jurnalistik.co.id – Anggota Parlemen Inggris Diane Abbott dan Joani Reid akhirnya dipulihkan ke Partai Buruh setelah sebelumnya diskors dari keanggotaan partai. Keduanya juga dibaca ulang ke dalam parliamentary party, sehingga dapat kembali duduk sebagai anggota parlemen dari Partai Buruh.
Pernyataan juru bicara Partai Buruh menyebut bahwa keputusan terkait keanggotaan partai itu diambil secara independen, tanpa campur tangan kepemimpinan atau intervensi politik. Dengan pemulihan tersebut, Abbott dan Reid tidak lagi berstatus di luar Partai Buruh dalam aktivitas parlemen.
Abbott merupakan anggota parlemen perempuan dengan masa jabatan terpanjang di Parlemen. Ia sempat diskors pada 2025 menyusul polemik berbau antisemitisme. Setelah masa diskors itu, ia kemudian menjalani periode sebagai anggota parlemen independen.
Sementara itu, Reid menyatakan diri keluar dari Partai Buruh sejak Maret. Ia mengumumkan bahwa ia “voluntarily suspending herself” dari Partai Buruh setelah suaminya ditangkap dengan dugaan melakukan spionase untuk China. Sejak saat itu, Reid duduk sebagai anggota parlemen independen.
Dari sisi sejarah skorsing Abbott, ia mulanya pernah dikenai sanksi pada 2023. Saat itu, Abbott diskors karena surat yang ia tulis untuk surat kabar The Observer, di mana ia mengatakan bahwa orang-orang Irlandia, Yahudi, dan Traveller “undoubtedly experience prejudice” namun “they are not all their lives subject to racism”. Ia juga menyatakan bahwa bentuk prasangka yang dialami kelompok-kelompok tersebut serupa dengan yang dialami orang berambut merah.
Abbott sempat dipulihkan ke Partai Buruh tidak lama sebelum pemilihan umum 2024. Dalam sebuah wawancara BBC setahun lebih, ia mengatakan tidak menyesali insiden tersebut serta mempertahankan pernyataannya yang menjadi dasar kontroversi. Pernyataan itu kemudian berujung pada skorsing kedua terhadap dirinya.
Berita Terkait
Setelah skorsing kedua, Abbott tetap berstatus sebagai anggota parlemen independen. Namun pada 30 Juli 2026, ia menyampaikan kabar pemulihannya melalui unggahan di platform X. Ia menulis: “Today, following a process conducted in line with party rules and approved by the independent review process I have been readmitted to the Labour party.”
Dalam unggahan yang sama, Abbott menyatakan bahwa ia “issued with a formal warning for a tweet I previously posted”. Tweet tersebut merujuk pada Israel Defense Forces sebagai ‘Jewish Defence Force’. Ia kemudian menambahkan permintaan maaf atas dampak yang muncul dari pilihan katanya.
Abbott menuliskan penjelasannya sebagai berikut: “I used wording that conflates the actions of the state of Israel with the Jewish community. I am deeply sorry for any hurt caused by that conflation and apologise for any hurt caused by it.” Ia juga menegaskan komitmennya terhadap anti-rasisme dengan kalimat: “I have been and remain a lifelong anti-racist and remain deeply committed to opposing racism in all of its forms.”
Abbott sendiri tercatat sebagai MP untuk Hackney North and Stoke Newington. Dengan pembacaan ulang ke dalam parliamentary party, Abbott dan Reid akan kembali menjalankan peran sebagai anggota parlemen Buruh, setelah rangkaian skorsing dan perubahan status politik selama periode sebelumnya.
Pembacaan ulang Abbott ke dalam Partai Buruh disebut dilakukan melalui tahapan yang selaras dengan aturan internal partai dan disetujui lewat mekanisme peninjauan independen. Dalam pengumumannya, ia juga menyinggung adanya peringatan resmi yang diberikan terkait unggahan sebelumnya, serta menyatakan permintaan maaf atas potensi dampak dari pilihan kata yang ia gunakan.
Langkah pemulihan ini juga menegaskan bahwa Abbott dan Reid tidak lagi berada di luar Partai Buruh saat menjalankan aktivitas di parlemen. Setelah rangkaian perubahan status—mulai dari skorsing hingga periode sebagai anggota parlemen independen—keduanya kembali diposisikan dalam parliamentary party Partai Buruh, sehingga mereka dapat melanjutkan peran sebagai anggota parlemen dari partai tersebut.












