Daerah

AQI Jakarta Turun, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat

×

AQI Jakarta Turun, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polusi Udara Jakarta Mereda Dibanding Kemarin, tapi Masih Tak Sehat

jurnalistik.co.id – Kualitas udara Jakarta pada Jumat (17/7/2026) pagi menunjukkan perbaikan dibanding sehari sebelumnya, namun indeks kualitas udara (AQI) masih berada pada kategori tidak sehat.

IQAir mencatat pada pukul 07.00 WIB, AQI Jakarta berada di angka 152. Dengan nilai tersebut, ibu kota masih termasuk wilayah dengan kualitas udara buruk yang berpotensi berdampak pada kesehatan.

Dibanding Kamis (16/7/2026) pagi, nilai AQI Jakarta memang turun. Saat itu, AQI tercatat 159 dan kondisi udara masih dipantau pada level yang sama-sama dikategorikan tidak sehat.

Meski membaik, komposisi polutan utama masih didominasi partikel halus PM2.5. Pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 56,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut lebih rendah dibanding konsentrasi pada pukul yang sama sehari sebelumnya. Kamis (16/7/2026) pagi mencatat PM2.5 sebesar 67,5 µg/m³, menandakan ada penurunan kadar polusi, namun belum cukup untuk mengubah kategori kualitas udara.

Perubahan kualitas udara juga terlihat dari posisi Jakarta dalam daftar kota dengan udara terburuk. Sehari sebelumnya, Jakarta berada di peringkat keenam, sementara pada Jumat pagi posisinya turun menjadi peringkat kesembilan.

Dalam pembaruan IQAir, Chicago, Amerika Serikat, menempati urutan pertama dengan AQI 573. Setelah Chicago, kota-kota lain mengikuti dengan tingkat polusi tinggi, seperti Detroit (361), New York (269), Toronto (192), Lahore (182), Kinshasa (179), Kampala (177), dan Delhi (144).

Jakarta berada di peringkat kesembilan dengan AQI 152. Kota berikutnya dalam pembaruan tersebut adalah Jerusalem, Israel, dengan AQI 117.

Proyeksi AQI Jakarta hingga malam hari

Walau membaik di pagi hari, kondisi Jakarta diperkirakan tetap berada pada kategori tidak sehat sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan IQAir, AQI Jakarta diproyeksikan tetap di sekitar 152 pada pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, AQI diperkirakan turun menjadi 150. Setelah itu, indeks kualitas udara diproyeksikan bergerak di kisaran 145-149 hingga siang hari.

Memasuki sore, kualitas udara diperkirakan kembali memburuk. AQI diprediksi mencapai 154 pada pukul 15.00 WIB, lalu meningkat bertahap menjadi 160 pukul 16.00 WIB dan 162 pukul 17.00 WIB.

Proyeksi berikutnya menunjukkan kenaikan berlanjut hingga 18.00 WIB dengan AQI 164. Sekitar pukul 19.00 WIB, AQI diperkirakan mencapai 167.

Setelah itu, kualitas udara mulai membaik pada malam hari. AQI diproyeksikan turun menjadi 155 pada pukul 20.00 WIB, kemudian 143 pukul 21.00 WIB, 131 pukul 22.00 WIB, dan 132 pada pukul 23.00 WIB.

Dampak kesehatan dan imbauan

Kategori tidak sehat menunjukkan kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Efek yang lebih berisiko disebut terutama dapat dirasakan oleh kelompok rentan.

Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Pada kondisi kualitas udara seperti ini, tubuh dinilai lebih sulit beradaptasi terhadap paparan polutan.

Masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Penggunaan masker dianjurkan ketika paparan polusi meningkat, terutama pada jam-jam ketika AQI diperkirakan lebih tinggi.

Meski AQI Jakarta pagi ini lebih rendah dibanding sehari sebelumnya, perbaikan yang terjadi belum mengubah status kualitas udara. Pemantauan per jam tetap diperlukan agar langkah perlindungan bisa disesuaikan dengan kondisi sepanjang hari.

Pergerakan indeks yang terlihat per jam itu memberi sinyal bahwa perbaikan pagi lebih bersifat sementara. Setelah rentang nilai yang cenderung stabil pada awal hari, peningkatan kembali muncul menjelang sore hingga sekitar malam, sebelum akhirnya menurun lagi dan membuat kondisi lebih terkendali.

Meski PM2.5 pada pukul 07.00 WIB tercatat lebih rendah daripada Kamis, partikel halus tetap menjadi komponen yang paling menonjol. Karena itu, langkah pencegahan tetap perlu, terutama bagi kelompok rentan yang lebih sulit beradaptasi terhadap paparan polutan saat kategori kualitas udara tidak sehat.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan pembaruan per jam yang disampaikan pemantau. Ketika AQI diperkirakan berada pada level lebih tinggi pada periode menjelang sore hingga malam, upaya membatasi aktivitas di luar ruangan dapat membantu menekan risiko yang mungkin muncul dari paparan polusi udara.