Daerah

Warga Senang Jalan HR Rasuna Said Direvitalisasi, Trotoarnya Lebih Bagus Seperti di Sudirman

×

Warga Senang Jalan HR Rasuna Said Direvitalisasi, Trotoarnya Lebih Bagus Seperti di Sudirman

Sebarkan artikel ini
Warga Senang Jalan Rasuna Said Direvitalisasi: Trotoarnya Lebih Bagus, Kayak di Sudirman News 16 Juni 2026
Ilustrasi: Warga Senang Jalan Rasuna Said Direvitalisasi: Trotoarnya Lebih Bagus, Kayak di Sudirman

jurnalistik.co.id – Revitalisasi Jalan HR Rasuna Said di Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah perubahan membuat kawasan tersebut terasa lebih nyaman untuk kendaraan maupun pejalan kaki, terutama karena pelebaran jalan dan penataan trotoar yang kini hampir rampung.

Dalam pantauan sepekan jelang peresmian, kondisi trotoar di ruas Jalan HR Rasuna Said terlihat sedang dalam tahap akhir penataan. Pada Selasa (16/6/2026), Kompas.com menemui warga yang menilai dampaknya mulai terasa dalam aktivitas harian di area tersebut.

Menurut warga, pelebaran jalan membuat arus lalu lintas lebih teratur. Penataan trotoar dinilai turut memperbaiki kenyamanan pejalan kaki di kawasan bisnis yang ramai.

Herman (42), pengemudi ojek online yang kerap mangkal di area tersebut, mengaku senang dengan perubahan yang terjadi. Ia menyebut kondisi jalan yang kini lebih lancar dibanding periode sebelumnya.

“Sekarang jalanan jadi lebih lancar. Dulu kan dibikin dua jalur (karena tiang monorel mangkrak), kalau jam sore itu macet total. Apalagi bus suka berhenti di sini. Sekarang sudah lancar,” ungkap Herman saat ditemui di depan Plaza Festival, Selasa (16/6/2026).

Bagi Herman, perubahan paling terasa pada waktu sore saat kepadatan biasanya meningkat. Ia juga menyinggung kebiasaan bus yang sebelumnya sering berhenti di kawasan tersebut sebagai salah satu penyebab kemacetan.

Herman menilai trotoar yang diperlebar ikut mengubah tampilan kawasan menjadi lebih modern. Ia bahkan membandingkan penataan trotoar itu dengan karakter kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

“Trotoarnya lebih bagus, modelnya jadi sama kayak di Sudirman,” kata Herman.

Meski demikian, Herman menilai masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satu yang ia soroti adalah aspek keamanan, terutama lewat pemasangan kamera pengawas (CCTV).

Menurut Herman, kasus penjambretan masih kerap terjadi meski Jalan HR Rasuna Said merupakan kawasan bisnis yang ramai. Ia juga menilai pencahayaan di area tersebut masih kurang.

“Oh iya, penerangannya kurang. Kalau bisa di sini ada kameranya (CCTV). Sering kejadian jambret,” ujar Herman.

Di sisi lain, Dinda (27) menilai trotoar yang baru masih terasa panas ketika digunakan pada siang hari. Ia berharap pohon-pohon yang ditanam di sepanjang trotoar dapat dirawat dengan baik sehingga tumbuh besar.

“Panas sih kalau siang, apalagi di sini banyak kantor-kantor gede ya, pasti banyak pekerjanya yang pake transum (transportasi umum). Jadi semoga aja pohonnya dirawat sampai gede biar nutupin dari matahari,” tutur Dinda saat ditemui di kesempatan berbeda.

Bagi Dinda, kebutuhan keteduhan bukan sekadar soal kenyamanan sesaat. Ia menempatkan kondisi siang yang terik sebagai alasan agar perawatan tanaman benar-benar konsisten, mengingat aktivitas pekerja di area perkantoran juga berlangsung pada jam-jam yang padat.

Senada dengan Dinda, Fira (25), seorang pendatang, mengaku nyaman berjalan di trotoar Jalan HR Rasuna Said. Ia melihat salah satu kelebihan trotoar tersebut terletak pada penggunaan yang tidak disalahgunakan.

“Panas sih kalau siang, apalagi di sini banyak kantor-kantor gede ya, pasti banyak pekerjanya yang pake transum (transportasi umum). Jadi semoga aja pohonnya dirawat sampai gede biar nutupin dari matahari,” ujar Dinda saat ditemui di kesempatan berbeda.

Fira menyebut trotoar yang sudah ditata tidak digunakan sebagai area parkir maupun jalur sepeda motor. Dengan begitu, ia merasa ruang pejalan kaki lebih terjaga fungsinya.

Secara keseluruhan, warga memandang revitalisasi Jalan HR Rasuna Said membawa perubahan yang nyata, baik dari sisi kelancaran jalan maupun kenyamanan area berjalan. Namun, masukan yang muncul juga memperlihatkan kebutuhan lanjutan seperti dukungan keamanan melalui CCTV, pencahayaan yang lebih memadai, serta perawatan pohon agar keteduhan dapat benar-benar dirasakan.

Dengan trotoar yang dinilai lebih tertata dan wajah kawasan yang semakin modern, harapan warga berikutnya adalah agar perbaikan lanjutan dapat menyusul sisi-sisi yang masih dianggap kurang. Mereka berharap penataan yang sudah berlangsung dapat diteruskan hingga manfaatnya semakin merata bagi pengendara dan pejalan kaki.

Di tengah aktivitas warga dan mobilitas pekerja di koridor perkantoran, kualitas ruang publik menjadi perhatian penting. Respon positif yang disampaikan Herman, Dinda, dan Fira menunjukkan bahwa revitalisasi sudah menjawab sebagian kebutuhan, sambil membuka ruang untuk penyempurnaan pada aspek keamanan dan kenyamanan.