Bisnis & Ekonomi

TINS Salurkan Separuh Laba untuk Dividen, Pembayaran Mulai Awal Juli

×

TINS Salurkan Separuh Laba untuk Dividen, Pembayaran Mulai Awal Juli

Sebarkan artikel ini
TINS Alokasikan Separuh Laba untuk Dividen, Cair Awal Juli
Ilustrasi: TINS Alokasikan Separuh Laba untuk Dividen, Cair Awal Juli - Market

jurnalistik.co.id – PT Timah Tbk (TINS) menetapkan kebijakan pembagian dividen dari kinerja tahun 2025. Perusahaan akan mengalokasikan separuh laba bersih 2025 untuk dibagikan kepada pemegang saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah dividen yang akan dibagikan sebesar Rp656,81 miliar. Besaran tersebut setara dengan sekitar 50% dari laba bersih TINS sepanjang tahun lalu.

Keputusan pembagian dividen ini telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Rapat pemegang saham yang membahas agenda tersebut digelar pada 12 Juni.

Dengan langkah tersebut, dividen menjadi bentuk realisasi dari laba yang dibukukan TINS pada tahun 2025. Perusahaan menyebut rencana pembayaran akan dimulai pada awal bulan Juli sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jadwal pembagian dividen

Dalam keterbukaan informasi, TINS merinci beberapa tanggal penting terkait perdagangan, pencatatan, hingga pembayaran dividen. Rangkaian tanggal tersebut dipisahkan untuk pasar reguler dan pasar tunai, termasuk periode penentuan hak.

Untuk pasar reguler, cum date ditetapkan pada 23 Juni 2026. Sementara itu, cum date untuk pasar tunai ditetapkan pada 24 Juni 2026.

Adapun ex date di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 25 Juni 2026. Pada saat yang sama, recording date juga jatuh pada 25 Juni.

Untuk pasar tunai, ex date ditetapkan pada 26 Juni 2026. Setelah tahapan tersebut, pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026.

Dengan susunan jadwal tersebut, perusahaan menempatkan penentuan pihak yang berhak (recording date) pada 25 Juni. Selanjutnya, proses pembayaran berjalan mengikuti tahapan ex date dan administrasi penentuan pemegang saham.

Kinerja laba bersih 2025

Rencana dividen TINS selaras dengan capaian laba bersih pada tahun 2025. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan laba bersih yang meningkat 10,08% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba bersih TINS tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,31 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih TINS pada tahun 2024 yang sebesar Rp1,19 triliun.

Kenaikan laba bersih ini menjadi dasar perhitungan alokasi dividen yang ditetapkan perusahaan. Dengan mengalokasikan separuh laba bersih 2025, nilai dividen yang dibagikan dirumuskan mencapai Rp656,81 miliar.

Pembagian dividen sebesar itu juga disebut setara dengan sekitar 50% dari laba bersih TINS sepanjang tahun lalu. Proporsi tersebut menjadi rujukan utama dalam kebijakan dividen yang diumumkan perusahaan.

Persetujuan pemegang saham dan rencana pencairan

Persetujuan pemegang saham pada 12 Juni menjadi tahapan penting sebelum dividen dijalankan sesuai jadwal. Setelah mendapat restu, perusahaan kemudian menegaskan jadwal mulai pencairan dividen.

Dalam pemberitahuan yang sama, TINS memastikan pembayaran dividen akan dilakukan pada 10 Juli 2026. Jadwal pencairan ini menutup rangkaian tanggal cum date dan ex date yang sudah ditetapkan untuk pasar reguler maupun pasar tunai.

Dengan demikian, alur penentuan hak atas dividen berjalan melalui fase perdagangan yang berbeda untuk kedua segmen. Mulai dari cum date hingga ex date, perusahaan menetapkan tanggal yang mengatur siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Langkah ini menempatkan kebijakan dividen TINS sebagai kelanjutan dari kinerja laba bersih tahun 2025. Perusahaan mengaitkan pengalokasian dividen dengan peningkatan laba yang terjadi, sekaligus menetapkan target pembayaran pada awal Juli melalui jadwal yang telah dipublikasikan.

Kebijakan dividen ini pada dasarnya mengikuti arah kinerja perseroan. Ketika laba bersih tahun 2025 bertambah dibanding tahun sebelumnya, perusahaan menggunakan dasar tersebut untuk menghitung porsi distribusi kepada pemegang saham, sehingga nilai dividen yang diumumkan dapat dipetakan langsung ke laporan kinerja.

Rangkaian penetapan tanggal juga berfungsi untuk memastikan mekanisme administrasi berjalan tertib. Dengan menetapkan cum date, lalu bergerak ke ex date, perusahaan mengatur perubahan status kepemilikan di bursa, sementara recording date menjadi patokan bagi pihak yang nantinya tercatat sebagai penerima dividen.

Setelah agenda persetujuan diputuskan pada 12 Juni, perseroan menegaskan tindak lanjutnya melalui jadwal pencairan yang telah ditetapkan. Penjadwalan pembayaran pada 10 Juli 2026 sekaligus memperjelas alur dari tahap penentuan hak hingga realisasi dana bagi pemegang saham, tanpa mengubah tujuan kebijakan yang sudah diumumkan sejak awal.