jurnalistik.co.id – Insiden dugaan pencurian sepeda motor di kawasan Citra Raya, Panongan, Kabupaten Tangerang, berujung baku tembak antara dua pelaku curanmor dan anggota Brimob.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026), ketika pelaku diduga melarikan diri setelah motor yang dibawa mereka sempat terjatuh akibat aksi dipepet saat pengejaran.
Di lokasi, anggota Brimob berinisial Y disebut menjadi sasaran tembakan saat pengejaran berlangsung di area Bundaran 3 Citra Raya, Kecamatan Panongan.
Saat kejadian, pelaku melepaskan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Brimob Y. Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Iptu Tri Laksono, mengatakan tindakan tersebut menggunakan senjata api rakitan.
Tri menyebut, berdasarkan informasi dari anggota Brimob di lapangan, pelaku memakai senjata api rakitan. “Jenis senpinya rakitan, tiga kali tembakan. Ke arah anggota Brimob,” kata Tri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/7/2026) sore.
Anggota Brimob Y kemudian berupaya menghindar dari tembakan yang dilepaskan pelaku. “Anggota Brimob Y menghindar dari tembakan pelaku,” ujar Tri.
Tri menegaskan, Y berhasil menghindari seluruh tembakan sehingga tidak mengalami luka.
Menurut Tri, sempat terjadi aksi saling melepaskan tembakan dalam rangkaian pengejaran tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa Brimob Y tidak menggunakan senjata api.
“Kalau aksi tembak-menembak ada. Cuma Y menggunakan senpi airsoft,” kata Tri. Dengan demikian, tembakan yang bersumber dari pelaku dilakukan dengan senjata api rakitan, sedangkan Y menggunakan senjata airsoft.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa meski terjadi insiden berbahaya, konsekuensi fisik dari tembakan justru tidak menimpa Y selama pengejaran berlangsung.
Tri juga menjelaskan bahwa perlawanan tidak berhenti pada tembak-menembak. Y sempat mengejar pelaku setelah sepeda motor yang digunakan pelaku terjatuh karena sepeda motor itu dipepet saat pelarian.
“Sempat ada perlawanan dari Y dengan cara mengejar pelaku yang berlari karena jatuh dari kendaraannya akibat dipepet,” ucap dia.
Berita Terkait
Akibat jatuhnya motor selama pelarian, pelaku disebut meninggalkan satu unit sepeda motor Honda Beat yang diduga digunakan saat beraksi.
“Pemilik sepeda motor yang menjadi korban berinisial K, seorang perempuan,” kata Tri.
Pencurian diduga terjadi saat patroli ditingkatkan
Tri menerangkan bahwa petugas keamanan sebenarnya sudah mencurigai dua pria yang mengenakan jaket hoodie dan berboncengan sepeda motor sejak sekitar pukul 09.30 WIB.
“Petugas keamanan kemudian meningkatkan patroli untuk memantau keberadaan dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan tersebut,” ujar Tri.
Setelah pemantauan dilakukan, sekitar pukul 11.15 WIB, dua pria itu diduga melakukan pencurian sepeda motor milik K di kawasan Bundaran 3, Area Mardi Gras, Citra Raya.
“Sekitar pukul 11.15 WIB, kedua pria tersebut diduga mencuri sepeda motor milik K di kawasan Bundaran 3, Area Mardi Gras, Citra Raya,” kata Tri.
Dari rangkaian itu, petugas yang melihat gerak-gerik mencurigakan sebelumnya kemudian berujung pada pengungkapan dugaan aksi curanmor dan pengejaran yang berlangsung sampai terjadi aksi tembak-menembak.
Setelah pelaku meninggalkan Honda Beat yang diduga dipakai saat beraksi, proses penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh aparat untuk melacak pelaku.
Peristiwa di Citra Raya ini menjadi gambaran bagaimana dugaan pencurian sepeda motor dapat berubah cepat menjadi situasi berisiko tinggi ketika petugas bertindak di lapangan dan pelaku melawan selama proses pengejaran.
Dalam kronologi yang disampaikan, petugas mengamati dua pria yang sejak sekitar pukul 09.30 WIB dinilai mencurigakan karena menggunakan jaket hoodie dan berboncengan sepeda motor. Upaya pemantauan itu kemudian berubah menjadi tindakan dengan meningkatkan patroli agar pergerakan keduanya dapat dipantau lebih dekat hingga dugaan pencurian terjadi sekitar pukul 11.15 WIB.
Setelah Honda Beat yang diduga digunakan pelaku ditinggalkan di lokasi, proses penanganan perkara dilanjutkan oleh aparat untuk melacak pelaku dan menyelidiki rangkaian kejadian di area Bundaran 3 Citra Raya, Kecamatan Panongan. Pengejaran yang sempat berlangsung juga menjadi bagian dari alur penanganan setelah motor yang dibawa pelaku terjatuh karena aksi dipepet saat pelarian.
Tri Laksono juga menyoroti bahwa meski terjadi tembak-menembak dalam rangkaian pengejaran, anggota Brimob Y tidak mengalami luka karena berupaya menghindar dari tembakan yang dilepaskan pelaku. Y bahkan disebut sempat mengejar pelaku yang berlari setelah jatuh dari kendaraan, sebelum proses pemeriksaan dan penelusuran berlanjut oleh pihak berwenang.












