Pendidikan

Pemprov Kalteng Mulai Menyiapkan Sekolah Rakyat Provinsi, Kapasitas 3.000 Siswa

×

Pemprov Kalteng Mulai Menyiapkan Sekolah Rakyat Provinsi, Kapasitas 3.000 Siswa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sekolah Rakyat Tingkat Provinsi di Kalteng Segera Dibangun, Daya Tampung Capai 3.000 Siswa

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi. Rencananya, sekolah ini akan berdaya tampung sekitar 3.000 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyampaikan bahwa kapasitas tersebut hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah kabupaten/kota. Pernyataan itu disampaikan Reza setelah menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di kawasan Km 39, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Selasa (14/7/2026).

Menurut Reza, Sekolah Rakyat tingkat provinsi yang tengah dipersiapkan Pemprov Kalteng diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Tengah. Dengan kapasitas yang lebih besar, diharapkan kebutuhan layanan pendidikan dapat dijangkau lebih luas.

Koordinasi dengan pemerintah pusat

Reza menjelaskan program Sekolah Rakyat tingkat provinsi juga tengah dikejar percepatannya melalui koordinasi langsung pimpinan daerah dengan pemerintah pusat. Ia menyebut Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

“Pak Gubernur sudah audiensi dengan Bapak Menteri Sosial. Bahkan Bapak Menteri Sosial juga datang langsung ke Kalteng untuk membahas program ini,” kata Reza. Ia menambahkan bahwa setelah koordinasi tersebut, langkah berikutnya berada pada tahap proses lanjutan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

“Lokasinya juga sudah diusulkan dan sekarang tinggal menunggu proses selanjutnya,” ujarnya. Reza menekankan bahwa usulan lokasi telah masuk, sehingga tahap selanjutnya tinggal mengikuti alur kebijakan pemerintah pusat.

Perbandingan kapasitas

Reza merinci bahwa penerapan kapasitas di tingkat provinsi dirancang jauh lebih besar dibandingkan sekolah serupa di tingkat kabupaten. Ia menyampaikan, bila kuota yang dikelola kabupaten sekitar 1.080 siswa, maka Sekolah Rakyat tingkat provinsi diperkirakan dapat menampung sekitar 3.000 siswa.

“Kalau kuota yang dikelola kabupaten sekitar 1.080 siswa, maka Sekolah Rakyat tingkat provinsi diperkirakan bisa menampung sekitar 3.000 siswa. Jadi kapasitasnya jauh lebih besar,” ujarnya. Dengan angka tersebut, kapasitas Sekolah Rakyat tingkat provinsi memang diarahkan agar mampu menampung lebih banyak siswa dibandingkan model yang ada di daerah kabupaten/kota.

Reza juga menyatakan bahwa peningkatan daya tampung tersebut diharapkan dapat menjadi upaya nyata memperlebar kesempatan belajar bagi anak-anak dari kelompok ekonomi yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Layanan gratis dan penentuan lokasi

Dalam kesempatan itu, Reza menegaskan bahwa seluruh layanan pendidikan di Sekolah Rakyat diberikan secara gratis. Ia menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari karakter program pemerintah pusat.

“Program ini gratis. Itu merupakan program Bapak Presiden sehingga masyarakat tidak dipungut biaya,” tegas Reza.

Terkait penentuan lokasi, Reza menyebut pemerintah provinsi telah mengusulkan lahan kepada pemerintah pusat. Namun, ia menjelaskan penetapan lokasi masih menunggu hasil verifikasi dan keputusan pemerintah pusat.

“Lokasinya sudah kami usulkan. Sekarang masih menunggu proses dan keputusan dari pemerintah pusat. Yang jelas kami berharap program ini bisa segera berjalan,” beber Reza.

Calon lokasi masih diproses

Reza menambahkan bahwa saat ini terdapat empat calon lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kalteng yang sedang diproses. Dari jumlah tersebut, dua lokasi sudah dilakukan peninjauan lapangan.

Ia menjelaskan, dua lokasi yang telah ditinjau adalah di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. “Untuk Kalteng saat ini ada empat calon lokasi. Dua di antaranya hari ini sudah dilakukan peninjauan lapangan, yakni di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. Selanjutnya program akan terus berproses sesuai tahapan yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan demikian, tahapan berikutnya diharapkan berjalan mengikuti mekanisme pemerintah pusat, termasuk proses verifikasi yang menjadi dasar penetapan lokasi. Reza menekankan bahwa Dinas Pendidikan Kalteng akan terus mendukung pelaksanaan program pemerintah di bidang pendidikan agar targetnya dapat dicapai.

“Bagaimanapun program Bapak Presiden di Kalimantan Tengah harus bisa berjalan dengan lancar. Khususnya di dunia pendidikan, kami dari Dinas Pendidikan tentu harus mendukung penuh pelaksanaan program tersebut,” pungkas Reza.