Otomotif

Toyota Kijang Innova Reborn Masih Unggul dari Innova Zenix, terutama di Pasar Diesel

×

Toyota Kijang Innova Reborn Masih Unggul dari Innova Zenix, terutama di Pasar Diesel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Benarkah Innova Reborn Lebih Laris Dibandingkan Innova Zenix?

jurnalistik.co.id – Di tengah arus elektrifikasi, Toyota Kijang Innova Reborn bermesin diesel masih menunjukkan daya saing di pasar. Data Gaikindo untuk periode Januari–Mei 2026 mencatat penjualan Reborn lebih tinggi dibanding Innova Zenix.

Model Innova Reborn memang telah memiliki penerus, yakni Innova Zenix yang tersedia dalam varian bensin dan hybrid. Namun, Innova Reborn tetap diproduksi karena permintaannya masih kuat dari konsumen.

Menurut data Gaikindo, pada Januari–Mei 2026 penjualan Innova Reborn mencapai 14.570 unit. Angka itu mengungguli Innova Zenix yang meraih 13.194 unit.

Secara lebih luas, Innova Series (Reborn dan Zenix) juga disebut berada di jajaran mobil terlaris di Indonesia. Rata-rata penjualan keduanya secara konsisten berada di kisaran hampir 6.000 unit per bulan.

Chief Marketing Auto2000 Yagimin menilai, performa penjualan Reborn tidak bisa dilihat secara seragam karena dipengaruhi karakter pasar di tiap wilayah. Ia menekankan bahwa preferensi konsumen terhadap diesel masih sangat terasa, terutama di luar kota-kota besar.

“Kalau Innova Reborn, sekali lagi kalau dibilang lebih laku itu tergantung itu ada di mana. Mungkin kalau di luar Jakarta, iya,” ujar Yagimin di Jakarta (27/6/2026).

Yagimin menambahkan bahwa persepsi merek dan pengalaman penggunaan ikut membentuk pilihan konsumen. Ia mengaitkan ketertarikan pada diesel dengan sejumlah aspek yang dianggap mendukung kebutuhan harian maupun jangka panjang.

“Tadi sekali lagi, branding mindset, top of mind itu kan, mungkin karena diesel itu adalah kuat, handal, resale -nya bagus dan juga mungkin durability-nya juga bagus. Nah itu mungkin memang di beberapa tempat itu masih cukup strong ” kata dia.

Walau demikian, Yagimin mengakui adanya pergeseran tren di kota-kota besar menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil hybrid seperti Innova Zenix Hybrid. Namun, perubahan preferensi tersebut tidak menghapus pasar diesel yang sudah terbentuk.

“Tapi sekali lagi diesel itu ada penggemarnya, ada yang memang fans-nya diesel itu, tetap mau seperti apapun, mereka senangnya ke diesel seperti itu,” ucap Yagimin.

Dalam pandangannya, konsumen akan memilih sesuai kecenderungan masing-masing. Jika seseorang memang mencari mesin diesel, pilihan itu tetap dipertahankan. Sementara bagi konsumen yang menginginkan teknologi elektrifikasi, opsi hybrid maupun BEV disiapkan.

“Kalau memang kecenderungannya ada memang senang dengan diesel, ya silakan diesel. Atau memang kalau merasa saya kepengin yang lebih canggih, yang ada elektrifikasinya silakan menggunakan hybrid atau menggunakan BEV seperti bZ4X yang sudah kami jual,” ujarnya.

Meskipun secara nasional Reborn mencatat penjualan lebih tinggi, Yagimin menyebut kondisi tersebut tidak merata di seluruh wilayah. Ia menggambarkan bahwa di Auto2000, komposisi penjualan cenderung berbeda antara satu area dengan area lainnya.

“Kalau di Auto2000 itu secara total masih tetap Zenix Hybrid. Saya lupa (komposisinya). Tapi sekali lagi itu tidak rata. Misalnya penjualan Reborn, tapi di kota-kota tertentu kota besar itu seperti Jakarta mungkin lebih banyak yang dijual itu adalah yang tipe hybrid,” katanya.

Dengan demikian, Auto2000 melihat kebutuhan pasar sebagai sesuatu yang beragam. Melalui strategi Multi Pathway, kedua model—diesel dan hybrid—dipertahankan agar dapat menjangkau kelompok konsumen yang berbeda, tanpa menghapus pilihan yang sudah menjadi kebiasaan.

Pada akhirnya, angka penjualan Januari–Mei 2026 menjadi gambaran bahwa Innova Reborn masih kuat, sementara Innova Zenix Hybrid juga tetap mendapat perhatian, terutama di kota-kota besar. Kombinasi keduanya menunjukkan bahwa transisi menuju elektrifikasi berjalan, tetapi pasar diesel tetap memiliki ruangnya sendiri.