetap tenang disampaikan agar tidak ada kepanikan susulan di sekitar Kantor Percetakan Negara Ambon.