Peristiwa

15 Rumah Warga Parigi Moutong Rusak Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng

×

15 Rumah Warga Parigi Moutong Rusak Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng

Sebarkan artikel ini
15 Rumah Warga di Parigi Moutong Rusak Terdampak Gempa M 6,7 Sulteng Regional 16 Juni 2026
Ilustrasi: 15 Rumah Warga di Parigi Moutong Rusak Terdampak Gempa M 6,7 Sulteng

jurnalistik.co.id – Gempa bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) mengguncang Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dan berdampak pada sekitar 15 rumah warga yang mengalami kerusakan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan jumlah tersebut masih bersifat sementara.

Menurut BPBD, pendataan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan dan dapat berubah seiring proses verifikasi. Dampak gempa tidak hanya memunculkan kerusakan fisik pada rumah warga, tetapi juga memicu kepanikan di sejumlah wilayah yang terdampak di beberapa kecamatan Kabupaten Parigi Moutong.

Pendataan sementara kerusakan rumah

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan pendataan sementara menunjukkan kerusakan rumah di empat desa berbeda. Rivai menegaskan data yang dihimpun masih berpeluang bertambah karena TRC masih melakukan pendataan.

Rivai menyampaikan, “Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan,” kata Rivai di Parigi, Selasa (16/6/2026), dikutip dari Antara.

Rinciannya, Desa Torue di Kecamatan Parigi Selatan mencatat 4 rumah rusak, dengan 4 kepala keluarga terdampak. Di Desa Tolai, terdapat 1 rumah rusak dengan 1 kepala keluarga terdampak, termasuk 1 lansia.

Pada Kecamatan Torue, Desa Torue menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan lebih banyak, yakni 9 rumah rusak. Wilayah ini mencakup 15 kepala keluarga terdampak atau 36 jiwa terdampak langsung.

Sementara itu, di Kecamatan Sausu, Desa Sausu Trans mencatat 1 rumah rusak dengan 1 kepala keluarga terdampak. Secara keseluruhan, total sementara mencapai sekitar 15 rumah warga yang mengalami kerusakan, dengan puluhan jiwa terdampak langsung.

Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum

Hingga saat ini, BPBD Parigi Moutong memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum akibat gempa tersebut. Meski demikian, pemantauan dan pendataan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak yang terlewat.

BPBD menyatakan, belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Pihaknya juga terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat terkait penanganan pascagempa.

Pasien sempat dievakuasi, layanan rumah sakit kembali normal

Dampak gempa turut dirasakan pada fasilitas kesehatan, khususnya Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi Moutong. Sesaat setelah guncangan terjadi, pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan sebagai langkah antisipasi.

Plt Kepala RS Anuntaloko, Irwan, menyebutkan kondisi saat ini mulai kembali normal, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan. “Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kembalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan,” ucap Irwan.

Irwan menambahkan, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini telah kembali dilakukan di dalam ruangan seperti semula, dengan pengawasan ketat. Rumah sakit juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan serta peralatan medis untuk memastikan keamanan operasional tetap terjaga.

Irwan menyampaikan, pihaknya melakukan pemeriksaan terkait kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya serta akan menyampaikan perkembangan informasi selanjutnya. “Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya,” tutur Irwan.

Keterangan BMKG mengenai pusat gempa

BMKG merilis pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. BMKG juga menyebut kedalaman gempa 10 kilometer.

BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di darat. Kendati demikian, guncangan dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, serta Tojo Una-Una.