Pendidikan

Wapres Gibran Meninjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Prioritaskan Ruang Belajar dan Fasilitas Pendukung

×

Wapres Gibran Meninjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Prioritaskan Ruang Belajar dan Fasilitas Pendukung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gibran Tinjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Dorong Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan

jurnalistik.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau progres rehabilitasi dan renovasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rokan Hilir, Riau, pada Jumat (17/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perbaikan yang sedang berjalan sejalan dengan kebutuhan sekolah dalam mendukung proses belajar-mengajar.

Dalam peninjauan itu, Gibran berkeliling ke beberapa ruang yang sedang direnovasi. Suasana di madrasah terlihat ramai saat Wapres tiba, dan ia menyapa siswa secara bergantian selama kegiatan berlangsung.

Kepala MIN 1 Rokan Hilir, Arniyeti, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di sekolahnya. Ia menyebut bahwa pembangunan yang tengah berlangsung menjadi bagian dari upaya perbaikan lingkungan belajar di madrasah tersebut. “Alhamdulillah ada pembangunan,” ujar Arniyeti, dikutip dari siaran pers Sekretariat Wakil Presiden, Sabtu (18/7/2026).

Arniyeti menjelaskan bahwa sekolah masih memerlukan tambahan sarana agar kegiatan belajar dapat berjalan lebih optimal. Menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak mencakup ruang belajar serta fasilitas pendukung yang selama ini belum tersedia secara memadai. “Kami kekurangan kelas belajar ada tiga kelas, habis itu aula juga tidak ada, musala tidak ada, habis itu lab komputer, itu yang menjadi prioritas kami,” ujar Arniyeti.

Diskusi soal pengembangan fasilitas

Usai mendengarkan paparan tersebut, Gibran merespons dengan melakukan diskusi bersama perangkat daerah dan satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum mengenai kemungkinan pengembangan fasilitas sekolah. Dalam diskusi tersebut, Arniyeti menyebut ada pembahasan mengenai pemanfaatan lahan di sekitar lokasi MIN 1 Rokan Hilir.

Ia juga menilai Wapres menaruh perhatian yang rinci terhadap kondisi di sekolah. Arniyeti mengatakan Gibran memperhatikan situasi siswa selama kunjungan berlangsung, termasuk perbedaan pakaian yang dikenakan.

Arniyeti menuturkan, “Habis itu lagi ditengoknya anak-anak kan pakai baju ada yang warna lain kan, jadi katanya ini dibelikan nanti anak baju (seragam sekolah),” tutur Arniyeti. Pernyataan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pembahasan tidak berhenti pada aspek bangunan, tetapi juga menyentuh kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas harian di lingkungan madrasah.

Kunjungan Gibran ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan demikian, upaya rehabilitasi dan renovasi diposisikan sebagai bagian dari langkah yang lebih luas dalam peningkatan mutu layanan pendidikan.

Selama peninjauan, pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga mendorong pemenuhan fasilitas pendukung yang diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik. Dengan perbaikan yang sedang dikerjakan serta rencana kebutuhan fasilitas lanjutan, sekolah diharapkan memiliki ruang-ruang yang dapat menampung aktivitas pembelajaran secara lebih layak.

Gibran didampingi sejumlah pejabat dalam kunjungan ke MIN 1 Rokan Hilir. Mereka antara lain Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Rokan Hilir Bistamam, Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, Anggota DPRD Rokan Hilir Basiran Nur Efendi, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis M Yudi Prasetya.

Melalui rangkaian peninjauan dan diskusi tersebut, fokus penguatan fasilitas pendidikan kembali ditekankan pada kebutuhan yang nyata di lapangan. Di MIN 1 Rokan Hilir, prioritas yang disampaikan mencakup penambahan tiga kelas belajar, ketersediaan aula, fasilitas musala, serta lab komputer yang diharapkan dapat mendukung proses pendidikan secara lebih lengkap.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wapres juga menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tidak semata melihat aktivitas fisik di lokasi, tetapi diarahkan untuk memahami dampaknya terhadap proses belajar-mengajar. Penjelasan dari pihak madrasah membantu menggambarkan bagian mana yang sudah berjalan dan bagian mana yang masih memerlukan percepatan agar kegiatan sekolah lebih nyaman serta terorganisasi.

Setelah mendengar paparan kebutuhan fasilitas, pembahasan lanjutan kemudian diarahkan pada cara pengembangan yang memungkinkan, termasuk pembicaraan mengenai pemanfaatan lahan di sekitar MIN 1 Rokan Hilir. Dari uraian yang disampaikan, tampak bahwa rencana penguatan fasilitas mencakup penambahan ruang belajar, penyediaan aula, pembangunan musala, serta pemulihan fungsi layanan teknologi melalui lab komputer yang selama ini belum tersedia memadai.