Pendidikan

Usia 15 Tahun ke Atas Disarankan Terima Vaksin MenB Gratis, Kata Para Ahli

×

Usia 15 Tahun ke Atas Disarankan Terima Vaksin MenB Gratis, Kata Para Ahli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Teenagers from 15 should be given free meningitis B vaccine, say experts

jurnalistik.co.id – Para ahli kesehatan di Inggris kini merekomendasikan agar semua remaja mulai usia sekitar 15 tahun ditawarkan vaksin meningitis B (MenB) secara gratis. Rekomendasi ini merupakan perubahan dibanding saran sebelumnya, setelah muncul kekhawatiran terkait wabah yang melanda Kent awal tahun ini.

Menurut mereka, pemberian vaksin pada usia tersebut diharapkan memperkuat perlindungan, sekaligus merespons kondisi penularan yang dinilai berisiko. Wabah di Kent disebut sebagai wabah terbesar dan tercepat berkembang di Inggris.

Sebagai langkah sementara, kampanye vaksinasi satu kali sudah dijalankan di berbagai wilayah Inggris selama musim panas ini. Program tersebut ditujukan untuk sejumlah kelompok usia muda, termasuk mereka yang akan memulai kuliah untuk pertama kali.

Dalam kampanye satu kali itu, apotek di sekitar Inggris diketahui juga menawarkan suntikan MenB gratis kepada calon mahasiswa yang bersiap berangkat. Tujuannya adalah melindungi kelompok yang dinilai paling berisiko dan mencegah kejadian serupa terulang.

Di sisi lain, penasihat kesehatan menyampaikan agar pemerintah mempertimbangkan kebijakan pemberian vaksin MenB secara rutin bagi anak usia sekolah menengah. Mereka berharap langkah itu dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penyakit yang dapat berakibat fatal.

Jika rekomendasi ini diterima, pemerintah di setiap negara bagian di Britania Raya akan menentukan apakah biaya pembiayaan melalui NHS sebanding dengan manfaatnya, serta bagaimana pelaksanaannya. Penerima vaksin tidak perlu membayar.

Prof Wei Shen Lim, selaku ketua kelompok penasihat Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI), menekankan bahwa penyakitnya tidak sering terjadi, tetapi dampaknya serius. Ia menyatakan, “Invasive meningococcal disease is a rare but very serious illness, which can have a devastating impact on lives.”

Ia juga mengatakan JCVI telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga amal terkait meningitis. “JCVI has worked closely with meningitis charities and would like to thank all those who responded, including on behalf of loved ones who sadly died or had life-changing complications. Their lived experiences were carefully considered.”

JCVI menjelaskan bahwa untuk perlindungan penuh, diperlukan dua dosis vaksin. Rekomendasi ini menempatkan usia sekitar 15 tahun sebagai fase yang tepat bagi remaja untuk menerima jadwal lengkap tersebut.

Alasan lain yang disebut adalah cara penyebaran MenB melalui kontak dekat. Penularan bisa terjadi melalui interaksi sehari-hari seperti berciuman, atau berbagi perangkat dan minuman, termasuk vape dan minuman.

Sejak wabah Kent berlangsung, yang diikuti oleh dua kematian, sebagian orang tua dilaporkan memilih membeli vaksin secara mandiri untuk anak-anak mereka. Pilihan itu muncul sebagai respons atas kekhawatiran terhadap risiko yang dinilai meningkat di kelompok usia remaja.

Infeksi MenB dapat memicu masalah serius yang mengancam jiwa. Kondisi yang dapat terjadi meliputi radang selaput otak (meningitis) serta keracunan darah (sepsis), yang pada beberapa kasus berakhir fatal.

Selain itu, dampak jangka panjang juga dapat berupa kecacatan yang mengubah hidup, seperti amputasi, gangguan pendengaran, dan kerusakan otak. Kondisi-kondisi tersebut menjadi dasar mengapa vaksinasi dipandang sebagai langkah penting untuk menyelamatkan nyawa.

Dalam program vaksinasi nasional Inggris, bayi sudah ditawarkan vaksin MenB. Hal itu dilakukan karena kelompok bayi dinilai lebih sering mengalami infeksi invasif dibanding kelompok usia lain, dan sistem tubuh mereka dinilai kurang mampu melawan infeksi secara mandiri.

Vaksin MenB kemudian dimasukkan ke dalam program imunisasi anak NHS untuk bayi yang lahir pada atau setelah 1 Juli 2015. Namun, konsekuensinya adalah remaja serta dewasa muda di atas usia 11 tahun tidak menerima suntikan yang sama dalam jadwal rutin.

JCVI menyatakan remaja usia tersebut seharusnya menerima dua dosis saat berusia 15 tahun. Rekomendasi ini juga disebut berdasarkan “recent new evidence,” sekaligus membalik saran sebelumnya yang menilai vaksin MenB tidak perlu atau tidak sebanding secara biaya.

Jika kebijakan baru itu disetujui, mereka yang telah menerima vaksin saat masih bayi hanya perlu dosis tunggal sebagai penguat di usia remaja. Dengan kata lain, kebutuhan dua dosis pada usia 15 tahun tidak berlaku untuk kelompok yang sudah divaksin pada masa bayi, melainkan diganti dengan top up satu kali.

Melalui kampanye satu kali musim panas ini, JCVI berharap perlindungan dapat diberikan lebih cepat kepada mereka yang dinilai berisiko lebih tinggi. Mereka menilai penularan MenB tetap mungkin terjadi lewat kontak dekat, misalnya berciuman, berbagi vape dan minuman, atau tinggal dalam ruang berdekatan dengan seseorang yang membawa kuman.

Secara keseluruhan, rekomendasi yang kini mengarah pada usia sekitar 15 tahun mencerminkan upaya memperbarui strategi pencegahan. Dengan penawaran vaksin gratis dan jadwal dua dosis bagi remaja yang sesuai, para ahli menargetkan pengurangan risiko wabah serta dampak yang paling buruk dari penyakit tersebut.