Internasional

Wamendagri Bima Arya Meninjau PLBN Motaain demi Layanan Perbatasan yang Optimal

×

Wamendagri Bima Arya Meninjau PLBN Motaain demi Layanan Perbatasan yang Optimal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

jurnalistik.co.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto melakukan kunjungan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Nusa Tenggara Timur pada Jumat (26/6/2026). Kunjungan ini diarahkan untuk memastikan kualitas layanan lintas batas dan pengelolaan kawasan perbatasan berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Wamendagri menegaskan komitmen pemerintah agar PLBN tidak hanya berfungsi sebagai titik pemeriksaan, tetapi juga sebagai pusat layanan publik di kawasan perbatasan. Upaya ini juga diposisikan sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan dukungan bagi aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.

Bima Arya hadir bersama sejumlah pejabat terkait. Pendampingnya antara lain Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willy Lay, serta Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Nurdin.

Selain itu, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika juga turut mendampingi rangkaian kegiatan peninjauan. Kehadiran pimpinan dan unsur pengelola ini menjadi bagian dari upaya untuk menyatukan pandangan lintas kelembagaan dalam meningkatkan layanan di perbatasan.

Peninjauan alur layanan di PLBN Peninjauan dimulai dari Gedung Keberangkatan PLBN Motaain. Di lokasi tersebut, Wamendagri meninjau langsung alur pelayanan serta aktivitas perlintasan yang berlangsung di area layanan.

Langkah ini dilakukan untuk melihat bagaimana proses layanan berjalan sejak tahap awal hingga aktivitas perlintasan selesai. Dengan pemantauan langsung, diharapkan standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara terukur.

Setelah meninjau area pelayanan, rangkaian kegiatan berlanjut pada pemantauan operasional harian PLBN. Pemantauan ini menempatkan PLBN sebagai gerbang utama penghubung masyarakat Indonesia dengan Timor-Leste.

Melalui pengecekan operasional harian, pemerintah dapat menilai kesiapan pelaksanaan layanan, termasuk koordinasi di lapangan antarunit terkait. Penekanan pada aspek operasional ini juga untuk memastikan layanan perbatasan berlangsung konsisten sesuai kebutuhan di setiap hari.

Ikon Motaain dan penguatan citra kawasan Rombongan kemudian melaksanakan sesi foto bersama di Bundaran Motaain Indonesia. Lokasi tersebut dipilih sebagai ikon kawasan perbatasan yang merepresentasikan wajah wilayah perbatasan.

Kegiatan foto bersama pada ikon kawasan itu menjadi penanda bahwa perhatian pemerintah juga mencakup aspek identitas dan representasi wilayah. Dengan begitu, citra kawasan perbatasan dapat ditampilkan secara lebih tertata dan terarah.

Kunjungan di PLBN Motaain juga diposisikan sebagai upaya berkelanjutan. Pemerintah mendorong agar PLBN tidak berhenti pada fungsi pemeriksaan, melainkan menjadi simpul pelayanan yang mendukung mobilitas dan aktivitas lintas batas.

Penguatan peran PLBN sebagai pusat pelayanan publik diharapkan ikut mendorong konektivitas antarwilayah. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.

Usai rangkaian kegiatan di PLBN Motaain, Wamendagri melanjutkan agenda ke Dili, Timor-Leste. Setelah menjalani agenda tersebut, rombongan kembali memasuki wilayah Indonesia melalui PLBN Motaain pada malam hari.

Dengan adanya kunjungan Wamendagri ke PLBN Motaain, diharapkan standar layanan dapat semakin diperkuat. Upaya ini juga diharapkan memperkokoh kolaborasi lintas instansi dalam pengelolaan perbatasan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kawasan sebagai beranda terdepan negara.

Peninjauan langsung ke fasilitas layanan dan pemantauan operasional harian menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan layanan perbatasan. Melalui pendekatan tersebut, perhatian diarahkan agar layanan lintas batas berjalan lebih optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

Dari rangkaian peninjauan tersebut, perhatian diarahkan pada keselarasan layanan sejak pengunjung berada di area keberangkatan hingga proses perlintasan selesai. Pemantauan langsung ini menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan kawasan perbatasan tetap sesuai arah yang ditetapkan.

Usai menutup agenda di sisi PLBN, kunjungan kemudian berlanjut ke Dili, Timor-Leste, sebelum rombongan kembali masuk ke Indonesia melalui PLBN Motaain pada malam hari. Perjalanan lanjutan ini memperlihatkan kesinambungan pengamatan lintas wilayah dalam penguatan layanan perbatasan.