jurnalistik.co.id – Coco Gauff melangkah ke semifinal Wimbledon pertamanya setelah menumbangkan Jessica Pegula dalam pertandingan yang sarat perubahan momentum dan berakhir dengan skor 4-6, 6-3, 6-3.
Gauff, yang tahun lalu tak mampu melewati babak keempat di All England Club dan bahkan tersingkir lebih awal pada edisi sebelumnya, kali ini tampil bangkit dari awal yang berantakan untuk mengubah laga ketat menjadi kemenangan comeback.
Adapun Pegula datang sebagai unggulan dengan status petenis peringkat keempat dunia serta pemain dengan ranking tertinggi yang tersisa di undian nomor tunggal putri.
Langkah Gauff merangkum perjalanan yang lebih dari sekadar satu pertandingan. Ia kini menjadi pemain termuda yang mencapai semifinal di keempat Grand Slam sebelum menginjak usia 23 tahun, sebuah catatan yang terakhir dicapai Maria Sharapova saat tampil di French Open 2007.
Di set pembuka, Gauff sempat mendapat tekanan saat permainan banyak diwarnai kesalahan. Ia mencatat empat double faults dan 17 unforced errors, sehingga Pegula berhasil memegang kendali jalannya reli-relasi penting.
Pegula akhirnya meraih set pertama 6-4, tetapi laga belum usai karena Gauff tidak memilih untuk menyerah ketika pertandingan mulai berjalan masuk ke fase yang menuntut ketenangan ekstra.
Perubahan mulai terasa pada transisi menuju set kedua. Pegula sempat “mengambil peluang” dengan memaksa tiga break point pada dua gim pertamanya melawan Gauff, namun kemampuan untuk mengonversi situasi-situasi awal itu justru menjadi titik yang pada akhirnya menghukum dirinya.
Momentum berbalik ketika Gauff mampu memanfaatkan permainan Pegula yang tidak dalam performa terbaiknya. Ia melakukan break “to love” dan setelah itu menjaga ritme agar tidak terbawa terburu-buru oleh tekanan.
Berita Terkait
Di fase krusial set kedua, Gauff juga menunjukkan daya tahan saat harus keluar dari posisi tertinggal. Ia sempat berada di situasi 0-30, lalu berhasil mempertahankan servisnya untuk menutup set tersebut sekaligus menyamakan kedudukan.
Menurut alur yang berulang sepanjang turnamen ini, Gauff terus memperbaiki cara bertahan dan menyerang sesuai kebutuhan pertandingan. Hasilnya, ia menjadi petenis wanita pertama yang mencapai semifinal nomor tunggal dengan empat kemenangan lewat tiga set dalam rentang 30 tahun terakhir.
Di set ketiga, ritme pertandingan kembali bergerak naik turun. Pegula sempat mencoba memulihkan keadaan, namun Gauff mampu meningkatkan level permainannya tepat ketika laga membutuhkan respons cepat.
Setelah Pegula berhasil membalas break, Gauff langsung memberi jawab dengan mengambil keunggulan 4-3. Ia kemudian menutup pertandingan dengan merayakan kemenangan dari servis Pegula, dengan match point pertama yang dikonversikan menjadi poin penentu.
Usai pertandingan, Gauff menanggapi ekspektasi banyak pihak yang menilai ia berpotensi gugur di fase awal. Ia bercanda, “I think a lot of people had me going out in the first or second round this tournament,” sebelum menambahkan, “After seven years playing in this tournament, it is the first time I’ve walked onto Centre Court and not felt nervous. ”So I don’t know – am I becoming a veteran already?”
Dengan kemenangan ini, perjalanan semifinal Wimbledon Gauff menjadi semakin bermakna karena ia sebelumnya tidak pernah melewati babak keempat di All England Club. Hasil tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan paling besar terjadi bukan hanya pada skor, melainkan pada keberanian mengambil inisiatif setelah tertinggal.
Bagi Pegula, hasil ini memperpanjang penantian untuk meraih gelar Grand Slam tunggal pertamanya. Kekalahan juga membuka kemungkinan ia akan memikirkan peluang yang gagal dikapitalisasi pada bagian awal set kedua, ketika ia sempat memaksa tiga break point dalam dua gim pertama.
Di babak berikutnya, Gauff akan menghadapi pemenang dari laga yang dimainkan kemudian pada hari Selasa antara Naomi Osaka dan Karolina Muchova. Pertandingan itu akan menentukan siapa yang berhak menemani Gauff menuju partai final Sabtu.
Sementara itu, semifinal Wimbledon kali ini mempertemukan dua narasi berbeda: satu pihak mengejar momen bersejarah lewat catatan termuda mencapai semifinal di semua Grand Slam sebelum 23 tahun, sementara pihak lain berupaya menerjemahkan peluang-peluang awal menjadi trofi. Untuk saat ini, Gauff yang melangkah lebih jauh setelah kemenangan dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 dan keberanian untuk bangkit di momen yang paling menentukan.












