jurnalistik.co.id – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mengawal pembangunan saluran air di Jalan Taman Ratu Indah, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Langkah pengawasan itu dilakukan pada Jumat (31/7/2026) untuk menekan risiko genangan dan banjir yang selama ini dikeluhkan warga.
Dalam kunjungan tersebut, Kenneth turun langsung ke lokasi pekerjaan. Ia memastikan proyek berjalan sesuai rencana, kualitasnya terjaga, serta selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, memiliki kualitas yang baik, dan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Kenneth kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat.
Pengawasan bersama warga dan perangkat terkait
Peninjauan yang dilakukan Kenneth juga merupakan tindak lanjut dari hasil serap aspirasi masyarakat. Kegiatan itu menghadirkan perwakilan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, pengurus RT/RW, hingga warga sekitar lokasi.
Saluran air tersebut diposisikan sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat sistem drainase di kawasan Kebon Jeruk. Menurut Kenneth, aspirasi yang disampaikan warga saat reses perlu diwujudkan melalui pembangunan yang memberi dampak nyata di lapangan.
“Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap usulan, tapi direalisasikan,” kata Kenneth.
Dalam proses pengawalan, Kenneth bersama jajaran terkait memeriksa sejumlah aspek teknis dan pelaksanaan pekerjaan. Pemeriksaan mencakup kesiapan pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan rencana teknis, serta kualitas material yang digunakan selama konstruksi.
Selain itu, peninjauan juga diarahkan untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin muncul selama tahapan pembangunan. Dengan cara itu, proses diharapkan berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan masalah baru di area yang dilalui saluran.
Aliran lebih lancar untuk menekan genangan
Secara wilayah, saluran air yang dibangun melintasi RW 10 Kelurahan Duri Kepa, RW 01 Kelurahan Kedoya Selatan, serta RW 11 Kelurahan Kedoya Utara. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas drainase dan memperlancar aliran air antarwilayah.
Kondisi tersebut juga diharapkan mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi. Kenneth menilai perkembangan permukiman yang pesat, bersamaan dengan meningkatnya intensitas hujan, membuat kapasitas saluran yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung debit air secara optimal.
Berita Terkait
Ketika kapasitas tidak memadai, aliran cenderung melambat dan memicu genangan di sejumlah titik pada saat hujan deras. Karena itu, pembangunan saluran dipandang sebagai upaya perbaikan sistem agar penanganan tidak hanya bersifat sementara.
“Pembangunan saluran ini merupakan solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem drainase kawasan. Dengan kapasitas yang lebih besar dan jaringan saluran yang lebih terintegrasi, kita berharap aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan maupun banjir dapat ditekan secara bertahap,” kata anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Perhatian pada keselamatan kerja dan kenyamanan warga
Selain memastikan kualitas pekerjaan, Kenneth juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek memperhatikan keselamatan kerja. Pengawasan diarahkan agar seluruh proses konstruksi berjalan aman, termasuk upaya meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Menurutnya, kenyamanan warga harus tetap menjadi pertimbangan utama. Pembangunan yang bertujuan memberi manfaat justru tidak boleh mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat di area terdampak.
“Pelaksanaan pekerjaan harus tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan memberikan manfaat justru mengganggu aktivitas warga. Karena itu, koordinasi antara pelaksana, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus dijaga agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Koordinasi tersebut penting agar komunikasi antara pihak pelaksana, pemerintah daerah, dan warga dapat berjalan sepanjang proses. Dengan pengaturan yang baik, potensi gangguan selama pembangunan diharapkan dapat ditekan.
Drainase yang efektif butuh peran bersama
Kenneth menegaskan bahwa keberhasilan sistem drainase tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik. Infrastruktur yang dibangun tetap membutuhkan partisipasi masyarakat agar fungsi saluran air dapat berjalan optimal dalam jangka panjang.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi faktor penting untuk mencegah penyumbatan. Pemeliharaan secara berkala juga diperlukan agar saluran tetap bersih dan mampu menyalurkan air sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, penguatan drainase yang dilakukan melalui pembangunan saluran air diharapkan berpengaruh langsung pada penanganan genangan. Namun, hasilnya akan lebih terasa bila warga ikut menjaga kebersihan serta membantu memastikan saluran tidak dipenuhi sampah.
Pada akhirnya, langkah pengawalan yang dilakukan Kenneth diharapkan mempercepat penyelesaian proyek sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan. Harapannya, peningkatan kapasitas dan integrasi jaringan saluran bisa membuat aliran air lebih lancar dan risiko banjir tidak terulang secara berulang di kawasan tersebut.












