Nasional

Kuota Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan di Gelombang II Diklat Turun Tipis

×

Kuota Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan di Gelombang II Diklat Turun Tipis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kuota Calon Manajer Kopdes Akan Berkurang Sedikit di Diklat Gelombang Ke-2

jurnalistik.co.id – Kuota calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada pendidikan dan pelatihan (diklat) gelombang kedua disebut bakal berubah sedikit. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menyatakan penyesuaian itu mengikuti keputusan panitia pusat.

Menurut Tri Budi Utomo, perbedaan kuota yang dimaksud tidak besar. “Kuotanya mungkin beda sedikit saja. Ya, kuotanya beda sedikit. Kalau kemarin hampir seimbanglah, ya. Tapi kurang sedikit ya,” katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, rencana pelaksanaan diklat gelombang kedua masih menunggu keputusan dari panitia di tingkat pusat. Menurutnya, pembahasan tersebut akan dilakukan pada siang hari. “Diklat gelombang kedua ini masih kita menunggu dari panitia pusat, yang nanti siang akan dirapatkan,” ujar Tri Budi Utomo.

Tri Budi Utomo juga menjelaskan bahwa persiapan sudah dilakukan lebih awal. Ia menyampaikan personel calon manajer yang akan terlibat sudah disiapkan lewat mekanisme talent pool. “Tetapi kita sudah menyiapkan personel-personel tersebut di dalam talent pool yang sudah disiapkan, yang kemarin juga kita sudah melakukan seleksi bersama-sama,” tambah dia.

Ia menyebut program gelombang kedua bagian dari rangkaian pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer kopdes dan kampung nelayan. Fokusnya diarahkan agar peserta memiliki bekal bela negara sekaligus kemampuan manajerial untuk menjalankan peran mereka setelah mengikuti diklat.

Rangkaian gelombang sebelumnya rampung

Pelaksanaan pembekalan bela negara dan manajerial untuk calon manajer KDKMP dan KNMP pada gelombang sebelumnya telah berakhir. Penutupan program ditandai dengan upacara yang dipimpin oleh Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tri Budi Utomo menyampaikan pernyataan penutupan program diklat. “Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Jumat, tanggal 31 Juli 2026 pukul 08.22 WIB, pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” kata Budi.

Dari informasi yang dibacakan dalam upacara, diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Rangkaian kegiatan diklat terdiri dari dua bagian utama yang berlangsung berurutan sesuai jadwal.

Pelatihan bela negara digelar pada 17 Juni hingga 16 Juli 2026. Setelah itu, pelatihan manajerial dilaksanakan pada 17 hingga 31 Juli 2026. Pembagian waktu tersebut menjadi bagian dari desain program agar peserta memiliki fondasi bela negara sekaligus pendalaman kapasitas untuk aspek tata kelola dan kepemimpinan.

Jumlah peserta dan capaian kelulusan

Pada awalnya, program ini dialokasikan untuk 35.476 peserta. Rinciannya mencakup 30.000 calon manajer KDKMP dan 5.476 calon manajer KNMP. Alokasi tersebut disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pada masing-masing skema yang diikuti peserta.

Namun, dari total yang dialokasikan, sebanyak 33.785 peserta mengikuti seluruh rangkaian diklat. Sementara itu, 1.691 peserta tidak hadir selama proses pelaksanaan berlangsung.

Seluruh peserta yang mengikuti diklat kemudian dinyatakan lulus. Mereka terdiri dari 28.626 peserta dari kategori KDKMP dan 5.159 peserta dari kategori KNMP. Informasi kelulusan tersebut disampaikan sebagai hasil dari penyelesaian rangkaian program yang dijalankan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Dengan selesainya pelaksanaan gelombang sebelumnya, perhatian kemudian bergeser pada persiapan gelombang kedua. Tri Budi Utomo menyatakan kuota pada gelombang kedua akan mengalami penyesuaian yang sedikit, sementara skema pelaksanaannya tetap mengikuti arahan panitia pusat.

Pada konteks itu, kesiapan personel juga disebut telah dipersiapkan melalui talent pool dan seleksi yang telah dilakukan bersama. Penyesuaian kuota, menurutnya, menjadi salah satu proses lanjutan yang akan diputuskan setelah rapat panitia pusat, sehingga implementasi diklat gelombang kedua dapat berjalan sesuai keputusan yang telah ditetapkan.