Internasional

UEA Membantah Kabar Pencairan Dana Iran hingga 20 Miliar Dollar AS

0
×

UEA Membantah Kabar Pencairan Dana Iran hingga 20 Miliar Dollar AS

Sebarkan artikel ini
UEA Bantah Kabar Transfer Dana Miliaran Dollar AS untuk Iran Money 14 Juni 2026
Ilustrasi: UEA Bantah Kabar Transfer Dana Miliaran Dollar AS untuk Iran

jurnalistik.co.id – Uni Emirat Arab (UEA) membantah laporan media yang menyebut negara itu menyetujui pencairan dana milik Iran hingga 20 miliar dollar AS. Pembantahan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri UEA pada Sabtu (13/6/2026).

Dalam pernyataannya, pemerintah UEA menegaskan bahwa tuduhan terkait pembekuan dan pelepasan dana Iran tidak berdasar. Pernyataan resmi tersebut berbunyi, “Tidak ada dana Iran yang dibekukan dan telah dilepas, ditransfer, atau difasilitasi melalui UEA.”

UEA mengaitkan penyangkalan ini dengan pemberitaan yang menyebut adanya persetujuan pencairan dana sebagai bagian dari perubahan taktis. Laporan itu kemudian dikaitkan dengan dinamika serangan proyektil yang terjadi di kawasan.

Penolakan resmi dan klaim soal skema pencairan

Menurut Reuters, empat sumber anonim di wilayah tersebut menyebut UEA telah menyetujui pencairan dana sebagai respons terhadap perkembangan taktis. Reuters mengaitkan langkah itu dengan latar setelah Iran melancarkan ratusan serangan proyektil terhadap target militer serta infrastruktur di UEA sejak perang yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dimulai pada 28 Februari 2026.

Reuters melaporkan bahwa dalam sepekan terakhir, wilayah UEA dilaporkan tidak lagi menjadi sasaran serangan proyektil Iran. Sebagai gantinya, serangan justru disebut menghantam negara Teluk lainnya, yakni Kuwait dan Bahrain.

Terkait besar dana yang disebut terlibat, Reuters menyampaikan adanya perbedaan angka di antara sumber-sumber yang disebutnya. Dua sumber di kawasan Timur Tengah melaporkan bahwa UEA menyetujui pelepasan dana sebesar 10 miliar dollar AS, dengan rincian lebih dari 3 miliar dollar AS di antaranya diklaim telah disalurkan.

Sementara itu, dua sumber lain yang mengetahui pengaturan tersebut menyebut total dana yang terlibat mencapai 20 miliar dollar AS. Dalam penjelasan mereka, kesepakatan tersebut dilakukan sebagai imbalan atas penghentian serangan Iran terhadap UEA.

Salah satu sumber bahkan menyatakan tahap pertama pencairan senilai 3 miliar dollar AS telah tersedia. Meski demikian, Reuters mengaku tidak dapat memastikan apakah dana yang akan ditransfer berasal dari pemerintah UEA, rekening Iran yang lama dibekukan di sistem perbankan UEA, atau dari sumber lain.

Dubai sebagai jalur keuangan dan penekanan AS

Reuters juga menyoroti peran Dubai sebagai jalur keuangan penting bagi pelaku usaha dan individu Iran. Kota tersebut, selama bertahun-tahun, dilaporkan digunakan untuk menghindari sanksi Barat.

Lembaga kajian berbasis di AS, Atlantic Council, menyebut Dubai menjadi lokasi penjualan minyak Iran ke pasar internasional dan penyaluran hasil penjualannya untuk mendukung program militer serta kelompok proksi di kawasan. Menurut kajian itu, berbagai perusahaan cangkang yang terdaftar di kawasan perdagangan bebas Dubai juga kerap menyamarkan asal-usul minyak dan komoditas Iran.

Selain itu, Atlantic Council menyatakan bahwa jaringan penukaran uang informal diduga memindahkan dana lintas negara di luar pengawasan sistem perbankan konvensional. Gambaran ini kemudian ditempatkan sebagai konteks dari bagaimana skema keuangan dapat berjalan di tengah tekanan sanksi.

Pemerintah AS, dalam beberapa tahun terakhir, terus mendesak UEA membongkar jaringan keuangan yang membantu Iran menghindari sanksi. Departemen Keuangan AS bahkan disebut telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah entitas yang berbasis di UEA.

Dalam penilaian para pejabat AS, penegakan aturan di negara Teluk tersebut dinilai masih belum sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan pemerintah UEA. Di tengah silang pendapat itu, UEA memilih membantah klaim adanya dana Iran yang dibekukan lalu dilepas melalui jalur yang melibatkan UEA.

Dengan demikian, pembantahan resmi UEA berdiri berhadapan dengan klaim Reuters mengenai adanya persetujuan pencairan dana dalam beberapa tahap dan rentang nilai yang berbeda. Sementara Reuters mengaku tidak bisa memastikan sumber dana yang ditransfer, pemerintah UEA menegaskan tidak ada dana Iran yang dibekukan maupun dilepas, ditransfer, atau difasilitasi lewat UEA.