Hukum & Kriminal

Polisi memburu Anastasiia Berezovska, 39, terkait bom paket Monaco; ia disebut “disguised as a man”

×

Polisi memburu Anastasiia Berezovska, 39, terkait bom paket Monaco; ia disebut “disguised as a man”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ukrainian suspect hunted by police after Monaco bomb attack was 'disguised as a man'

jurnalistik.co.id – Monako sedang melakukan perburuan terhadap seorang tersangka asal Ukraina terkait pengeboman paket di negara-kota tersebut. Pihak kejaksaan setempat menyebut tersangka menyamarkan identitasnya dengan cara yang “disguised as a man”.

Tersangka yang dimaksud adalah Anastasiia Berezovska, perempuan berusia 39 tahun. Ia dituding meninggalkan sebuah paket di area pintu masuk gedung apartemen, lalu kabur dari lokasi dengan berjalan kaki sebelum akhirnya melanjutkan pelarian menggunakan kendaraan.

Menurut keterangan wakil jaksa penuntut Monako, Morgan Raymond, serangan itu terjadi ketika penghuni gedung baru hendak masuk pada Senin malam. Paket ditinggalkan tepat sebelum pukul 21:00 waktu setempat (20:00 BST), dan ledakan dilaporkan terjadi tak lama setelahnya.

Investigasi juga menyoroti dugaan bahwa tersangka tidak bertindak sendirian. Morgan Raymond mengatakan penyidik sedang menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat atau membantu di balik aksi tersebut.

“Red Notice” dari Interpol telah diterbitkan untuk Berezovska. Pemberitahuan itu berlaku bagi 196 negara anggota Interpol dan bertujuan membantu proses pelacakan serta penangkapan terhadap orang yang dicari.

Raymond menambahkan bahwa polisi mencari petunjuk dari rekaman kamera pengawas. Dalam materi yang dirilis, Berezovska terlihat mengenakan topi bucket berwarna gelap ketika meninggalkan lokasi setelah menitipkan paket.

Tersangka juga disebut berbicara bahasa Jerman. Ia diduga dicari dengan dakwaan percobaan pembunuhan, penempatan perangkat peledak di jalan umum dengan niat kriminal, serta konspirasi kriminal.

Selain jejak pergerakan dari lokasi kejadian, penyelidik juga mengaitkan kasus ini dengan pola pengintaian sebelum serangan berlangsung. Otoritas meyakini Berezovska sempat menghabiskan beberapa hari untuk meninjau tempat tinggal yang menjadi sasaran.

Kronologi pelarian dan penggeledahan di Jerman

Setelah meninggalkan paket, Berezovska diduga awalnya kabur dengan berjalan kaki. Setelah itu, ia diyakini mengambil kendaraan sewaan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Italia sebelum akhirnya menuju Jerman.

Sementara itu, polisi di negara bagian Hesse, Jerman, juga mengonfirmasi adanya operasi khusus. Dalam pernyataan tertulis, pihak berwenang menyatakan pasukan khusus telah menggeledah apartemen sewaan seorang perempuan Ukraina berusia 39 tahun di distrik Main-Taunus pada Kamis.

Pihak Jerman juga menyelidiki kendaraan yang digunakan tersangka. Kendaraan tersebut disebut telah diperiksa dan disita sebagai bagian dari pengumpulan bukti.

Menurut pernyataan otoritas Hesse, bukti telah diamankan dan akan diserahkan kepada pihak berwenang Monako. Mereka juga menyebut otoritas keamanan setempat mendukung proses penyelidikan Monako serta menjaga komunikasi erat.

Perempuan yang dicari disebut masih berada dalam status buron. Otoritas menyatakan surat perintah penangkapan internasional telah diterbitkan.

Dalam rilis Interpol, foto Berezovska menampilkan seorang perempuan dengan rambut gelap sebahu. Aparat juga menyebut terdapat tato di lengan kanan yang “possibly” menggambarkan seekor ular.

Korban dan dampak medis

Monako belum mengonfirmasi identitas korban secara resmi. Namun, sejumlah laporan lokal menyebut serangan tersebut menarget Vadym Yermolaiev, bersama pasangan serta putra mereka yang berusia 13 tahun.

Raymond sebelumnya menyebut para penyelidik tetap mencari jawaban atas keterlibatan pihak lain. Ia menegaskan fokus utama penyidikan adalah memahami bagaimana paket dapat ditempatkan dan siapa saja yang mungkin membantu tersangka.

Yermolaiev, yang dilaporkan berusia 58 tahun, dikenal sebagai pengembang real estat yang kaya dan telah lama tinggal di Monako. Ia juga disebut sebagai multi-jutawan Ukraina yang masuk dalam daftar pihak yang dikenai sanksi.

Serangan tersebut terjadi ketika tiga penghuni yang menjadi sasaran memasuki gedung pada Senin malam. Otoritas menyatakan korban sudah mendapat perawatan rumah sakit, meski kondisi setiap orang berkembang berbeda.

Orang dewasa disebut mengalami luka serius dan dirujuk ke Nice University Hospital (CHU). Sementara itu, anak yang mengalami luka ringan ditempatkan di Lenval Children’s Hospital di Nice dengan kondisi non-kritis.

Menurut laporan AFP, pada Rabu pihak keluarga menyebut pria tersebut tidak lagi berada dalam situasi “life-or-death”. Namun, kondisi perempuan yang menjadi target belum stabil.

Insiden itu juga mendapat reaksi publik di Monako. Pangeran Albert II menggambarkan kejadian tersebut sebagai “heinous crime”.

Konteks profil target dan sanksi

Yermolaiev disebut memiliki kewarganegaraan Siprus setelah ia melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019. Ia juga disebut memiliki kepentingan besar di bisnis anggur dan minuman beralkohol di wilayah Crimea yang dianeksasi Rusia.

Sejak 2023, ia menjadi subjek sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah di Kyiv. Namanya juga pernah disebut Forbes sebagai orang terkaya ke-39 di Ukraina pada 2020.

Dari data yang dilaporkan, Forbes menempatkan Yermolaiev dengan kekayaan sekitar $230 juta (setara £173,8 juta). Informasi itu kemudian menjadi bagian dari konteks mengapa serangan terhadapnya dianggap memiliki muatan politik dan hukum yang luas.

Di tengah pengembangan penyelidikan, Monako dan mitra penegak hukum di Eropa terus berupaya melengkapi rangkaian bukti. Jaksa penuntut Monako, Stephane Thibault, menyampaikan terima kasih kepada polisi Monako dan Prancis atas kerja sama yang memungkinkan identifikasi tersangka “dalam waktu yang sangat singkat”.

Dengan status buron pada tersangka dan adanya perburuan lintas negara, penyidik kini menilai setiap detail perjalanan, termasuk rute perpindahan dan kemungkinan bantuan dari pihak lain, sebagai kunci untuk menyelesaikan kasus ini.