jurnalistik.co.id – Timnas Haiti akan menandai kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah 52 tahun absen saat menghadapi Skotlandia. Pertandingan Haiti vs Skotlandia digelar di Stadion Boston, dengan kick-off Minggu (14/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Bagi Haiti, partisipasi terakhir di ajang ini tercatat pada tahun 1974. Kali ini, sebagian besar pemain Haiti saat ini beraksi di luar negeri, termasuk sosok yang menjadi sorotan menjelang laga, Wilson Isidor.
Isidor diproyeksikan mengisi lini depan Haiti lewat statusnya sebagai pemain naturalisasi. Ia hadir sebagai salah satu penyerang tajam Sunderland, yang diperkirakan dapat memberi ancaman serius bagi pertahanan Skotlandia.
Wilson Isidor akan menjadi andalan Timnas Haiti di sektor penyerang setelah resmi dinaturalisasi pada Maret 2026. Dalam penampilannya bersama Haiti, ia mencatat dua gol dari empat pertandingan terakhir.
Di level klub, Isidor kini memperkuat Sunderland di Premier League dan cukup reguler tampil bersama The Black Cats. Performa yang ditunjukkan di level klub juga menjadi bagian dari konteks penting ketika Haiti berusaha tampil kompetitif pada fase grup Piala Dunia.
Masuknya Isidor ke skuat Haiti juga membawa momen khusus bagi sejarah pencetak gol awal Haiti di Piala Dunia. Dalam keterangan yang dikutip dari BBC, Isidor menyinggung jejak Emmanuel Sanon yang mencetak gol pertama bagi Haiti di Piala Dunia.
“Sudah 52 tahun sejak Haiti terakhir kali tampil di Piala Dunia dan pencetak gol pertama (Emmanuel Sanon) adalah legenda besar di sana,” kata Isidor. “Saya berharap bisa menjadi yang kedua.”
Tak hanya identitasnya sebagai naturalisasi, Isidor juga dihubungkan dengan perjalanan Sunderland menuju target Eropa musim berikutnya. Ia turut berjasa membawa Sunderland lolos ke Europa League musim depan meski baru satu musim berstatus sebagai tim promosi.
Pemain Kunci Timnas Haiti Selain Wilson Isidor, Haiti juga menyiapkan figur-figur yang diperkirakan menjadi tumpuan. Dari sektor penjaga gawang, Johny Placide akan mengawal gawang Haiti.
Placide saat ini beraksi untuk klub kasta kedua Perancis, Bastia. Peran kiper akan menjadi bagian penting mengingat Haiti memasuki panggung Piala Dunia setelah jeda panjang, sementara Skotlandia datang dengan rangkaian persiapan yang sudah terukur di turnamen.
Dengan momentum kembalinya Haiti ke Piala Dunia dan hadirnya Wilson Isidor sebagai penyerang naturalisasi yang sedang tajam, laga menghadapi Skotlandia menjadi perhatian tersendiri. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Haiti untuk memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan energi baru, di mana Isidor memikul harapan sekaligus tekad untuk mencatatkan peran serupa dengan Emmanuel Sanon di era yang berbeda.
Pertemuan Haiti melawan Skotlandia digelar di Stadion Boston dan menjadi penanda hari yang ditunggu setelah jeda panjang. Kick-off Minggu (14/6/2026) pukul 08.00 WIB terasa spesial bagi tim yang kembali menjejak Piala Dunia setelah 52 tahun, sekaligus memberi fokus pada bagaimana skuat menata ritme menuju fase grup.
Wilson Isidor hadir sebagai poros serangan yang diproyeksikan mengubah pola daya gedor Haiti. Status naturalisasinya yang resmi pada Maret 2026 membuat perannya makin jelas, sementara catatan dua gol dari empat pertandingan terakhir bersama Haiti menambah keyakinan bahwa ia sedang berada dalam momen produktif.
Di saat yang sama, narasi historis turut menyertai nama Isidor. Dalam keterangan yang dikutip BBC, ia menyinggung jejak Emmanuel Sanon sebagai pencetak gol pertama Haiti di Piala Dunia dan menyuarakan harapan untuk menjadi “yang kedua”, sehingga laga ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga kesinambungan cerita sepak bola Haiti.
Selain sektor depan, perhatian juga diarahkan pada stabilitas pertahanan dari belakang. Johny Placide akan mengawal gawang Haiti, dan tugasnya diharapkan semakin berpengaruh karena Haiti menjalani jeda panjang sebelum tampil di turnamen, sedangkan Skotlandia membawa persiapan yang sudah terukur. Pada sisi lain, keterlibatan Isidor dalam konteks Sunderland yang menargetkan Eropa juga turut memperkaya konteks kesiapan tim menghadapi tuntutan pertandingan besar.












