Hukum & Kriminal

Vadym Yermolaiev: Perburuan pelaku setelah bom melukai pengusaha Ukraina dan warga lain di Monaco

×

Vadym Yermolaiev: Perburuan pelaku setelah bom melukai pengusaha Ukraina dan warga lain di Monaco

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Vadym Yermolaiev : Manhunt after bomb injures Ukrainian oligarch and others in Monaco

jurnalistik.co.id – Perburuan tersangka menyusul ledakan bom paket di wilayah selatan Prancis yang berbatasan langsung dengan Monaco. Ledakan itu terjadi di sebuah gedung hunian, dan menyebabkan seorang pengusaha kaya asal Ukraina serta dua orang lainnya mengalami luka.

Pria yang diduga menjadi korban utama adalah Vadym Yermolaiev. Menurut pemberitaan media Prancis, identitas tiga orang yang terluka dalam serangan pada Senin malam dipercaya termasuk Yermolaiev, meski pihak berwenang belum mengumumkannya secara resmi.

Otoritas penegak hukum setempat menyebut dua korban berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di Nice. Sementara itu, jaksa penuntut umum Monaco, Stéphane Thibault, menyatakan seorang perempuan menjadi pihak yang paling serius terluka.

Ledakan terjadi tidak lama sebelum pukul 21:00 waktu setempat (19:00 GMT) di sebuah gedung apartemen di Rue Révérend Père Louis Frolla. Lokasi itu berada dekat perbatasan dengan Prancis, sehingga respons darurat melibatkan koordinasi lintas wilayah.

Monaco menyatakan ledakan disebabkan oleh bom paket. Menteri Negara Monaco, Christophe Mirmand, mengatakan perangkat peledak tersebut tampak berisi baut dan peluru, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Pada saat yang sama, Thibault mengatakan empat orang lainnya telah mendapat penanganan dari layanan darurat. Satu orang dilaporkan mengalami syok, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka sayat akibat serpihan dari jendela toko di sekitar lokasi ledakan.

Dalam proses penyelidikan, pihak berwenang menargetkan pencarian satu tersangka. Insiden ini diperlakukan sebagai dugaan percobaan pembunuhan, bukan serangan terorisme.

Jaksa Thibault menambahkan bahwa otoritas sedang melakukan penelusuran. Monaco juga menyebut adanya rekaman sistem pengawasan yang memperlihatkan seorang tersangka melarikan diri dengan berjalan kaki menuju komune Prancis, Beausoleil, setelah ledakan terjadi.

Di sisi lain, Mirmand menyampaikan kepada BFM TV pada Selasa pagi bahwa tersangka tampak “have left for France”. Pernyataan itu muncul setelah polisi memusatkan upaya pencarian di sekitar rute yang mengarah ke wilayah Prancis.

Menurut laporan surat kabar Le Figaro, rekaman pengawasan memperlihatkan momen sebelum serangan. Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat menjatuhkan ransel di lobi sebuah gedung sesaat sebelum ledakan meledak.

Lebih dari 100 personel kepolisian dan layanan darurat dikerahkan ke lokasi pada Senin malam. Menurut kesaksian warga di sekitar area, proses penanganan berlangsung intensif hingga malam.

Harri Richie, yang tinggal sekitar 100 meter dari gedung sasaran, mengatakan ia mendengar “unbelievably loud explosion” dari tempat parkir bawah tanah tempat ia berada. Setelah itu, ia naik ke apartemennya di lantai 11 dan melihat petugas “dragging two people out [from the building] who looked badly injured”.

Richie menambahkan bahwa layanan darurat tiba sekitar lima menit setelah ledakan. Ia juga menyebut ada helikopter yang terbang di atas lokasi sepanjang malam.

Mirmand mengatakan ini merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Ia menyatakan, “This is the first time in history, to my knowledge, that such an act has taken place in the principality.”

Sementara itu, Pangeran Albert II menggambarkan insiden tersebut sebagai “heinous crime” dan “shock to the entire Monaco community”. Pernyataan itu menegaskan bahwa dampak serangan dinilai mengguncang komunitas Monaco secara luas.

Di tengah upaya identifikasi korban, Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan pihaknya berhubungan dengan otoritas Monaco. Mereka menyebut kedutaan Ukraina di Prancis sedang bekerja untuk mengidentifikasi secara resmi orang-orang yang dilaporkan terluka.

Vadym Yermolaiev dan latar bisnisnya

Berdasarkan keterangan dari sumber anonim yang dikutip Le Figaro, tiga korban yang mengalami luka serius adalah Yermolaiev, pasangan hidupnya, serta putra mereka yang berusia 13 tahun. Media Prancis juga menyebut serangan itu menimpa keluarga korban di tempat tinggal mereka.

Yermolaiev berusia 58 tahun dan dikenal sebagai pengembang properti kaya dari Dnipro, kota terbesar keempat di Ukraina. Ia telah tinggal di Monaco, dan kini berstatus warga negara Siprus setelah melepas kewarganegaraan Ukraina pada 2019.

Forbes melaporkan Yermolaiev memiliki kepentingan bisnis di bidang anggur dan minuman beralkohol di wilayah Crimea yang dianeksasi Rusia. Sejak 2023, ia disebut menjadi subjek sanksi yang diterapkan pemerintah Kyiv.

Pada 2020, Forbes menempatkan Yermolaiev sebagai orang terkaya ke-39 di Ukraina. Majalah itu menyebut kekayaannya mencapai $230 juta (ÂŁ173.8 juta).

Dengan proses penyelidikan yang masih berjalan, otoritas di Monaco dan Prancis terus menelusuri jejak tersangka. Peristiwa ini, dengan korban luka dari kalangan warga sipil dan status Yermolaiev yang menonjol, membuat perhatian publik semakin besar sambil upaya penegakan hukum dilakukan di kedua sisi perbatasan.