Olahraga

Turnamen Sektor Ganda Rampung Digelar, Candra Wijaya: Demi Bulu Tangkis Indonesia Kembali Disegani Dunia

0
×

Turnamen Sektor Ganda Rampung Digelar, Candra Wijaya: Demi Bulu Tangkis Indonesia Kembali Disegani Dunia

Sebarkan artikel ini
Turnamen Sektor Ganda Tuntas Digelar, Candra Wijaya: Demi Bulu Tangkis Indonesia Kembali Disegani Dunia Regional 14 Juni 2026
Ilustrasi: Turnamen Sektor Ganda Tuntas Digelar, Candra Wijaya: Demi Bulu Tangkis Indonesia Kembali Disegani Dunia

jurnalistik.co.id – Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 presented by Candra Wijaya tuntas digelar di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Turnamen khusus nomor ganda ini dihelat pada 10-13 Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet usia dini sekaligus wadah menjaring calon pemain ganda masa depan.

Menurut Candra Wijaya, kemenangan tidak diposisikan sebagai titik akhir, melainkan awal untuk menjaga dan meningkatkan prestasi para atlet.

“Kemenangan adalah awal untuk mempertahankan prestasi dan awal untuk menorehkan prestasi di masa depan,” ujar peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bareng Tony Gunawan itu, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (13/6/2026).

Candra mengatakan turnamen yang telah digelar untuk ke-14 kalinya ini disusun sebagai sarana latih tanding sekaligus mencari bibit unggul di sektor ganda.

Ia menyebut sektor ganda selama ini menjadi salah satu kekuatan Indonesia di level dunia dan karenanya perlu terus dirawat melalui rangkaian kompetisi untuk usia dini.

Dalam pandangannya, para juara di turnamen ini diharapkan mampu melanjutkan legacy para legenda nomor ganda pada masa yang akan datang.

“Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulu tangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak, termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” ujar Candra.

Selain menekankan regenerasi, Candra juga menginginkan kualitas turnamen terus meningkat. Targetnya, persaingan antarklub menjadi lebih menarik dan proses pembinaan berjalan lebih terarah.

Ia berharap semakin banyak pihak turut terlibat dalam pembinaan bulu tangkis agar jalur regenerasi pemain ganda tetap berjalan dari waktu ke waktu.

Pembinaan lewat pertandingan nomor ganda

Di sisi lain, Rosiana Tendean yang merupakan mantan pebulu tangkis spesialis ganda putri Indonesia menilai turnamen khusus nomor ganda usia dini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pembinaan bulu tangkis nasional.

Menurut Rosiana, ajang tersebut dapat membantu memetakan kekuatan sektor ganda sekaligus menjaring pemain-pemain potensial sejak dini.

“Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini, kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” ujar Rosiana.

Rosiana menambahkan, kejuaraan yang mempertandingkan ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran memberi kesempatan bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding.

Melalui pertandingan itu, para peserta dapat mengukur kemampuan mereka saat berhadapan dengan pemain dari berbagai klub.

Ia juga menyebut kehadiran format pertandingan yang beragam membantu proses evaluasi pembinaan dari waktu ke waktu.

Harapan untuk kiprah lima tahun ke depan

Rosiana pun menyampaikan optimisme bahwa para pemain yang tampil di turnamen tersebut bisa menjadi bagian dari kekuatan ganda Indonesia di masa depan.

“Saya optimistis lima tahun ke depan akan ada pemain ganda Indonesia yang pernah turun di turnamen ini dan kemudian menjadi andalan di level yang lebih tinggi,” katanya.

Dengan tuntasnya penyelenggaraan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 presented by Candra Wijaya, rangkaian pembinaan nomor ganda usia dini diharapkan terus berlanjut melalui kompetisi serupa pada periode berikutnya, sesuai harapan Candra dan penilaian Rosiana.

Dalam konteks pembinaan usia dini, setiap pertandingan di turnamen ini diposisikan sebagai bagian dari proses belajar berkelanjutan. Evaluasi dari jalannya laga kemudian diarahkan untuk membantu atlet memahami kekuatan dan kekurangan mereka, sekaligus menyusun langkah perbaikan menuju target prestasi berikutnya.

Candra juga menekankan agar kualitas kompetisi terus naik, termasuk dari sisi intensitas dan daya saing antar peserta dari berbagai klub. Saat persaingan berlangsung lebih menarik, pembinaan dapat berjalan lebih jelas karena perkembangan kemampuan atlet muda dapat diukur secara langsung dari waktu ke waktu melalui pertandingan yang mereka jalani.

Sementara itu, Rosiana menilai keikutsertaan di kejuaraan ganda khusus usia dini memberikan bekal pengalaman yang berharga bagi pemain-pemain potensial. Dengan melihat kinerja atlet di level kompetisi seperti ini, diharapkan akan muncul nama-nama yang mampu menguatkan kekuatan ganda Indonesia pada beberapa tahun ke depan.