jurnalistik.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bekerja untuk mengejar kepuasan publik lewat survei. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas rilis survei SMRC yang menyebut kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo berada di angka 51,1 persen.
Prasetyo menyampaikan hal tersebut saat ditemui di gerbong KA Nusantara Explorer, saat melintas di kawasan Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Ia mengatakan sejak awal pemerintah menyampaikan orientasi kerja yang berbeda dari tujuan sekadar mencari angka survei.
“Ya pertama, sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei gitu ya,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pemerintah menjalankan program berdasarkan pertimbangan kepentingan masyarakat. Ia menyebut berbagai langkah yang dicanangkan Prabowo dan dijalankan kementerian/lembaga berorientasi pada kebutuhan publik.
“Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei,” kata Prasetyo. Ia lalu menekankan bahwa pemerintah meyakini rakyat akan menerima pelaksanaan program sebagai bagian dari janji kampanye dan cita-cita bersama untuk memajukan bangsa.
Dalam penjelasannya, Prasetyo menyebut arah pembangunan yang ingin dikejar, termasuk bidang pangan. Selain itu, ia juga menyinggung energi, industrialisasi, serta hilirisasi sebagai bagian dari agenda yang ditargetkan.
“…ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar,” imbuhnya.
Respons Istana ini muncul setelah SMRC merilis hasil survei yang mengukur kondisi ekonomi-politik dan approval rating Presiden. Dalam rilis tersebut, kepuasan publik atas kinerja Prabowo tercatat menyentuh 51,1 persen.
SMRC juga menyebut, persentase kepuasan tersebut turun sebesar 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, kepuasan publik terhadap Prabowo disebut berada di angka 81,2 persen.
Berita Terkait
Survei yang dimaksud dilakukan SMRC pada 5–19 Juli 2026 dengan tajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyatakan penurunan kepuasan tidak terjadi tanpa sebab.
Deni mengatakan, “Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.”
Dalam survei yang sama, SMRC mencatat peningkatan jumlah responden yang merasa tidak atau sangat tidak puas. Deni menyebut, kelompok tersebut naik dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026.
Rincian tingkat kepuasan juga menunjukkan spektrum jawaban yang lebih beragam. Sekitar 4,8 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 46,3 persen menyebut cukup puas.
Di sisi lain, 35 persen responden menilai kurang puas, dan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali. SMRC juga menemukan 2,1 persen warga tidak tahu atau tidak menjawab.
Deni menautkan penurunan kepuasan tersebut dengan evaluasi negatif yang dirasakan publik. Ia menyebut hubungan erat antara menurunnya tingkat kepuasan dengan penilaian negatif warga terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Sementara itu, Prasetyo menempatkan narasi kebijakan pada konsistensi pelaksanaan program. Ia menegaskan pemerintah memandang kerja yang dilakukan sebagai upaya memenuhi kepentingan masyarakat, bukan sebagai strategi untuk mengejar hasil survei.
Dalam konteks itulah Istana menilai, janji kampanye dan cita-cita yang ingin dibawa pemerintahan menjadi landasan utama pelaksanaan program. Ia juga menggarisbawahi pemerintah tidak berorientasi pada angka survei, melainkan pada keberlanjutan agenda yang ditujukan bagi kemajuan dan kesejahteraan.
Dengan perbedaan sudut pandang tersebut, publik kemudian dihadapkan pada dua pesan yang berjalan paralel: satu sisi membahas perubahan angka kepuasan menurut survei, dan sisi lain menekankan tujuan kerja pemerintahan yang dianggap tidak bergantung pada pencarian kepuasan melalui survei.












