Peristiwa

Truk Trailer Nekat Putar Balik di Tol Semarang-Solo, TMJ Minta Maaf

0
×

Truk Trailer Nekat Putar Balik di Tol Semarang-Solo, TMJ Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Truk Trailer Nekat Putar Balik di Tol Semarang-Solo, Pengelola Minta Maaf

jurnalistik.co.id – BOYOLALI — Video yang memperlihatkan satu unit truk trailer peti kemas melakukan manuver putar balik di jalan tol menjadi sorotan di media sosial. Aksi tersebut dinilai berbahaya karena terjadi di jalur bebas hambatan yang seharusnya tidak dipakai untuk melakukan putar arah sembarangan.

Berdasarkan unggahan akun Instagram Dashcam Indonesia, insiden itu terjadi di KM 470 Ruas Jalan Tol Semarang-Solo, wilayah Salatiga-Boyolali. Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena truk besar terlihat nekat melakukan putar balik di tengah jalur tol yang padat aturan dan menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.

Menanggapi kejadian itu, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola ruas tol langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan. Perusahaan juga menegaskan bahwa pihaknya memandang serius peristiwa tersebut karena menyangkut keselamatan banyak pengguna jalan lain yang melintas di ruas itu.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Prajudi menegaskan bahwa aksi pengemudi truk trailer tersebut sangat dilarang dan membahayakan keselamatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian itu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas kejadian ini. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami,” ujar Prajudi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (2/6/2026).

Prajudi menambahkan, tindakan putar arah di jalur bebas hambatan sama sekali tidak sesuai dengan regulasi maupun ketentuan berlalu lintas. Karena itu, TMJ berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“TMJ akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek pengawasan operasional sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan di Jalan Tol Semarang-Solo,” kata Prajudi.

Langkah konkret yang disiapkan pengelola tol mencakup pengetatan patroli berkala, optimalisasi pemantauan melalui Closed Circuit Television (CCTV), serta percepatan respons petugas di lapangan. Seluruh langkah itu ditujukan untuk menyisir potensi pelanggaran serupa dan memperkuat pengawasan di ruas tol.

TMJ juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini PJR Jateng 1B dan VII, untuk menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi. Langkah hukum dan penelusuran internal disebut sedang berjalan agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Di sisi lain, TMJ kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas. Pengelola menekankan bahwa manuver berbahaya di jalan tol dapat memicu kecelakaan fatal dan membahayakan pengguna jalan lain yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa ini ikut menegaskan bahwa satu tindakan ceroboh di jalur tol dapat menimbulkan risiko berlapis, bukan hanya bagi kendaraan yang melakukan pelanggaran, tetapi juga bagi arus lalu lintas di sekitarnya. Dalam kondisi jalan bebas hambatan, ruang untuk menghindar sangat terbatas sehingga manuver yang tidak semestinya bisa memicu kepanikan dan mengganggu kelancaran perjalanan banyak orang dalam waktu singkat.

Karena itu, penekanan pada pengawasan menjadi sangat penting. Patroli yang lebih ketat, pemantauan CCTV yang lebih optimal, dan respons petugas yang lebih cepat bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga rasa aman di ruas tol. Bagi pengelola, kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa pengawasan operasional harus berjalan seiring dengan disiplin pengguna jalan agar celah pelanggaran dapat ditekan sejak awal.

TMJ juga menegaskan kembali bahwa kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas merupakan kunci utama keselamatan di jalan tol. Pengemudi kendaraan besar, yang dimensinya lebih sulit dikendalikan dalam situasi darurat, dituntut lebih berhati-hati saat melintas. Dengan sikap disiplin dari semua pihak dan penindakan yang konsisten, kejadian berbahaya serupa diharapkan tidak kembali terjadi dan kepercayaan pengguna jalan terhadap keamanan ruas tol tetap terjaga.