Hukum & Kriminal

Polisi Jelaskan Alasan Ibu di Bogor Menyembunyikan Kehamilan Sebelum Membuang Bayinya

×

Polisi Jelaskan Alasan Ibu di Bogor Menyembunyikan Kehamilan Sebelum Membuang Bayinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polisi Ungkap Alasan Ibu di Bogor Sembunyikan Kehamilan Sebelum Buang Bayinya

jurnalistik.co.id – Polisi mengungkapkan alasan tersangka pembuang bayi berinisial SSA (21) di Bogor, Jawa Barat, menyembunyikan kehamilannya dari keluarga.

Menurut Wakil Kepala Polresta Bogor Kota AKBP Arie Trestiawan, SSA tidak memberitahu keluarganya sejak menyadari dirinya hamil pada April 2026.

Arie menjelaskan, pengungkapan ini merupakan hasil pemeriksaan dan penyidikan atas kasus yang kini ditangani aparat.

Dalam keterangannya, Arie menyebut SSA diketahui memiliki hubungan seksual di luar pernikahan dengan kekasihnya pada Oktober 2025.

Setelah menyadari kondisi itu, SSA kemudian memutuskan untuk tidak menyampaikan kehamilan kepada keluarga.

Arie mengatakan keputusan tersebut dilatarbelakangi rasa malu. “Ini dari pemeriksaan dan penyidikan, karena si tersangka ini postur ya, postur fisiknya juga agak gemuk, sehingga tidak terlihat kalau sedang hamil,” ujarnya kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota pada Senin (27/7/2026).

Dari keterangan itu, alasan yang disebutkan polisi mencakup dua hal yang saling berkaitan: SSA memilih tidak memberi tahu keluarga karena malu, sekaligus karena kondisi tubuhnya dinilai membuat kehamilan tidak tampak jelas.

Kronologi bayi ditemukan

Polisi menyatakan kasus terungkap setelah jasad bayi ditemukan di dalam tas yang disimpan di kediaman pamannya di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Temuan itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) malam.

Arie menyampaikan bahwa pada saat itu, tersangka berniat menguburkan jasad bayi tersebut pada sore hari, namun rencananya tidak terlaksana.

Alasannya, SSA masih mengurus urusan terkait sepeda motor yang hilang sehingga belum sempat melakukan penguburan.

SSA melahirkan sendiri di toilet terminal

Dalam perkara ini, polisi juga menjabarkan rangkaian kejadian pada Senin (20/7/2026), ketika SSA melahirkan bayinya seorang diri tanpa bantuan orang lain di toilet umum Terminal Pasar Minggu.

Arie menjelaskan, SSA saat itu hendak pergi untuk mengikuti wawancara kerja dengan mengendarai sepeda motor.

Namun, ketika dalam perjalanan, ia merasakan kontraksi pada perutnya.

Setelah merasa ada tanda persalinan, SSA kemudian memutuskan untuk pergi ke Terminal Pasar Minggu agar dapat melahirkan.

Di lokasi tersebut, proses persalinan terjadi di toilet umum terminal dan bayi tidak dapat diselamatkan.

Setelah bayi meninggal, SSA kemudian beristirahat dan membersihkan diri.

Berikutnya, ia kembali ke rumah dengan membawa bayi tersebut menggunakan tas ransel.

Polisi menyebut SSA mengendarai sepeda motor seorang diri saat membawa bayi di dalam ransel berwarna hitam.

Setelah kembali ke rumah, tas disimpan

Sesampainya di Bogor Utara sekitar pukul 20.00 WIB, SSA menyimpan tas berisi jasad bayi itu di dalam lemari pakaian di rumah tersebut.

Langkah penyimpanan itu dilakukan sebelum kasus akhirnya terungkap pada hari berikutnya melalui temuan jasad bayi di tas yang disimpan di kediaman pamannya.

Arie menegaskan penjelasan ini terkait dengan cara SSA menutupi kehamilan serta upaya yang sempat direncanakan setelah kejadian persalinan.

Polisi juga menyampaikan bahwa ketika jasad bayi ditemukan, tersangka memiliki niat untuk menguburkan, tetapi terganjal oleh urusan sepeda motor yang hilang.

Hingga saat ini, keterangan polisi menjadi dasar untuk memahami bagaimana peristiwa terjadi dari awal hingga temuan jasad bayi, termasuk keputusan SSA untuk tidak memberi tahu keluarga sejak kondisi hamil diketahui pada April 2026.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan bagaimana SSA menjalani proses kehamilan tanpa keterlibatan pihak lain, sampai akhirnya persalinan berlangsung di toilet umum Terminal Pasar Minggu pada Senin (20/7/2026).

Polisi juga menautkan setiap keterangan menjadi satu alur yang menjelaskan mengapa SSA memilih bertahan dengan kerahasiaan. Sejak menyadari kehamilan pada April 2026, keputusan untuk tidak memberi tahu keluarga disebut muncul bersamaan dengan perubahan yang ia alami setelah hubungan dengan kekasihnya di luar pernikahan yang diketahui terjadi pada Oktober 2025.

Menurut Arie, alasan yang disampaikan dalam pemeriksaan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dengan penilaian kondisi fisik SSA. Ia menegaskan bahwa rasa malu menjadi faktor utama, sementara tubuh SSA disebut tidak menunjukkan tanda kehamilan secara jelas, sehingga pilihan untuk tetap menyembunyikan kehamilan makin menguat.

Dalam rangkaian kejadian pada Senin (20/7/2026), polisi memaparkan bahwa SSA tidak mempersiapkan persalinan dengan bantuan pihak lain. Ia pada awalnya berangkat untuk mengikuti wawancara kerja dengan sepeda motor, namun ketika kontraksi mulai terasa, SSA kemudian mengarahkan langkahnya ke Terminal Pasar Minggu agar bisa menjalani proses persalinan di toilet umum terminal.

Setelah bayi meninggal, polisi menyebut SSA sempat beristirahat dan membersihkan diri sebelum kembali ke rumah. Bayi kemudian dibawa menggunakan tas ransel berwarna hitam, lalu sesampainya di Bogor Utara sekitar pukul 20.00 WIB, tas berisi jasad tersebut disimpan di dalam lemari pakaian rumah. Arie menambahkan, niat untuk menguburkan sempat direncanakan, tetapi tidak terlaksana karena SSA masih mengurus urusan terkait sepeda motor yang hilang.