Pendidikan

Yellow Laser untuk Kulit Usia 30-an: Dipakai untuk Cerahkan, Atasi Kemerahan, dan Rangsang Kolagen

×

Yellow Laser untuk Kulit Usia 30-an: Dipakai untuk Cerahkan, Atasi Kemerahan, dan Rangsang Kolagen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Yellow Laser Jadi Pilihan Perawatan Kulit di Usia 30-an, Apa Manfaatnya?

jurnalistik.co.id – Kebutuhan kulit tidak selalu berubah seiring bertambahnya usia, tetapi frekuensi masalahnya sering ikut bergeser. Memasuki dekade baru, banyak orang mulai melihat tanda-tanda penuaan yang mulai muncul pelan-pelan.

Pada usia remaja hingga akhir usia 20-an, keluhan seperti jerawat dan minyak berlebih umumnya lebih sering jadi perhatian. Ketika memasuki usia 30 tahun, perubahan lain mulai terasa, mulai dari garis halus, kulit tampak lebih kusam, warna yang tidak merata, hingga berkurangnya kekencangan.

Dr. Irine Silty menilai, perubahan-perubahan tersebut membuat pendekatan perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Di fase ini, produksi kolagen perlahan menurun sehingga kulit tampak kurang kenyal, sementara dampak paparan sinar matahari bertahun-tahun mulai terlihat dalam bentuk pigmentasi maupun ketidakseimbangan warna.

Dikutip dari Real Simple, Dermatolog Corey L. Hartman Robinson menjelaskan bahwa pada fase ini sistem regenerasi alami kulit juga mulai melambat. Akibatnya, wajah dapat terlihat lebih kusam dibanding sebelumnya.

Yellow laser untuk kulit usia 30-an

Dalam konteks tersebut, dr. Irine menyebut yellow laser sebagai salah satu tindakan yang dapat dipilih ketika seseorang mulai mengeluhkan kulit kusam dan ingin memperjelas tampilan wajah. Ia memandang perawatan ini relevan terutama bagi mereka yang berada di kisaran usia 30 hingga 40 tahun.

“Kalau umur 30 tahunan dan pengin wajah cerah, salah satu treatment yang aku sarankan itu adalah yellow laser. Yellow laser ini teknologi laser dari Jerman. Ini kerjanya buat tanda-tanda penuaan, mencerahkan kulit, merangsang kolagen, terus juga memperbaiki kemerahan akibat bekas jerawat,” ujar dr. Irine.

Menurut dr. Irine, teknologi tersebut bekerja dengan menargetkan pembuluh darah. “ Yellow laser ini panjang gelombangnya memang menargetkan di pembuluh darah. Jadi biasanya kemerahan tuh dalam 1-2 kali treatment udah hilang,” katanya.

Ia menambahkan, tindakan ini juga dapat membantu mengatasi flek serta kondisi kulit yang tampak kering. Alasannya, kemampuan laser merangsang pembentukan kolagen sehingga tampilan kulit diharapkan lebih terarah.

Keunggulan lain yang disampaikan dr. Irine adalah kenyamanan selama proses. “Apalagi lasernya ini gentle , aman banget, no downtime . Jadi kamu datang dan kamu pergi tuh kayak enggak ada beda,” ujar dr. Irine.

Perawatan usia 40-an ke atas: fokus fondasi dulu

Memasuki usia 50 tahun ke atas, tantangan kulit menjadi lebih kompleks. Volume wajah bisa berkurang, elastisitas menurun, kerutan tampak semakin jelas, dan jejak kerusakan akibat paparan sinar matahari juga lebih nyata.

Dr. Irine menjelaskan bahwa pendekatan perawatan pada pasien usia 40-an ke atas tidak bisa disamakan dengan usia 30-an. “Kalau di atas 40-an tuh permasalahan kulitnya biasanya lebih kompleks. Udah ada volume loss , terus ada collagen loss ,” paparnya.

Karena itu, sebelum menjalani laser, fondasi kulit perlu diperbaiki terlebih dahulu. “Kita benerin dulu fondasinya. Kayak misalnya banyak volume loss, kita isi mungkin dengan filler atau kolagen. Nanti setelah oke baru kita treatment dengan laser,” katanya.

Meski begitu, dr. Irine menegaskan bahwa tidak ada satu jenis perawatan yang cocok untuk semua orang. Kondisi tiap individu berbeda, sehingga pemeriksaan langsung dan konsultasi menjadi bagian penting untuk menentukan tindakan yang paling sesuai.

“Makanya harus konsultasikan dulu biar perawatannya sesuai dan lebih efektif,” tutup dr. Irine.

Selain perubahan yang pelan-pelan terlihat di wajah, keluhan seperti kulit tampak lebih kusam, warna yang tidak merata, serta munculnya pigmentasi dan kemerahan bekas jerawat memang cenderung saling berkaitan. Karena itulah, pilihan perawatan biasanya perlu mengikuti fase usia dan kondisi yang sedang paling dominan.

Pada pemilihan yellow laser, dr. Irine juga menekankan bahwa targetnya bukan sekadar membuat tampilan lebih cerah, melainkan membantu merapikan masalah kemerahan maupun noda yang mulai mengganggu. Ia menyebut banyak kasus kemerahan dapat membaik dalam 1–2 kali treatment, dengan proses yang tergolong gentle, aman, dan minim gangguan aktivitas karena no downtime.

Ketika menginjak usia 40-an ke atas, pendekatannya lebih bertahap: fondasi kulit dirapikan lebih dulu sebelum prosedur laser. Untuk kondisi yang sudah ada volume loss maupun collagen loss, perbaikan dapat diawali dengan opsi seperti filler atau kolagen, lalu baru dilanjutkan dengan laser setelah kondisi dinilai sudah lebih siap. Intinya, evaluasi langsung tetap diperlukan agar perawatan sesuai dan hasilnya lebih efektif.