jurnalistik.co.id – Serangan drone Ukraina menargetkan dua gudang milik Wildberries di Rusia dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka dalam jumlah besar, menurut pejabat Rusia.
Secara keseluruhan, delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan 62 orang mengalami luka. Rinciannya mencakup tujuh kematian dan 25 korban luka di sebuah gudang di Tambov, serta satu kematian dan 37 korban luka di gudang lain di wilayah Moskow.
Di Tambov, lokasi gudang disebut berada sekitar 295 mil (475 km) di tenggara Moskow. Pejabat setempat melaporkan bahwa tujuh orang tewas dan 25 orang lainnya terluka setelah drone Ukraina menyerang fasilitas tersebut.
Gubernur wilayah Tambov, Evgeniy Pervyshov, menyatakan bahwa tujuh orang yang bertugas pada shift malam meninggal “on the spot”. Ia juga menyebut 28 drone ditembak jatuh saat mendekati area tersebut.
Pervyshov menambahkan, total 25 orang mengalami cedera, termasuk tujuh orang dalam kondisi serius. Menurutnya, mayoritas luka disebabkan serpihan (shrapnel). Pervyshov juga menyebut serangan itu sebagai “the largest and most inhumane” bagi wilayah Tambov jika dilihat dari jumlah drone yang digunakan dan angka korban.
Sementara itu, di Elektrostal, wilayah Moskow, satu orang dilaporkan tewas dan 37 orang mengalami luka setelah serangan terjadi pada gudang Wildberries di kawasan tersebut. Gubernur wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, menyatakan delapan dari korban luka berada dalam kondisi serius.
Vorobyov juga mengatakan bahwa total 48 drone ditembak jatuh di wilayah Moskow sepanjang malam hingga menuju hari Rabu. Ia menambahkan bahwa sebuah depot minyak juga terkena dampak serangan akibat drone yang jatuh, yang ia sebut sebagai insiden dengan “the most serious consequences”.
Petugas pemadam kebakaran, layanan darurat, serta Kementerian Situasi Darurat disebut terus bekerja di lokasi kejadian. Pihaknya belum merinci tingkat kerusakan secara detail pada fasilitas yang diserang.
Dari sisi Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam “major logistics facilities” yang digunakan untuk “supply sanctioned components for drone production and navigation equipment”. Zelensky menambahkan bahwa operasi Ukraina juga menargetkan area di Laut Azov, Laut Hitam, dan wilayah Crimea yang dianeksasi Rusia.
Berita Terkait
Zelensky juga menyampaikan bahwa tindakan Ukraina dilakukan sebagai respons atas “Russian strikes on our civilian infrastructure and on our cities and communities”. Pernyataan itu menempatkan serangan ke fasilitas logistik sebagai balasan atas serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil dan wilayah perkotaan.
Dalam kabar terkait yang dikaitkan dengan situasi keseluruhan di Ukraina, disebutkan bahwa pada malam hingga Rabu tercatat 14 orang meninggal dunia akibat serangan Rusia di berbagai wilayah di Ukraina.
Wildberries, yang sering disebut sebagai padanan Amazon di Rusia, merupakan bagian dari grup usaha yang telah mengalami penggabungan dengan Russ sehingga dikenal sebagai grup RWB. Forbes Russia pada 2026 menilai nilai grup tersebut sekitar $12.6bn (ÂŁ9.3bn).
Wildberries juga merespons peristiwa ini. Tatyana Kim, CEO Wildberries, menyatakan bahwa ini adalah “a terrible night” bagi Rusia dan perusahaan. Ia menekankan besarnya dampak yang dialami pada fasilitas logistik tersebut.
Selain laporan mengenai gudang, Zelensky juga disebut mengonfirmasi secara terpisah bahwa Ukraina menargetkan “an oil facility”. Dalam konteks yang lebih luas, Ukraina belakangan memperkuat serangan drone jarak jauh ke infrastruktur energi kritis di Rusia.
Sejumlah dampak yang disebutkan termasuk gangguan pasokan bahan bakar hingga menimbulkan kekurangan BBM. Kyiv sebelumnya menyatakan bahwa hampir 43% kapasitas penyulingan minyak Rusia telah “disabled” akibat serangan-serangan tersebut pada bulan berjalan.
Namun, BBC menyebut klaim 43% itu belum diverifikasi secara independen. Meski begitu, narasi Ukraina menempatkan fasilitas minyak dan gas sebagai sasaran yang sah, karena Moskow sangat bergantung pada ekspor bahan bakar fosil untuk membiayai invasi skala penuh yang dimulai sejak Februari 2022.
Di sisi Rusia, Presiden Vladimir Putin membuat pengakuan langka pada bulan lalu bahwa kekurangan bahan bakar terjadi akibat serangan Ukraina. Ia juga menandatangani undang-undang yang bertujuan meningkatkan pasokan ke pasar bahan bakar domestik pada awal Juli.
Dengan laporan korban dari Tambov dan Elektrostal, serangan ke fasilitas logistik Wildberries memperlihatkan dampak langsung pada sektor rantai pasok yang terkait dengan aktivitas distribusi barang. Rangkaian klaim dari kedua pihak menempatkan serangan drone ini sebagai bagian dari eskalasi perang jarak jauh, baik melalui target logistik maupun fasilitas energi.












